
JurnalPost.com – Malang, Mahasiswa Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang Gelombang 2 Kelompok 12, melakukan pengimplementasian pembuatan pakan ternak bebek dari limbah sayur pada salah satu peternak bebek di Desa Bocek, kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Kamis (27/07/2023) siang.
“Berdasarkan survei dan wawancara yang telah saya lakukan sebelumnya, salah satu peternak bebek yang ada di Desa Bocek sudah pernah membuat pakan ternak dari limbah sayuran, namun belum dalam bentuk pakan fermentasi. Bapak Rw membuat pakan ternak bebek hanya dengan campuran limbah sayur dan bekatul,” ujar mahasiswa PMM UMM, Hanafi Dwirahma Novianto dalam pemaparannya.

Dalam pelaksanaanya, Hanafi menjelaskan cara pembuatan pakan alternatif dari fermentasi limbah sayur setempat dan cara pemberiannya melalui wawancara secara langsung.
Komoditas sayur mayur biasa ditanam berbagai lahan. Hasil budidaya itu sebagian didistribusi ke luar daerah melalui pengepul, selain dikonsumsi warga setempat untuk memenuhi pasar lokal.
Akan tetapi, tidak semua hasil pertanian dapat terserap oleh pasar, sehingga tidak dapat dipungkiri limbah sayuran yang terdapat di Desa bocek menumpuk dan menjadi problem bagi masyarakat setempat. Limbah sayuran juga banyak ditemukan di tempat pedagang sayur keliling yang tidak lolos pensortiran pada saat akan dijual belikan. Limbah sayuran yang tersisa lumayan banyak dan sayang sekali apabila tidak dimanfaatkan, salah satunya pemanfaatannya sebagai pakan alternatif ternak bebek.
Hanafi menilai limbah sayuran ini merupakan solusi yang solutif untuk permasalahan pada para peternak yang ada di Desa Bocek untuk mengurangi permasalahan pada limbah sayuran yang menumpuk. Disamping itu, cara pembuatannya sangat mudah dengan waktu fermentasi yang singkat.
“Cara pembuatan pakan alternatif ini sangat mudah, hanya membutuhkan bahan seperti sayuran, EM4 Peternakan, molases atau gula, dedak padi, dan air. Sayuran yang digunakan seperti kulit jagung, sawi, wortel, daun singkong, kembang kol, dan kangkung, dan sayuran yang lainnya” jelasnya.
Kelompok PMM kami membuat pakan alternatif fermentasi ternak bebek langsung di kediaman bapak Rw Desa Bocek yang kebetulan memiliki ternak bebek berkisar 25 ekor. Pakan alternatif ini dapat sedikit menghemat pengeluaran mereka untuk pembelian pakan ternak. Pakan ternak fermentasi ini dapat tahan selama 1 sampai 2 hari setelah pakan diangin anginkan. Tujuan dari diangin anginkan setelah masa fermentasi adalah untuk mengurangi kadar asam dari pakan fermentase tersebut.
Pakan yang difermentasi mempunyai kandungan nutrisi yang cukup tinggi dibandingkan dengan pakan yang tidak difermentasi. Memperbaiki organ dan sistem reproduksi, pencernaan maupun profil darah. Mampu meningkatkan kualitas telur. Menurunkan kandungan amonia yang terdapat pada kotoran bebek. Mengoptimalkan pertumbuhan, baik bebek petelur maupun pedaging.
Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman dan pengalaman terkait pengolahan pakan alternatif untuk ternak unggas yang memanfaatkan limbah sayuran di daerah setempat.




