
Oleh: Mei Olga Maulidia – Universitas Trunojoyo Madura
JurnalPost.com – Tidak dapat dipungkiri kenaikan bahan pokok pasca lebaran melonjak tajam. Hal ini menjadi momok bagi masyarakat terlebih kepada ibu rumah tangga. Kenaikan harga bahan pokok rata-rata disebabkan oleh sedikitnya pasokan yang masuk sehingga para pedagang mematok harga yang cukup tinggi. Seperti halnya yang terjadi di Pasar Surya Pabean Surabaya.
Pasar Surya Pabean merupakan salah satu pasar terbesar yang berada di kota Surabaya. Pasar tersebut terbagi menjadi beberapa sektor, seperti ikan, sayuran, bawang dan rempah, dan beberapa sektor lainnya.
Dalam beberapa hari terakhir pasca lebaran, harga bawang dan tomat melonjak drastis. Tomat yang harga pasarannya di hari-hari biasa sebesar 5-8 Ribu Rupiah kini mencapai 25 Ribu Rupiah untuk perkilonya. Bawang merah yang semula harganya berkisar 20-30 Ribu Rupiah perkilo kini mencapai 50 Ribu Rupiah. Kenaikan harga bawang merah selalu diiringi dengan kenaikan harga tomat begitupun juga sebaliknya.
Berdasarkan pemaparan dari salah satu pembeli, hal ini menjadi berita buruk bagi para ibu rumah tangga. “Ya iya harganya ga masuk akal sekarang, biasanya beli tomat sekilo cuma 5 ribu sekarang 20 ribu, belum lagi bawang merah beli 10 ribu cuman dapet sedikit, sedangkan setiap hari masaknya pakai tomat sama bawang jd ya pengeluaran nambah” (Tanti, Pembeli)
Tidak sedikit pedagang menjual bawang dengan kualitas lebih rendah untuk menekan harga. Menurut keterangan dari Samsul, bawang merah dengan kualitas lebih rendah lebih dicari oleh pembelinya karena harga yang ditawarkan lebih murah. “Banyak yang cari, ini sekarang keluarannya bawang Probolinggo tapi yang muda jadi lebih murah. Bawangnya sekarang gaada yang masuk lagi cuaca buruk jadi datangnya kaya gini semua. Mau gamau ya naikin harga wong dari pusatnya juga naik harganya.”
Kenaikan harga bawang merah dan tomat disinyalir diakibatkan oleh cuaca ekstrim yang mengakibatkan beberapa gagal panen dan kualitas memburuk. Terlebih lagi menurut pengakuan beberapa pedagang lainnya hal ini juga disebabkan oleh sepinya para pedagang pasca lebaran dan stock barang kosong.




