• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Mempertahankan Keharmonisan Keluarga di Era Digital

Editor Redaksi
21 Maret 2024
in Citizen Reporter

Oleh: Kerenhapukh Eunike Befalya Mahasiswi Sekolah Vokasi IPB University

JurnalPost.com – Keluarga merupakan lingkungan sosial yang sangat dekat hubungannya dengan seseorang. Di keluarga itu seseorang dibesarkan, bertempat tinggal, berinteraksi satu dengan yang lain, dibentuknya nilai-nilai, pola pemikiran dan kebiasaanya dan berfungsi sebagai saksi segenap budaya luar dan mediasi hubungan anak dengan lingkungannya. Bussard dan Ball (1996). Keluarga juga diartikan secara lebih luas oleh para sosiolog modern sebagai sistem interaksi relasional yang teratur dan terjadi secara alami, yang biasanya menempati hunian yang sama dalam jangka waktu yang lama, dan memiliki kumpulan gambaran interpersonal yang tersusun melalui pertukaran pesan dari waktu ke waktu. Dalam membangun suatu hubungan tentunya terjadi suatu proses komunikasi. Sama halnya dengan hubungan tingkatan terdekat yaitu keluarga, di dalamnya anggota keluarga saling berkomunikasi dan membentuk suatu pola komunikasi yang unik.

Komunikasi yang terjadi dalam keluarga melibatkan paling sedikit dua orang yang mempunyai sifat , nilai-nilai, pendapat , sikap, pikiran dan perilaku yang khas dan berbeda-beda. Dan dengan perbedaan tersebut mereka dipersatukan dalam sebuah hubungan dekat yaitu keluarga, maka hal ini akan membentuk pola komunikasi yang sangat beragam dan berbeda antar anggota keluarga lain. Setiap keluarga mempunyai pola komunikasi tersendiri. Terlebih di era digital seperti sekarang, komunikasi keluarga turut dipengaruhi oleh teknologi yang mengakibatkan makin banyaknya pola yang dapat tercipta. Namun selain itu, pengaruh teknologi dalam komunikasi keluarga ternyata juga dapat membawa permasalahan.

Komunikasi personal dalam keluarga di era digital
Komunikasi interpersonal dalam kehidupan keluarga merupakan suatu proses di mana pesan- pesan dengan efek dan umpan balik yang berbeda dikirim dan diterima antar anggota keluarga. Komunikasi anggota keluarga bertukar informasi, pemikiran,ide sebagai proses transaksional. Komunikasi personal sebagai suatu proses, merupakan rangkaian kegiatan, peristiwa yang terjadi secara terus menerus. Komunikasi antar personal bukan sesuatu yang statis, tetapi suatu yang dinamis. Segala sesuatu yang tercakup dalam komunikasi personal selalu dalam keadaan berubah yaitu yang melakukan komunikasi, pesan maupun lingkungannya.
Tujuan komunikasi antar personal dalam keluarga, yaitu :

1. Untuk mendapat perspektif baru dalam lebih memahami dan sikap diri di antara anggota keluarga
2. Untuk lebih memahami kondisi keluarga yang lebih baik
3. Menciptakan dan memelihara hubungan yang lebih bermakna
4. Mengubah sikap dan perilaku anggota keluarga
5. Bercengkrama untuk memberi suasana melepas ketegangan dan kejenuhan

Terjadi di tengah hubungan keluarga, maka setiap komponen komunikasi memiliki keterkaitan dan saling mempengaruhi. Karena dekatnya hubungan tersebut, jika terjadi suatu perubahan kepada salah satu komponen maka komponen yang lain turut merasakannya. Komunikasi personal dalam keluarga kini terkena dampak baik dan buruk di tengah digitalisasi. Dampak

baiknya kini terdapat banyak sekali alat komunikasi yang tetap dapat menghubungkan antar anggota keluarga. Kecanggihan yang ada dapat membuat jarak dan waktu tidak lagi begitu berarti dalam menjalin komunikasi personal dalam keluarga. Namun tetap saja hal ini juga membawa dampak buruk yaitu, hilangnya hakekat dari hubungan personal dalam keluarga. Dalam beberapa kondisi, kemajuan teknologi malah dapat memberi jarak yang berarti dalam sebuah proses komunikasi personal di dalam keluarga.

Permasalahan komunikasi keluarga di era digital
Era digital memberikan pengaruh yang begitu besar pada segala aspek kehidupan manusia, termasuk aspek komunikasi. Hadirnya teknologi memproses kebiasaan-kebiasaan baru di dalam proses komunikasi manusia, termasuk di dalam menjalin komunikasi keluarga. Pada hakekatnya komunikasi keluarga bersifat terbuka, saling ketergantungan, kompleks, dan adaptif. Namun di era digital seperti sekarang ini hal tersebut tidak lagi terjalin seperti yang seharusnya. Keterbukaan adalah hal yang penting di dalam sebuah proses komunikasi, kita dapat saling percaya antar lawan bicara jika ada keterbukaan di dalamnya. Keluarga adalah kelompok sosial terdekat yang maka dari itu keterbukaan memang seharusnya hadir secara alami di tengah keluarga, namun keterbukaan ini makin berkurang di era digital. Dengan memanfaatkan teknologi komunikasi yang ada seperti gadget, kita justru menjadi suka menyembunyikan sesuatu saat melakukan komunikasi. Kita berpikir karena ada jarak dan keterbatasan saat berkomunikasi melalui gadget tidak masalah jika berbohong untuk beberapa hal, namun hal tersebut merupakan awal dari terjadinya suatu permasalahan komunikasi keluarga di masa kini.

Merasa tetap dapat terhubung karena hadirnya aplikasi yang dapat membantu proses komunikasi seperti Whatsapp, Instagram, Zoom, X dan lain sebagainya membuat rasa ketergantungan antar anggota keluarga memudar. Padahal komunikasi secara langsung tetap tidak bisa dibandingkan dengan apapun. Lebih parahnya justru alat komunikasi seperti itu malah dapat mengganggu proses komunikasi keluarga secara langsung. Sebuah keluarga yang sedang berkumpul dapat saling diam dan pasif karena semua sibuk dengan gadget-nya masing- masing. Tidak lagi terjalin proses komunikasi yang hangat dan dapat mempererat hubungan di tengah-tengah keluarga.

Membangun komunikasi keluarga yang efektif di era digital
Mungkin sekarang bagaimana membangun komunikasi yang efektif dan menjaga keharmonisan hubungan keluarga di era digital menjadi suatu hal yang ingin diketahui setiap anggota keluarga. Yang utama untuk menjadikan komunikasi keluarga tetap efektif di era digital adalah dengan tidak menghilangkan hakekat komunikasi keluarga yaitu, keterbukaan, saling ketergantungan, kompleks, dan adaptif. Semua itu harus hadir di setiap komunikasi yang terjalin di dalam keluarga dan tentunya dengan tujuan yang positif.

Virginia Satir menemukan bahwa dalam keluarga yang sehat, anggotanya memiliki harga diri yang tinggi; komunikasi bersifat langsung, jelas, akurat dan jujur; peraturannya sangat fleksibel, humanistik dan pokok bahasannya selalu berubah; dan hubungan kekeluargaan hingga kehidupan sosial sangat terbuka dan penuh harapan. Dalam keluarga seperti itu mereka secara aktif mendengarkan, memperhatikan satu sama lain, memperlakukan anak sebagai manusia, saling menyentuh dan mendiskusikan kekecewaan, ketakutan, rasa sakit, kemarahan dan kritik secara terbuka, sama terbukanya dengan ketika berbicara tentang kebahagiaan dan penghargaan.

Penting juga untuk mengingat bahwa keluarga adalah yang utama. Kemajuan teknologi komunikasi sehebat apapun tidak akan bisa menggantikan sentuhan dan cengkrama secara

langsung bersama keluarga. Gunakan teknologi komunikasi yang hadir dengan bijak dan untuk suatu hal yang dapat membawa dampak yang positif bagi hubungan keluarga. Hargailah waktu kumpul bersama keluarga, sebisa mungkin untuk tetap fokus berinteraksi dengan anggota keluarga yang lain dan jangan teralihkan dengan gadget masing-masing. Karena pada akhirnya yang dapat mengerti kita adalah keluarga terdekat bukanlah kesenangan yang teknologi berikan.

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

Mengembangkan Karir Housekeeping Melalui One Day Career MedWist di Grand City Hotel Solo

Mengembangkan Karir Housekeeping Melalui One Day Career MedWist di Grand City Hotel Solo

Editor Redaksi
29 September 2024
0

JurnalPost.com - Salah satu tujuan pelatihan Housekeeping adalah pelatihan tentang pekerjaan di housekeeping agar kandidat memiliki skills yang diperlukan saat...

Pengabdian Masyarakat Dosen Departemen Biokimia IPB University: Peningkatan Kesehatan Masyarakat Desa Sukamaju melalui Minuman Fungsional Herbal ‘SIJAKA’ dan Sari Kedelai

Pengabdian Masyarakat Dosen Departemen Biokimia IPB University: Peningkatan Kesehatan Masyarakat Desa Sukamaju melalui Minuman Fungsional Herbal ‘SIJAKA’ dan Sari Kedelai

Editor Redaksi
2 September 2024
0

Bogor, JurnalPost.com (27/08) - Departemen Biokimia, IPB University menyelenggarakan kegiatan SKEMA: Masyarakat Sehat Pangan Sehat: Peningkatan Kesehatan melalui pengolahan sumber...

Tutorial Pembuatan Buket Snack; Mahasiswa PMM UMM Mengadakan Kegiatan Edukatif dan Kreatif untuk Pemuda Karang Taruna

Tutorial Pembuatan Buket Snack; Mahasiswa PMM UMM Mengadakan Kegiatan Edukatif dan Kreatif untuk Pemuda Karang Taruna

Editor Redaksi
30 Agustus 2024
0

JurnalPost.com - Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang merupakan suatu agenda yang wajib di lakukan bagi semua...

Kembangkan Kolaborasi Desa dengan Media Massa, PMM Mahasiswa UMM Desa Kalisongo Adakan Pelatihan Sosialisasi Pengembangan Press Release

Kembangkan Kolaborasi Desa dengan Media Massa, PMM Mahasiswa UMM Desa Kalisongo Adakan Pelatihan Sosialisasi Pengembangan Press Release

Editor Redaksi
29 Agustus 2024
0

JurnalPost.com - Pada Senin, 12 Agustus 2024, Kelompok PMM Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan kegiatan Sosialisasi Media Massa di...

PELATIHAN PEMBUATAN TAS ANYAMAN BERSAMA IBU-IBU PEMILIK UMKM

PELATIHAN PEMBUATAN TAS ANYAMAN BERSAMA IBU-IBU PEMILIK UMKM

Editor Redaksi
29 Agustus 2024
0

JurnalPost.com - Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) adalah program pengabdian yang dilakukan Mahasiswa aktif Universitas Muhammadiyah Malang untuk berkontribusi...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.