JurnalPost.com, Kampus Merdeka – Kampus Merdeka merupakan bagian dari kebijakan Merdeka Belajar oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa/i untuk mengasah kemampuan sesuai bakat dan minat dengan terjun langsung ke dunia kerja sebagai persiapan karier masa depan.
Universitas Sumatera Utara sebagai salah satu Perguruan Tinggi Negeri turut ikut serta mensukseskan program kerja Kemdikbud Ristek dengan membuka program yang sama dengan cakupan lokal untuk membuka kesempatan sebesar-besarnya bagi Mahasiswa dan Mitra untuk membangun dan merealisasikan program yang terbaik.
Salah satu program yang di tawarkan yaitu kampus mengajar. Kampus Mengajar adalah sebuah program yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar di luar kelas selama 1 (satu) semester dengan menjadi mitra guru untuk berinovasi dalam pengembangan strategi dan model pembelajaran yang kreatif dan inovatif di satuan pendidikan sasaran, dengan fokus pada peningkatan kemampuan literasi dan numerasi siswa di sekolah sasaran.
Perkembangan teknologi informasi menuntut kesadaran siswa akan pentingnya literasi. Keterampilan literasi yang baik akan membuka jalan kepada keterampilan berbahasa lainnya, seperti menyumak, berbicara dan menulis. Selain itu, literasi yang baik akan mengasah kemampuan seperti berpikir kritis, kreatif inovatif serta menumbuhkan budi pekerti siswa. Kesadaran untuk mencari dengan cara membaca secara mandiri haruslah dibina, agar siswa aktif berpikir disaat proses pembelajaran. Siswa dituntut proaktif mencari informasi serta pengetahuan agar memperoleh pengetahuan yang luas.
Terkait literasi yang masih rendah di Indonesia, rendahnya minta baca atau literasi yang terjadi di Indonesia disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya yaitu,belum adanya kebiasaan membaca sejak dini, kurangnya motivasi untuk membaca,sikap malas untuk mrngembangkan gagasan dan adanya perkembangan teknologi yang semakin canggih ternyata turut meninggalkan budaya literasi di Indonesia.
Maka dari itu saya Vani Sitanggang (200902091) Mahasiswi Ilmu Kesejahteraan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara, dengan kegiatan MBKM Program Kampus Mengajar. Selain kegiatan kampus kampus mengajar Vani Sitanggang juga melakukan kegiatan praktik kerja lapangtan ( PKL ). Dalam kegiatan kampus mengajar, Vani Sitanggang di monitoring oleh Dosen Pembimbing Lapangan ( DPL ) yaitu bapak Fajar Utama Ritonga S.Sos. M.Kesos Kepala Sekolah SD N. 064034 Ingan Pulungan Ginting, dan Guru Pamong Sarni S.Pd Dan di monitoring oleh Dosen Penganpu Mata Kuliah Fajar Utama Ritonga S.Sos. M.Kessos. Oleh karena itu saya vani sitanggang melakukan mini project untuk menyadarkan para siswa akan pentingnya literasi. Vani Sitanggang menerapkan pada siswa UPT SD N. 064034 Medan Johor untuk melakukan literasi 15 menit sebelum pembelajaran dimulai.

Untuk mengembangkan kemampuan literasi pada siswa di SD N. 064034 Medan Johor Vani sitanggang menggunakan metode grup work yang terdiri dari beberapa tahapan :
Tahap Engagement, Intake, Contact
Engagement merupakan proses membangun relasi professional yang positif dan harus menunjukan sikap empati, dan keaslian pada siswa dan siswi. Intake merupakan perkenalan pada siswa siswiyang dimana akan bersedia untuk membantu klien ( siswa) yaitu membiasakan kegiatan literasi pada siswa . Dan yang terakhir contact adalah kesepakatan kontrak atau perjanjian berapa lama proses intervensi yang di lakukan.
1. Tahapan Assesmen
Tahapan ini di awali dengan masalah apa yang di hadapi, penyebab dan terjadinya masalah dan potensi apa yang dapat di lakukan untuk menyelesaikan masalah klien. Disini saya melakukan wawancara terhadap siswa di SD N. 064034 dari hasil wawancara dapat menemukan bahwasannya siswa di SD N. 064034 cenderung memiliki kurang minat membaca .
2. Tahap Planning
Pada tahap ini berisi penentuan strategi atau program yang tepat dan sengaja di rancang untuk di gunakan dalam menyelesikan masalah siswa, saya menyusun rencana yang akan saya gunakan untuk menyelesaikan permasalahan ini. Dalam tahap ini saya mulai membiasakan mereka untuk membaca selama 15 menit sebelum mulai proses belajar mengajar
3. Tahap evaluasi
Pada tahap ini, akan dilihat apakah tahap Intervensi yang dijalankan apakah dapat tepat sasaran dan berhasil baik atau tidak. Upaya saya dalam mengevaluasi yaitu dengan cara melihat para siswa yang melakukan project yang Vani Sitanggang berikan.
4. Tahap Intervensi
Di tahap ini, merupakan tahapan pelaksanaan rencana penyelesaian masalah yang telah disepakati sebelumnya. Dalam hal ini saya mengarahkan kepada siswa beberapa buku-buku cerita anak-anak yang layak untuk mereka baca.
5. Terminasi
ini menandai berakhirnya perjanjian antara tenaga sosial dan klien yang berjalan dengan sukses sesuai dengan harapan yang ditetapkan pada awal program.
Dengan demikian, Vani Sitanggang berharap melalui program kampus mengajar ini dapat membiasakan siswa siswi di UPT SD N. 064034 membaca , sadar akan pentingnya literasi .


