JurnalPost.com – Merdeka belajar adalah program kebijakan dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Kabinet Indonesia Maju; Nadiem Anwar Makaraim, dimana program ini menggunakan pendekatan yang dilakukan agar peserta didik bisa memilih pelajaran yang diminati serta menyenangkan. Kurikulum ini juga memberikan keleluasaan bagi guru menggunakan berbagai perangkat ajar dan media pembelajaran sesuai kebutuhan dan karakteristik peserta didik. Hal tersebut sejalan dengan filosofi Ki Hajar Dewantara bahwa pendidikan anak berhubungan dengan kodrat zaman dan untuk memenuhi hal tersebut guru dituntut untuk terus melakukan inovasi dan pembaruan dalam proses pembelajaran.
Dalam mengikuti perkembangan zaman tersebut salah seorang guru yang berasal dari daerah pegunungan tepatnya dari UPT SDN 48 Tana Bacue Kecamatan Segeri Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan bernama Nurpaidah, S.Pd.Gr melakukan sebuah inovasi dengan menggunakan media pembelajaran yang dinamakan dengan “Papan Pintar (Papi)”. Dalam melakukan inovasinya, ibu Nurpaidah menghadapi tantangan tersendiri, seperti sarana prasarana yang belum memadai mengingat sekolah ini merupakan sekolah yang baru dibangun pada tahun 2014 dan baru beroperasi pada tahun 2015.

Ide inovasi Papi muncul dari hasil pengamatan beliau di kelas dan dari nilai yang menunjukkan rendahnya kemampuan belajar peserta didik yang tentu akan menimbulkan dampak terhadap proses pembelajaran. Jika hal ini tidak segera diatasi, maka peserta didik akan mengalami kesulitan dalam proses belajar yang akan menyebabkan terjadinya penurunan kualitas dalam belajar sehingga tidak mampu bersaing dengan sekolah lain. Selain itu juga memberi pengaruh terhadap peningkatan kualitas mutu dalam dunia pendidikan, khususnya mutu untuk sekolah itu sendiri.
Oleh sebab itu, untuk mengatasi hal tersebut, maka ibu Nurpaidah menggunakan media pembelajaran “Papan Pintar (Papi)” dengan tujuan membangun semangat belajar peserta didik dengan melibatkan langsung peserta didik tersebut dalam penggunaan media pembelajaran sehingga peserta didik merasa senang selama proses pembelajaran dan tujuan dari pembelajaran tersebut dapat tercapai.



