• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Menghadapi Persaingan di Era Modern, Bagaimana Dengan Pasar Tradisional?

Editor Redaksi
7 Juli 2023
in Featured

JurnalPost.com – Suasana di pagi hari dengan dinginnya udara mulai terasa. Mentari seakan sembunyi mengunci cahaya yang pelan-pelan demi mengintip rutinitas dari hari ke hari, yang selalu pedagang lakukan tanpa henti. Penuh sesak dan keramaian menjadi pemandangan yang biasa. Gelak tawa riuh rendah mengisi obrolan. Kemerincing sendok, piring dan gelas yang membuat ramai. Hal demikian yang dilakukan pedagang di pasar tradisional untuk mengais rezeki demi sesuap nasi.

Pedagang membongkar tenda yang mulai usang termakan zaman. Banyak orang terbatuk-batuk, sebagian karena badan rapuh terhempas angin sisa malam harinya. Sebagian lagi karena memaksakan diri berbicara keras sambil tertawa dalam gelak bersambungan. Gerobak-gerobak yang baru dipugar mulai berdatangan serta pintu rolling door berderit mencoba meramaikan kondisi pasar di pagi hari. Pedagang memenuhi kios-kios sebelum pelanggan berdatangan.

Ilustrasi pedagang ikan di pasar tradisional (Youtube: rmdh.)

Pemandangan itulah yang akan selalu dilihat jika Anda berkunjung ke pasar tradisional. Bicara mengenai pasar tradisional, sejak dahulu pasar tradisional berperan penting dalam pembangunan dan penggerak perekonomian nasional. Mungkin Anda tak jarang mendengar bahwa sebagian masyarakat menilai pasar tradisional diidentikkan dengan tempat yang kumuh, pengap, serta becek. Kemacetan pun seringkali terjadi di pasar tradisional, karena memanfaatkan pinggir jalan demi menggelar dagangannya.

Pasar tradisional adalah ruang transaksi langsung yang prosesnya dibentuk oleh suasana ekonomi desa dengan tradisi yang masih kental. Ketika Anda menginjakkan kaki di sana, tradisi tawar menawar sudah jadi hal yang biasa. Sebelum mencapai kesepakatan, para pedagang biasanya menawarkan barang dengan harga tertentu. Namun seiring berjalannya waktu, keberadaan pasar tradisional sedikit demi sedikit tergantikan oleh keberadaan pasar modern.

Kondisi pasar yang bersih dan nyaman. Harga terjangkau, tidak terlalu mencolok. Harga pasti dari setiap jenis barang yang dijual. Pengelolaan yang lebih terorganisir dan strategis. Tentunya tidak dapat dipungkiri bahwa masyarakat dengan gaya hidup modern lebih memilih berbelanja di pasar modern yang oleh sebagian orang dianggap lebih bergengsi dibandingkan berbelanja di pasar tradisional.

Stigma kurang baik yang melekat pada pasar tradisional juga seringkali terjadi yang disebabkan oleh perilaku para pedagang itu sendiri. Pedagang sering menawarkan barang secara acak dengan harga yang sangat tinggi dari harga modal. Perdebatan antara pedagang dan pembeli tak jarang terjadi akibat kesalahpahaman saat negosiasi antar pembeli terjadi. Pedagang sering menipu konsumen dengan memainkan timbangan.

Ilustrasi suasana pasar tradisional (Youtube: rmdh.)

Namun jika dibandingkan dengan pasar modern, pasar tradisional identik dengan tempat yang ramai, kotor dan basah. Selain itu, pasar tradisional sering dikaitkan dengan pencitraan. Sebagian masyarakat, terutama kalangan menengah ke atas, merasa enggan untuk berbelanja di pasar tradisional. Hanya di pasar tradisional Anda dapat menemukan banyak relasi yang tidak dapat ditemukan di pasar modern.

Menyelesaikan transaksi di pasar tradisional adalah bukti pengalaman Anda dalam bernegosiasi. Mengapa? Ini karena pedagang biasanya berpegang teguh pada harga yang ditawarkan kepada pembeli. Tentunya dengan kejujuran dan profesionalisme dengan tetap menjaga tradisi harga dan inovasi. Kecerdikan pembeli memungkinkan pembeli menawar dengan harga serendah mungkin.

Melalui proses tawar menawar inilah, Anda dapat mengembangkan hubungan yang erat antara pedagang dan pembeli. Walaupun pasar tradisional identik dengan kotor dan berlumpur, dan merupakan sumber kemacetan. Namun pasar tradisional sebenarnya merupakan cerminan dari ekonomi masyarakat kecil dan menengah. Selain itu juga sebagai harapan bagi para petani, petani dan produsen lainnya.

Penulis: Nadhifa Fitrina
(Mahasiswa Jurnalistik, Politeknik Negeri Jakarta)

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

Dari Doa Ibu ke LoA Dunia: Gelar Tidak Menunggu Tenang, Ia Melangkah di Tengah Guncang

Dari Doa Ibu ke LoA Dunia: Gelar Tidak Menunggu Tenang, Ia Melangkah di Tengah Guncang

Editor Redaksi
24 Desember 2025
0

Gelar Abdi Fistawan di Lingkungan Universitas New South Wales (UNSW) di Sydney, Australia (02/10/2025). (Foto: Dokumentasi Pribadi) Oleh: Arum Kusuma...

Inspiratif! Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Semarang Sukses Menyeimbangkan Kuliah dan Kepanitiaan di Acara Komukino 2025

Inspiratif! Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Semarang Sukses Menyeimbangkan Kuliah dan Kepanitiaan di Acara Komukino 2025

Editor Redaksi
22 Desember 2025
0

Semarang, JurnalPost.com, 18 Desember 2025 — Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (USM) Kembali menunjukkan kapasitas dan profesionalisme mereka...

Melangkah Teguh Menuju Puncak Prestasi

Melangkah Teguh Menuju Puncak Prestasi

Editor Redaksi
16 Desember 2025
0

Oleh : Resti Melysa JurnalPost.com - Di balik sorak penonton dan gemerlap arena pertandingan, tersimpan kisah panjang tentang disiplin, pengorbanan,...

SEMESTER TANPA AKHIR

SEMESTER TANPA AKHIR

Editor Redaksi
16 Desember 2025
0

Oleh: Yogi Saputra Nim        :22016160 Matkul   :Berita dan Fotografi JurnalPost.com - Langit sore di atas kampus terlihat sama seperti bertahun-tahun...

Air Terjun Lubuk Batang:  Pesona Tersembunyi dari Lima Puluh Kota

Air Terjun Lubuk Batang: Pesona Tersembunyi dari Lima Puluh Kota

Editor Redaksi
7 Desember 2025
0

Oleh: Eza Dwi Rahayu Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, UNP JurnalPost.com - Di tengah eksotisme Kabupaten Lima Puluh Kota,...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.