JurnalPost.com – Kemalasan seringkali menjadi masalah utama dan hambatan bagi para mahasiswa dalam menjalankan berbagai kegiatan yang berhubungan tentang kampus. Kemalasan juga dapat merugikan mahasiswa seperti menurunnya perkembangan akademik, menghambat pencapaian tujuan, mengurangi kualitas diri, bahkan juga dapat menjadi penghambat jalan mahasiswa menuju kesuksesan. Godaan untuk bersantai-santai, nongkrong, jalan-jalan bersama teman, nonton, menunda pekerjaan, berselancar di media sosial, dan menghindari berbagai tugas kuliah sangat sulit untuk dihindarkan. Namun, selain godaan-godaan tersebut ada berbagai faktor lain yang menjadikan mahasiswa merasa malas. Dalam pembahasan kita kali ini, kita akan sama-sama menjelajahi beberapa alasan mengapa mahasiswa menjadi malas dan solusi untuk mengatasi kemalasan dalam dunia perkuliahan.
1. Kurangnya motivasi
Kurangnya motivasi dapat menyebabkan mahasiswa tidak bersemangat dalam melakukan aktivitasnya selama masa perkuliahan. Kurangnya motivasi dapat terjadi oleh berbagai hal. Salah satunya yang banyak terjadi yaitu jurusan dan kampus yang tidak sesuai dengan keinginan. Apabila mahasiswa tidak segera menemukan motivasi lain untuk menjalankan perkuliahannya maka tentu saja, hal ini akan menjadi penghambat serta menjadi penderitaan bagi mahasiswa yang tidak akan ada akhirnya.Selain itu, ada beberapa faktor lain yang membuat mahasiswa akhirnya kehilangan motivasi seperti kebosanan terhadap rutinitas, nilai yang jelek, jadwal yang padat, tugas yang banyak, dan lain sebagainya.
2. Masalah Pribadi
Masalah pribadi seperti masalah kesehatan, keluarga, keuangan, percintaan, hubungan interpersonal, ataupun masalah pribadi lainnya dapat membuat mahasiswa mengalihkan perhatian mereka terhadap perkuliahan ke masalah tersebut. Masalah-masalah yang paling sering terjadi oleh mahasiswa diantaranya seperti sakit, kesulitan ekonomi untuk membayar kuliah, patah hati oleh pasangan, galau, pertengkaran, dan lain sebagainya. Terkadang masalah-masalah tersebut bahkan membuat mahasiswa menjadi stress, depresi, dan tertekan sehingga mahasiswa menjadi malas dalam mengikuti proses kegiatan belajar di kampus.
3. Lingkungan
Lingkungan yang tidak mendukung merupakan faktor yang paling besar pengaruhnya dalam memicu rasa malas untuk kuliah. Lingkungan yang tidak mendukung dapat berupa pergaulan dan persaingan yang tidak sehat, suasana kelas yang tidak nyaman atau tidak menyenangkan, dosen yang membosankan maupun mempersulit mahasiswa, kurangnya interaksi sosial dan masih banyak lagi. Bergaul dengan teman-teman yang malas juga akan membuat seseorang lama-kelamaan juga akan ikut menjadi malas.
4. Terlena oleh pekerjaan
Berkuliah sambil bekerja memanglah hal yang sangat baik untuk dilakukan. Bekerja akan membuat mahasiswa dapat menambah relasi, keterampilan, pengalaman, pemasukan, dan meringankan beban orang tua dalam pembiayaan. Namun, apabila mahasiswa terlena karena tidak bisa membagi waktu atau telah merasa mampu dan tidak membutuhkan pendidikan. Maka hal tersebut akan membuat mahasiswa menjadi malas untuk belajar dan menomorduakan perkuliahan.
5. Prokrastinasi
Prokrastinasi adalah perilaku menunda-nunda sesuatu yang dilakukan secara sengaja meskipun mengetahui bahwa penundaan tersebut memiliki akibat yang negatif. Mahasiswa cenderung menunda-nunda tugas ataupun kegiatannya hanya untuk kegiatan yang menyenangkan dan bersantai-santai. Kegiatan bersantai tersebut seperti menjelajahi social media selama berjam-jam, menonton TV, jalan-jalan bersama teman dalam rentan yang sering, nongkrong, dan aktivitas menyenangkan lainnya. Akibatnya mahasiswa menjadi malas menyelesaikan tugasnya dalam waktu cepat dan menunda-nunda hingga mendekati batas akhir pengumpulan atau hari-H.
Nah, itu dia beberapa alasan mengapa mahasiswa menjadi malas. Adapun solusi yang dapat dilakukan diantaranya, yaitu:
Pertama, dengan memberikan paksaan kepada diri sendiri untuk melawan rasa malas dengan tidak menunda-nunda tugas dan berkomitmen untuk segera menyelesaikannya. Hal tersebut dapat direalisasikan salah satunya dengan menentukan tujuan yang jelas sehingga dapat menetapkan prioritas. Menentukan tujuan dapat dilakukan dengan membuat target atau jadwal. Jadwal yang terorganisir akan sangat membantu mahasiswa dalam menentukan prioritasnya. Penentuan prioritas akan memudahkan mahasiswa dalam membagi waktu dan menggunakan waktunya untuk mengerjakan tugas maupun kegiatan penting lainnya.
Kedua, mencari motivasi. Motivasi adalah dorongan yang ada pada diri seseorang untuk melakukan sesuatu dengan tujuan tertentu. Motivasi bagi mahasiswa salah satunya dapat diperoleh dengan mengingat lagi apa yang menjadi alasannya saat memutuskan untuk kuliah. Sebagai contoh motivasi dapat diperoleh dengan mengingat perjuangan orang tua, banyaknya biaya yang telah dikeluarkan selama kuliah, dan pemikiran terhadap masa depan.
Ketiga, menghindari berbagai gangguan yang dapat menjadi penghambat mahasiswa dalam berproses. Misalnya, saat akan belajar matikan ponsel dan cari lingkungan yang tenang agar fokus tidak terganggu, berani menolak ajakan nongkrong ataupun kegiatan yang kurang bermanfaat serta jauhi berbagai gangguan lainnya.
Berakhir sudah artikel kali ini, kita telah membahas alasan mengapa mahasiswa sering kali menjadi malas dan juga beberapa solusinya. Kemalasan bukanlah suatu hal yang tidak dapat diatasi. Kemalasan mungkin saja bisa kita hadapi dengan mengikuti beberapa solusi yang telah kita bahas. Selamat mencoba dan semoga berhasil. Ingatlah, bahwa masa depan bukan hanya sekedar takdir tapi juga adalah hasil dari usaha yang kita lakukan sekarang.
Oleh : Andina Rahmawati
Mahasiswi Universitas Sebelas Maret




