
Oleh: Ade Listia Damayanti
Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur
JurnalPost.com – Pertanian perkotaan atau urban farming semakin menjadi tren dalam beberapa tahun terakhir, terutama di tengah kekhawatiran akan ketahanan pangan dan juga untuk mendukung gaya hidup yang berkelanjutan. Serangkaian dalam penugasan Kampus Mengajar angkatan 7, mahasiswi Agribisnis UPN Veteran Jawa Timur memperkenalkan konsep tabulampot kepada para environmentalist SMP PGRI 13 Kota Bogor.
Tema yang diusung adalah “Tabulampot: Pendekatan Revolusioner dalam Pertanian Urban”. Tabulampot, singkatan dari tanaman buah dalam pot, merupakan konsep pertanian urban yang inovatif dan ramah lingkungan. Melalui tabulampot, kita bisa menanam berbagai jenis buah-buahan dalam pot atau wadah kecil di lingkungan perkotaan yang minim lahan kosong. Konsep ini tidak hanya memungkinkan kita untuk memiliki akses mudah terhadap buah-buahan segar di lingkungan perkotaan, tetapi juga mempromosikan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan.
Mengapa Tabulampot Penting bagi para Environmentalist?
1. Konservasi Ruang Hijau: Dengan menanam buah-buahan dalam pot, kita dapat menghemat ruang dan mencegah perambahan lahan. Hal ini penting untuk diperhatikan, terutama di kota-kota yang terus berkembang, di mana lahan hijau semakin terbatas.
2. Pengurangan Emisi Karbon: Dibandingkan dengan buah-buahan yang harus diimpor dari luar kota atau negara, tabulampot mengurangi jejak karbon karena tidak melibatkan transportasi jauh. Hal ini membantu dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dan dampak negatifnya terhadap lingkungan. Hal ini juga mendukung aksi penghijauan lingkungan yang mana tabulampot juga berkontribusi pada penghasilan oksigen di perkotaan, karena tanaman yang ditanam akan menghasilkan oksigen melalui proses fotosintesis. Dengan demikian, praktik tabulampot menjadi langkah praktis dalam memperbaiki kualitas udara dan mengurangi dampak negatif urbanisasi terhadap lingkungan.
3. Pendidikan Lingkungan: Melalui praktik pengenalan tabulampot, para environmentalist dapat menyambung aksi memperkenalkan dan mempraktikan pertanian berkelanjutan di lingkungannya, salah satunya dengan tabulampot.
Mengenalkan konsep tabulampot kepada para siswa SMP PGRI 13 Kota Bogor dapat menjadi langkah awal yang baik dalam membangun kesadaran lingkungan dan kemandirian pangan. Namun, tanpa praktik langsung bersama siswa-siswi rasanya tidak bisa memastikan tingkat pemahaman mereka terhadap materi yang disampaikan. Maka dari itu, mahasiswi juga mengadakan praktik bersama pembuatan tabulampot di SMP PGRI 13 Kota Bogor.
Kegiatan praktik pembuatan tabulampot ini merupakan langkah mengalokasikan area di sekolah untuk pembuatan tabulampot yang dapat dijadikan sebagai proyek bersama. Para siswa dapat bekerja sama dalam menanam dan merawat tanaman tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 3 Juni 2024 bersama 20 orang siswa “environmentalist”. Para siswa sangat antusias saat praktik langsung dan terpicu untuk bertanya lebih detail terkait tabulampot. Ada 4 jenis tanaman buah yang diperkenalkan yakni, tanaman buah jambu, jeruk, plum, dan belimbing.
Pengenalan konsep tabulampot kepada para environmentalist SMP PGRI 13 Kota Bogor adalah langkah penting dalam memperkuat kesadaran lingkungan dan mempromosikan pertanian urban yang berkelanjutan. Melalui praktek tabulampot, para siswa dapat belajar tentang pentingnya menjaga lingkungan, kemandirian pangan, dan bagaimana setiap individu dapat berkontribusi dalam membangun masa depan yang berkelanjutan.




