77
Mojokerto, JurnalPost.com, 17 Juli 2024 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Sub Kelompok 12 R-7 Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya kembali menunjukkan kepedulian mereka terhadap masalah lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Dalam program kerja mereka kali ini, dua mahasiswa Universitas 17 Aguatus 1945, Audry Eggy Lavina Marsha dan Herkulanus Aleksandro, memperkenalkan penggunaan Teknologi Tepat Guna (TTG) untuk mengatasi permasalahan limbah bonggol jagung di Dusun Pamotan, Desa Bening, Mojokerto.
Program kerja ini bertujuan untuk memberikan solusi efektif dan ramah lingkungan bagi para petani jagung di daerah tersebut. Limbah bonggol jagung yang selama ini hanya menjadi sampah pertanian, kini bisa diolah menjadi briket yang memiliki nilai ekonomis dan dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif.
Kegiatan ini diawali dengan pemaparan mengenai pentingnya pengolahan limbah bonggol jagung dan potensi manfaatnya. menjelaskan proses pengolahan limbah ini secara rinci, mulai dari tahap pengeringan, penggilingan, hingga pencetakan briket. Mereka juga memperlihatkan alat-alat TTG yang digunakan dalam proses tersebut dan memberikan demonstrasi langsung di hadapan para petani.
“Program ini diharapkan dapat membantu para petani dalam mengelola limbah pertanian mereka dengan cara yang lebih produktif dan ramah lingkungan,” Kami ingin para petani di Dusun Pamotan bisa melihat bahwa limbah bonggol jagung memiliki potensi yang besar untuk dijadikan sumber energi alternatif, yang tidak hanya mengurangi polusi tetapi juga dapat meningkatkan pendapatan mereka.
Antusiasme para petani Dusun Pamotan terlihat dari partisipasi aktif mereka selama kegiatan berlangsung. Banyak dari mereka yang tertarik untuk mencoba metode ini dan melihat peluang baru dari limbah bonggol jagung yang selama ini dianggap tidak berguna.
Program kerja ini merupakan bagian dari komitmen Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya di bidang teknologi dan pemberdayaan komunitas pedesaan. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan kerjasama antara universitas dan masyarakat setempat dapat terus terjalin dan berkembang.
Keberhasilan program ini juga membuka peluang bagi pengembangan lebih lanjut di bidang teknologi pengolahan limbah pertanian lainnya. Para mahasiswa berharap bahwa inovasi ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah-daerah lain untuk memanfaatkan limbah pertanian mereka secara lebih bijaksana dan ekonomis.

Dengan demikian, kegiatan KKN Sub Kelompok 12 R-7 Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya ini tidak hanya memberikan solusi bagi permasalahan limbah bonggol jagung, tetapi juga membawa dampak positif bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat Desa Bening, Mojokerto.




