
JurnalPost.com – Tingkat pengangguran adalah salah satu isu sosial ekonomi yang terus menjadi perhatian berbagai negara di seluruh dunia. Pengangguran menyebabkan ketidakstabilan ekonomi, peningkatan ketidaksetaraan dan berdampak negatif pada kesejahteraan masyarakat. Langkah untuk mengatasi tingkat pengangguran telah menjadi program prioritas utama bagi pemerintah, organisasi pembangunan, peneliti dan pemangku kepentingan lainnya.
Pembangunan ekonomi dengan penciptaan lapangan kerja yang berkelanjutan telah diidentifikasi sebagai salah satu solusi utama untuk mengurangi tingkat pengangguran. Tetapi, upaya pembangunan tidak akan mencapai tujuan tanpa adanya komunikasi pembangunan yang efektif. Komunikasi memiliki peran sentral dalam menginformasikan masyarakat tentang peluang pekerjaan, memberikan pendidikan tentang keterampilan yang dibutuhkan di pasar kerja serta memobilisasi dukungan untuk inisiatif-inisiatif pembangunan.
Namun, mengatasi pengangguran melalui komunikasi pembangunan juga menghadapi berbagai tantangan kompleks. Misalnya, perbedaan akses informasi, tingkat literasi yang rendah atau ketidakpercayaan masyarakat terhadap lembaga-lembaga pembangunan seringkali menjadi penghambat dalam mengkomunikasikan solusi dan peluang yang ada. Selain itu, munculnya media sosial dan teknologi informasi baru telah mengubah lanskap komunikasi dan menciptakan peluang baru. Hal tersebut juga kemudian menimbulkan tantangan dalam menjalankan komunikasi yang efektif.
Pemanfaatan komunikasi sebagai upaya dalam mewujudkan pembangunan ekonomi guna menciptakan lapangan pekerjaan menjadi strategi dan kunci utama yang perlu dipertimbangkan. Komunikasi menjadi sebuah saluran dalam penyampaian pengetahuan dan informasi terkait aktivitas perekonomian dan pembangunan ekonomi. Komunikasi dilakukan untuk menyampaikan inovasi, tujuan dan strategi yang dilakukan demi mendukung proses pembangunan ekonomi untuk mengurangi tingkat pengangguran.
Masyarakat sebagai objek dalam penyampaian informasi diharapkan dapat memberikan sebuah perubahan baik dan menambah kesempatan untuk terlibat aktif dalam proses pembangunan. Hal tersebut sejalan dengan teori komunikasi pembangunan partisipatif, dimana merupakan sebuah pendekatan yang menekankan peran aktif masyarakat dalam proses pengambilan keputusan, perencanaan maupun pelaksanaan program pembangunan dan perubahan sosial. Dalam teori komunikasi pembangunan partisipatif, masyarakat akan turut serta sebagai aktor yang berkontribusi dalam merancang dan menjalankan program pembangunan.
Salah satu strategi partisipatif yang dapat dilakukan untuk mengurangi tingginya tingkat pengangguran adalah dengan melibatkan masyarakat sebagai objek pengembangan kualitas SDM di Indonesia. Pembangunan SDM merupakan sebuah strategi perencanaan dalam meningkatkan kualitas manusia agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. SDM merupakan elemen utama yang dapat digunakan sebagai langkah dalam mewujudkan pembangunan ekonomi.
Negara yang memiliki SDM berkualitas akan sejalan dengan berkembangnya tingkat perekonomian dan mengurangi pengangguran di negara tersebut. Hal itu yang kemudian berpengaruh positif terhadap kehidupan masyarakat yang makmur dan sejahtera. Dalam mencapai kondisi tersebut, dibutuhkan SDM berkualitas dan berdaya saing tinggi serta dapat mengikuti kemajuan zaman yang semakin modern. Salah satu cara dalam membangun SDM yang berkualitas adalah dengan meningkatkan kualitas pendidikan.
Tenaga kerja dalam sebuah negara sangat erat kaitannya dengan strategi dalam pembangunan SDM. Dalam hal pembangunan SDM, masyarakat diharapkan mampu memanfaatkan pendidikan menuju SDM yang berkualitas. Teknologi yang terus berkembang seiring perubahan zaman, membuat adanya harapan dalam meningkatkan kualitas SDM dari sisi pendidikan pada masyarakat Indonesia. Selain itu, peran pendidikan akan menjadi lebih efektif apabila mengelaborasi teknologi di dalamnya. Hal ini secara tidak langsung sudah menjadi tuntutan zaman di era society 5.0 yang serba canggih.
Pendidikan yang berkualitas tinggi memiliki potensi untuk mengurangi tingkat pengangguran. Ketika individu memperoleh pendidikan yang baik, mereka menjadi lebih terampil dan berpengetahuan. Hal tersebut membuat mereka lebih diminati oleh perusahaan dan memiliki peluang yang lebih baik untuk mendapatkan pekerjaan sesuai dengan kualifikasi mereka. Keterlibatan aktif masyarakat dalam pembangunan SDM adalah dengan memanfaatkan perkembangan teknologi untuk meningkatkan kualitas diri menuju SDM yang unggul.
Sistem pendidikan memegang peran utama untuk melahirkan SDM yang unggul. Dengan penyediaan keterampilan yang relevan, individu yang terdidik dalam teknologi digital memiliki peluang yang lebih baik untuk mencari pekerjaan, menciptakan karier yang fleksibel, dan berkontribusi pada ekonomi digital yang berkembang pesat. Maka dari itu, dibutuhkan adanya peningkatan kualitas pendidikan agar sejalan dengan cita-cita yang ingin dicapai yaitu pembangunan SDM. Masyarakat dapat mengambil peran dalam memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan guna meningkatkan kualitas diri.
Komunikasi pembangunan memiliki peran penting dalam peningkatan sistem pendidikan di era society 5.0 yang dipengaruhi oleh teknologi digital. Ini membantu menghubungkan berbagai pemangku kepentingan pendidikan, mendistribusikan informasi terkait perkembangan pendidikan dan teknologi, mempromosikan inklusi, memanfaatkan data untuk perbaikan, dan meningkatkan kesadaran tentang literasi digital. Dalam era ini, pendidikan memegang peran sentral dalam menghadapi perubahan yang cepat, dan komunikasi pembangunan memungkinkan penyesuaian yang efektif dengan perubahan tersebut.
Namun, tantangan seperti akses informasi yang tidak merata dan perubahan teknologi yang cepat juga memengaruhi pendekatan ini. Dalam upaya mengatasi pengangguran, pendidikan berkualitas tinggi dengan integrasi teknologi digital dapat membantu menciptakan SDM yang lebih unggul dan mampu mengikuti perkembangan zaman. Dalam hal ini, masyarakat dapat aktif menggunakan teknologi untuk meningkatkan kualitas diri dan berperan dalam pembangunan SDM yang berkualitas.
Dalam era digital, peran manusia dibutuhkan untuk dapat menyerap dan menerapkan perkembangan teknologi ke dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mendukung hal tersebut, dibutuhkan peningkatan kapasitas SDM yang berkompetensi dalam penguasaan teknologi. Saat ini, perkembangan IPTEK terus berkembang semakin pesat. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan dapat menguasai kemajuan IPTEK dan teknologi masa kini. Dengan begitu, akan membentuk suatu sistem penguatan yang dapat mempersiapkan guna melahirkan SDM yang berkualitas.
Penulis : Sally Sabela, Adittiya Putra Nur Hakim, Muhammad Faiqi Tsaqib




