
Oleh: Zuyyina Syahranisa dan Darin Shafara Putri Mahasiswi Sekolah Vokasi IPB
JurnalPost.com – Bentuk dari sivitas pendidikan yang peduli akan lingkungan, Sekolah Adzkia Islamic School melakukan inovasi terbarunya yaitu menghadirkan kegiatan Bank Sampah Sekolah. Pada saat ini kita dapat melakukan perubahan yang besar dalam pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. Sekolah Adzkia Islamic School dengan bangga mengumumkan peluncuran Bank Sampah Sekolah, yang tidak hanya meningkatkan kesadaran lingkungan tetapi juga memungkinkan siswa untuk aktif menjaga kebersihan lingkungannya.
Pendirian Bank Sampah Sekolah di Adzkia Islamic School ini juga merupakan bentuk tindak lanjut dari kegiatan Training Of Trainers Guru pada Hari Peduli Sampah Nasional pada tanggal 21 Februari 2024 dengan tema ”Atasi Sampah Plastik dengan Cara Produktif dan Pendirian Bank Sampah Sekolah”. Pada kegiatan ini para guru dari beberapa sekolah di Tangerang Selatan diberikan sosialisasi, pelatihan dan diarahkan untuk mendirikan Bank Sampah Sekolah.
Kepedulian terhadap lingkungan yang tinggi setelah mengikuti kegiatan TOT Guru tersebut, membuat Adzkia Islamic School tergerak untuk melakukan aksi nyata kegiatan Bank Sampah di Sekolah yang melibatkan semua siswa dan para guru. Dengan sistem boarding, siswa Adzkia bermukim di asrama dan melaksanakan aktivitas sehari-hari di lingkungan sekolah dan pesantren. Dengan jumlah jiwa kurang lebih 278 Orang tentunya timbulan sampah yang dihasilkan cukup banyak. Dalam rangka peringatan HPSN 2024, Adzkia Islamic School berusaha untuk peduli sampah dengan mengadakan kegiatan edukasi pemilahan sampah kepada seluruh siswa dan guru.
Pada tanggal 6 Maret 2024, di Sekolah Adzkia Islamic School dilakukan sosialisasi kepada siswa. Para siswa sudah membawa plastik, kertas, dan barang bekas hasil dari yang mereka gunakan secara pribadi, untuk nantinya dilakukan pemilahan sampah. Ibu Meliyani selaku guru kimia dari Adzkia Islamic School, memaparkan materi mengenai pemilahan sampah kepada siswa di aula sekolah. Tidak hanya itu, Ibu Helda Fachri selaku penggiat lingkungan dari Bank Sampah Jaya DanaKirti juga ikut memaparkan materi mengenai ”Berdamai Dengan Sampah Organik dan Non Organik”.
Hal ini tidak hanya mengurangi sampah tetapi juga menumbuhkan semangat gotong royong dan kesadaran lingkungan di kalangan generasi muda. Sekolah Adzkia Islamic School berkomitmen untuk menciptakan generasi yang sadar lingkungan. Tidak hanya mengajarkan siswa pentingnya mendaur ulang dan mengurangi sampah, tetapi juga memberikan kesempatan untuk memberikan kontribusi yang signifikan terhadap lingkungan disekitarnya.
”Ilmu yang didapatkan oleh siswa mengenai pemilahan sampah yang sudah dibiasakan di lingkungan sekolah ini, harapannya siswa dapat menyampaikan kembali kepada lingkungan dirumahnya seperti orang tuanya dan orang tuanya menyampaikan ke warga sekitar jadi saling memberikan ilmu yang sangat bermanfaat ini” ucap Bapak Irwan selaku Kepala Sekolah Adzkia Islamic School.
Inisiatif kegiatan Bank Sampah Sekolah diharapkan dapat menginspirasi sekolah-sekolah lain di seluruh negeri untuk menerapkan program serupa karena ”sampah itu tidak perlu dikeluarkan dari kawasan, semua sampah dapat dikelola di dalam kawasan termasuk sampah organik” ucap Ibu Helda Fachri selaku penggiat Bank Sampah Jaya DanaKirti. Semua berperan penting dalam melindungi lingkungan dan langkah kecil seperti ini dapat berdampak besar pada masa depan bumi ini. Seluruh lapisan siswa, orang tua dan masyarakat luas untuk mendukung dan berpartisipasi dalam program Bank Sampah Sekolah ini. Mari kita bersama-sama menciptakan lingkungan yang lebih bersih, hijau dan berkelanjutan untuk generasi mendatang!





kereeen sekali
wahh mantep nih kegiatanya