JurnalPost.com – Permainan simulasi pada industri percetakan sablon adalah metode pelatihan interaktif yang digunakan untuk mensimulasikan kondisi nyata dalam proses produksi sablon. Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman praktis kepada peserta tentang berbagai aspek dari proses produksi, manajemen alur kerja, dan pengelolaan sumber daya.
Tema dan materi Pengabdian Masyarakat ini memiliki relevansi dengan mata kuliah Pemodelan Sistem yang diajarkan di Teknik Industri Universitas Mercu Buana. Pelatihan ini ini menjelaskan mengenai pentingnya pembagian pekerjaan berdasarkan keahlian dan mempertimbangkan target penyelesaian proyek yang dilatih terlebih dahulu dalam bentuk simulasi sehingga para peserta dapat memahami langsung konsep Kanban yang dimaksud sebelum menerapkannya secara nyata pada pekerjaan sehari-hari.

Kanban itu sendiri adalah sebuah sistem manajemen visual yang digunakan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam berbagai jenis proses produksi, termasuk dalam percetakan sablon. Dalam konteks percetakan sablon, kanban dapat membantu dalam mengatur alur kerja, mengelola persediaan, dan memastikan bahwa setiap langkah dalam proses produksi dilakukan secara tepat waktu dan efisien. Kanban adalah salah satu metode yang terdapat di dalam project management. Metode ini sangat berguna dalam memecahkan suatu masalah seefektif dan juga seefisien mungkin.
Konsep dasar dan manfaat penggunaan kanban dalam percetakan sablon meliputi:
• Visualisasi Alur Kerja: Kanban menggunakan papan visual (kanban board) yang dibagi menjadi beberapa kolom yang mewakili tahapan-tahapan dalam proses produksi, seperti persiapan, pencetakan, pengeringan, dan inspeksi akhir. Setiap pekerjaan atau pesanan ditampilkan pada kartu kanban yang bergerak dari satu kolom ke kolom berikutnya sesuai dengan kemajuan pengerjaan.
• Pengelolaan Persediaan: Dalam percetakan sablon, pengelolaan stok bahan seperti tinta, kaos, atau media cetak lainnya sangat penting. Kanban membantu mengatur persediaan dengan menetapkan titik pemesanan ulang untuk bahan-bahan tersebut, sehingga menghindari kekurangan atau kelebihan stok.
• Peningkatan Produktivitas: Dengan visualisasi yang jelas, tim dapat melihat secara langsung tugas apa saja yang sedang dikerjakan, mana yang tertunda, dan mana yang sudah selesai. Ini membantu dalam mengidentifikasi dan mengatasi bottleneck (hambatan) dalam proses produksi dengan cepat.
• Kolaborasi dan Komunikasi yang Lebih Baik: Kanban board dapat diakses oleh semua anggota tim, sehingga memfasilitasi komunikasi yang lebih baik dan koordinasi yang efektif. Setiap orang dapat melihat status pekerjaan dan mengetahui tugas apa yang perlu diselesaikan berikutnya.
• Kontrol Kualitas: Dengan mengatur setiap tahap proses produksi melalui kanban, kualitas setiap produk yang dicetak dapat lebih terjamin karena setiap langkah produksi dilakukan secara sistematis dan terkontrol.
Pelaksanaan pelatihan terbagi menjadi beberapa tahap yang terdiri dari:
* Pengenalan teori dasar tentang Kanban.
* Pemaparan studi kasus pemanfaatan tentang Kanban pada beberapa perusahaan manufaktur dan permainan dengan simulasi online menggunakan kanbanboardgame.com.
* Diskusi intensif mengenai activity plan menuju penerapan Kanban di Pperusahaan, termasuk detail persiapan inventaris apa saja yang dibutuhkan.

Kemampuan peserta dalam mengenali alur pekerjaan dan kemampuannya yang berpotensi untuk ke arah manajemen waktu yang lebih baik inilah yang memungkinkan PKM menghasilkan target yang diinginkan. Agar timbul rasa kepedulian untuk mengerjakan pekerjaan secara teratur dengan konteks target yang harus di capai setiap stasiun kerja diketahui dan jika ada yang tidak seimbang maka akan dibantu untuk pekerjaan yang sederhananya. #UMBPeduliNegeri




