JurnalPost.com – Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa atau akrab disebut (PMM) merupakan kegiatan yang wajib yang ditempuh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang sebagai wujud nyata gerakan sosial dan salah satu bagian dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Pada tanggal 19 Januari hingga 19 Februari kelompok 11 gelombang 5 melakukan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) di Rusunawa Buring 1, berlokasi di Jl. Mayjen Sungkono, Buring Kec. Kedungkandang, Kota Malang.
Kelompok PMM tersebut mengusung tema “Menggali Potensi Sejak Dini Anak Rusunawa Buring 1 Kota Malang dengan Memupuk Soft Skill dan Membentuk Karakter untuk Generasi yang Gemilang”. Dalam pelaksanaannya, mereka merupakan empat mahasiswa Ilmu Komunikasi dan seoarang mahasiswa Ilmu Hukum angkatan 2022, yaitu Hafis rahman (202210040311178), Hernando Yoga Pratama (202210040311170), Aurelia Bintang Marshanda (202210110311303), Afra Nur Afifa (202210040311329), Nurizzah Amelia I. P (202210040311295). Pelaksanaan kegiatan kami juga dibimbing oleh Ibu Widiya Yutanti, S.Sos, M.Α. sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).
Soft Skill menjadi fokus perhatian yang dilakukan dalam kegiatan PMM ini, dengan latar belakang kurangnya kesadaran dan pengetahuan anak-anak Rusunawa terkait soft skill yang dimiliki, dimana hal tersebut tentunya sangat diperlukan untuk kepentingan masa depan mereka. Soft skill sendiri menjadi kemampuan individu yang cukup penting untuk kehidupan bermasyarakat, sekolah, bahkan di dunia kerja. Beberapa contoh soft skill yaitu, berpikir kritis, public speaking, kepemimpinan, manajemen waktu, kreatifitas, dan masih banyak lagi. Dalam kegiatan ini, PMM Kelompok 11 Gelombang 5 ingin berfokus dalam meningkatkan kreatifitas anak-anak Rusunawa Buring 1 pada rentang usia 9-15 tahun dengan membuat gelang dari benang dan manik-manik.
Selama kegiatan berlangsung, Kelompok 11 juga berkolaborasi bersama suatu komunitas sosial yang bergerak di bidang pendidikan yaitu Laskar Belajar. Laskar Belajar memiliki rumah belajar dengan naman Aku Satu Rusunawa atau biasa disebut AKSARA yang bertempat di aula Rusunawa Buring 1. Aula tersebut yang kemudian Kelompok 11, Laskar Belajar, dan anak-anak Rusunawa Buring 1 bersama-sama belajar bagaimana cara mebuat gelang dari benang dan manik-manik secara mandiri yang dilaksanakan pada tanggal 13 dan 14 Februari 2024.
Kegiatan ini diawali dengan penjelasan apa saja bahan-bahan dan alat yang dibutuhkan, dimana mereka akan mendapatkannya, hingga kisaran harga yang terpatok jika barang jadi akan dijual. Beranjak dari itu, tutorial bagaiaman pembuatan gelang diberikan untuk mengajarkan kepada anak-anak bagaimana proses pembuatan gelang dari benang dan manik-manik. Selanjutnya agar lebih efektif anak-anak dibagi menjadi 2 kelompok, 1 kelompok putri dan 1 kelompok putra. Saat kelompok telah terbentuk pembuatan gelang pun mulai berlangsung, secara bergantian anak-anak mengikuti apa yang telah dicontohkan diawal.

Selama proses kegiatan berlangsung, tentunya setiap kelompok didampingi oleh mahasiswa PMM untuk membantu dan mengawasi jalannya kegiatan. Anak-anak Rusunawa Buring 1 cukup antusias dengan kegiatan ini, bahkan kegiatan ini adalah kegiatan yang paling mereka tunggu-tunggu dari Kelompok 1. Ketika akan membuat, mereka ramai dan berebut saat memilih warna yang mereka sukai dari benang dan manik-manik yang telah disediakan. Beberapa dari mereka juga sangat aktif bertanya saat mengalami kesulitan saat mengikat ataupun menggunting tali, yang kemudian akan diabantu dan dibimbing langsung oleh mahasiswa PMM yang mendampingi mereka.
Disamping itu, Hafis Rahman selaku Koordinator Kelompok 11 menjelaskan bahwa kegiatan ini selain bertujuan untuk meningkatkan kreatifitas anak-anak juga dapat menumbuhkan nilai Entrepreneurship karena gelang yang mereka buat juga memiliki nilai jual. Pada dasarnya salah satu soft skill yang sedang kami salurkan kepada anak-anak adalah dengan harapan akan berguna bagi mereka nantinya jika mereka tertarik di bidang tersebut. Karena selain itu mengetahui dan mengasah soft skill yang dimiliki, nilai jual tersebut nantinya juga akan mendorong naiknya taraf kehidupan mereka.
Beberapa jam setelah kegiatan berjalan, anak-anak tampak heboh dan puas dengan hasil yang diperoleh dengan perjuangan mereka diawal saat mencoba membuat. Gelang-gelang sudah terlihat langsung terpakai di tangan mereka masing-masing, berwarna-warni dan sangat cantik sekali. Mereka bahkan tidak hanya membuat satu gelang, namun dua sampai tiga gelang. Kegiatan pada hari itu ditutup dengan tawa renyah dan ucapan terima kasih oleh anak-anak Rusunawa Buring 1, kegiatan berlangsung sangat menyenangkan serta membuat penuh isi hati.




