JurnalPost.com – Lingkungan sosial merupakan salah satu tempat dimana setiap orang melakukan aktivitas dan kegiatan dalam beradaptasi yang akan mempengaruhi perubahan tingkah laku setiap individu maupun kelompok. Aktivitas dan kegiatan yang dilakukan dalam lingkungan sosial, sering kali terjadi di tempat tinggal, sekolah, dan kampus. Lingkungan sosial yang baik maka akan berdampak baik pada individu yang terlibat di dalam lingkungan tersebut, dan sebaliknya, lingkungan sosial yang tidak baik maka akan berdampak yang tidak baik pada individu.
Lingkungan sosial seringkali tidak disadari memberikan pengaruh negatif pada remaja, sehingga membuat remaja terlibat pada kenakalan remaja. Kenakalan remaja sendiri merupakan salah satu bentuk permasalahan sosial yang terjadi akibat bentuk dari perilaku yang tidak sesuai dengan aturan-aturan yang berada di dalam masyarakat yang dilakukan oleh remaja. Problematika kenakalan remaja telah meresahkan bagi masyarakat.
Dalam upaya meningkatkan kesadaran pelajar akan lingkungan sosialnya tentu lebih mudah dan cepat bila didukung oleh semua pihak. Oleh karena itu, Dimas Dwi Pratama yang merupakan mahasiswa kesejahteraan sosial di Universitas Sumatera Utara melaksanakan program Praktik Kerja Lapangan (PKL 1) bersandingan dengan Kampus Mengajar Mitra USU di UPT SD NEGERI 064020 Medan, Jl. Tapian Nauli Pasar 3 Kec. Medan Sunggal. Dengan tujuan meningkatkan kesadaran pelajar terhadap lingkungan sosialnya. Karena banyak pelajar yang tidak tau atau tidak paham dengan lingkungan sosialnya padahal hal tersebut ada disekitar mereka.
Pada program ini mahasiswa ditugasnya membuat sebuah mini project yaitu memberikan pemahaman tentang meningkatkan kesadaran pelajar terhadap lingkungan sosial. Adapun sasaran dari program ini ialah siswa/i kelas 3 SD NEGERI 064020 Medan. Program ini dilaksanakan secara langsung disekolah mengikuti kegiatan belajar mengajar yang dimulai dari 13 Maret 2023 sampai 30 Juni 2023.
Sebagai upaya meningkatkan kesadaran anak terhadap lingkungan sosial peneliti mengkolaborasikannya dengan teknik pekerjaan sosial yang dimana dalam penanganannya menggunakan metode grup work yang terdiri dari beberapa tahap antara lain:
1. Tahap Assesment
Tahap ini merupakan tahapan awal dari penyelesaian masalah dengan cara mengetahui penyebab dan potensi yang bisa dikembangkan sebagai upaya penyelesaian masalah. Dalam hal ini penulis menggunakan cara observasi dan wawancara untuk mengetahui permasalahan yang ada pada klien. Dalam hal ini masalah yang dimaksud adalah minimnya kesadaran pelajar terkait lingkungan sosial yang ada disekitar mereka.
2. Tahap Planning (Perencanaan)
Pada tahap ini penulis membuat perencanaan program untuk mengatasi masalah yang dialami oleh pelajar. Perencanaan ini juga disepakati oleh penulis dan pelajar, kedua pihak sepakat untuk membuat program meningkatkan kesadaran pelajar SD NEGERI 064020 Medan. Oleh karena itu, penulis merumuskan perencanaan untuk melakukan program sosial yang diisi dengan penyampai materi terkait lingkungan sosial, kuis, mini game, dan kegiatan positif begi pelajar. Program ini dilaksanakan di setiap hari Sabtu.
3. Tahap Pengimplementasian Rencana (Intervensi)
Pada tahap ini smeua perencanaan yang telah dirancang sebelumnya dilaksanakan melalui program didalam kelas. Di dalam kelas, penulis menjelaskan materi terkait dengan lingkungan sosial, baik itu pengertian lingkungan sosial, masalah sosial, lingkungan sosial positif dan negatif dan juga cara menghindari lingkungan sosial yang negatif. Selain itu penulis juga memberikan sebuah vidio animasi tentang lingkungan sosial. Terakhir penulis juga membuat kuis dan juga mini game seputar materi yang telah dibahas guna melatih memori pelajar tersebut. Penulis juga melakukan kegiatan-kegiatan positif untuk refreshing bersama dengan pelajar. Kegitan tersebut berupa kegiatan diluar kelas berupa olahraga, bermain game dll. Hal ini juga berhubungan dengan meningkatkan kesadaran pelajar tentang lingkungan sekolah dan teman bermain yang merupakan salah satu bentuk positif dari lingkungan sosial.
4. Evaluasi
Tahap ini merupakan tahap untuk melihat hasil yang didapatkan dari proses intervensi yang telah dilakukan. Dalam program yang sudah dilaksanakan, penulis melakukan sesi wawancara kepada pelajar terkait hasil yang diterima pelajar setelah program dilaksanakan. Hasil yang didapat ialah pelajar-pelajar yang awalnya tidak paham dan tidak mengerti tentang apa itu lingkungan sosial kini mereka sudah mulai paham akan hal tersebut. Hal ini sesusai dengan tujuan awal penulis yang ingin meningkatan kesadaran para pelajar tentang lingkungan sosial berjalan baik.
5. Terminasi
Hal ini merupakan tahap pemutusan proses intervensi yang dilakukan penulis terhadap klien. Tahap ini menandakan bahwa telah berakhir program meningkatkan kesadaran tentang lingkungan sosial yang diadakan penulis dengan pelajar didalam maupun luar kelas. Proses terminasi dilakukan dengan kegiatan dokumentasi bersama pelajar. Penulis berharap agar pelajar tersus mengingat tentang lingkungan sesosial yang ada disekitarnya agar para pelajar dapat mencapai cita-cita yang mereka inginkan.
Penulis berharap masyarakat Indonesia lebih mempunyai kesadaran terhadap lingkungan sosialnya yang ada disekitarnya. Karena kehidupan yang lebih baik dimulai dari lingkungan tempat tinggal yang baik pula, hal ini sangat penting bagi anak-anak muda generasi bangsa selanjutnya untuk mendapatkan lingkungan sosial yang sehat dan nyaman.


