JurnalPost.com – Kampus Merdeka merupakan salah satu bagian kebijakan Merdeka Belajar yang dibuat oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi yaitu Bapak Nadiem Anwar Makarim. Salah satu bagian dari kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) itu sendiri yaitu Kampus Mengajar yang bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar dan mengembangkan kemampuan dirinya dengan keahlian dan keterampilan yang dimiliki melalui aktivitas di luar kelas. Kampus Mengajar juga mengajak mahasiswa untuk menjadi mitra guru dan sekolah dalam pengembangan model pembelajaran, serta mengembangkan kreativitas serta inovasi dalam pembelajaran di sekolah yang tentunya diharapkan dapat membawa dampak pada penguatan pembelajaran.
Kampus Merdeka juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mendalami peran yang dimiliki oleh guru ataupun staf yang bekerja di sekolah, tidak hanya mengajar di ruang kelas mahasiswa juga diharapkan dapat mengetahui apa saja yang terjadi di lingkungan sekolah, oleh sebab itu diperlukan kemampuan untuk dapat berbaur dan menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah. Kampus Merdeka ini juga memberikan tantangan untuk mahasiswa untuk mengemban tanggung jawab sebagai bagian dari sekolah tersebut dalam waktu yang sudah ditentukan. Mahasiswa diharapkan dapat ikut ambil bagian daris setiap kegiatan yang dilakukan oleh sekolah tersebut agar ikut merasakan peran dari guru ataupun staf yang bekerja di sekolah tersebut.
Dinas pendidikan kota Medan bekerjasama dengan program Kampus Mengajar dan bermitra dengan Universitas Sumatera Utara, dimana salah satu prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara mengikuti program Kampus Mengajar Mitra USU yang bersandingan dengan Praktik Kerja Lapangan (PKL 1) yang merupakan praktik yang wajib dilaksanakan guna memenuhi mata kuliah di semester 6. Saya Roh Binardo Sipayung yang merupakan salah satu mahasiswa prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial ikut ambil bagian dalam program ini
Tempat praktik saya berlokasi di UPT SDN 065013 Jl. Setia Budi, Gg.Inpres, Tanjung Sari, Medan Selayang. Kegiatan kampus mengajar ini berlangsung dari tanggal 13 Maret hingga 30 Juni 2023, yang dimana target dari program ini adalah para siswa karena para mahasiswa sudah di berikan modul yang akan di sampaikan kepada para siswa serta menjalankan program yang sudah di persiapkan.
Sebagai tahap awal saya melakukan observasi ke sekolah tempat saya berpraktik, memperkenalkan diri kepada para guru serta memberikan surat perintah tugas kepada kepala seklah dari mitra tersebut, pada kesempatan ini saya juga menyampaikan maksud serta tujuan saya datang ke sekolah tersebut, memberikan modul serta mini project yang akan saya sampaikan selama masa bakti saya di sekolah tersebut, saya juga mengambil waktu untuk berkeliling sekolah dan berkenalan dengan para guru sebagai tahap awal pendekatan dengan tenaga pengajar di sekolah tersebut. Selanjutnya saya juga diberikan kesempatan oleh kepala sekolah untuk masuk ke kelas dan berkenalan dengan para murid dan memperhatikan bagaimana cara guru mengajar di dalam kelas. Pada program ini kepala sekolah memberikan kepercayaan kepada saya untuk melaksanakan program di kelas 4 dan 5 dikarenakan pada jenjang kelas ini para murid diyakini sudah dapat menerima dan mengikuti program yang dijalankan.
Pada project kali ini saya ingin meningkatkan kepercayaan diri para murid untuk tampil di depan khalayak ramai, untuk target paling dekat adalah kepercayaan diri untuk tampil di depan kelas, mengapa saya mengambil project ini dikarenakan masih banyak dari para murid yang belum berani tampil di depan kelas, jadi saya rasa perlu adanya bantuan kepada mereka untuk lebih percaya diri untuk maju tampil di depan kelas. Sebagai mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial saya menggunakan salah satu metode yang di gunakan oleh pekerjaan sosial yaitu metode Group Work untuk menyelesaikan masalah tersebut, adapun tahapan dari metode tersebut adalah :
1. Tahap Engagement dan Intake
Tahap Engagement merupakan tahapan paling awal bagi pekerja sosial ketika menghadapi klien, pada tahap ini saya melakukan pendekatan kepada para siswa yang dimana agar mereka merasa bahwa saya adalah teman mereka untuk masuk ke tahap Intake. Tahap intake merupakan perkenalan lebih mendalam antar kedua belah pihak, saya berkenalan dengan para murid dan saya juga meminta para murid memperkenalkan diri mereka masing-masing secara bergantian.
2. Tahap Assesment
Tahap assessment merupakan tahap pencarian penyebab masalah secara mendalam dan mencari potensi solusi yang mungkin dapat dilaksanakan untuk membantu menyelasikan masalah. Untuk mencari penyebab masalah tersebut saya menanyai para murid untuk lebih mengetahui apa yang mebuat mereka tidak berani tampil di depan kelas, serta saya mengobservasi secara langsung ketika proses belajar mengajar dengan guru. Permasalah yang utama yang membuat mereka takut tampil di depan kelas ada karena ketakutan akan salah ketika tampil dan suasana belajar dengan guru, karena ketika saya mengajar dan tidak ada guru kebanyakan para murid berani tampil kedepan dan menyampaikan jawaban mereka dengan baik.
3. Tahap Planning
Tahap planning merupakan tahap perencanaan solusi yang akan disepakati untuk mengatasi masalah yang mereka hadapi, dalam tahap ini saya berdiskusi dengan para murid tentang beberapa tindakan yang akan dilakukan untuk membantu membangun kepercayaan diri mereka tampil di depan kelas. Saya juga berdiskusi dengan guru untuk mencoba membuat suasana baru di dalam kelas ketika guru mengajar.
4. Tahap Intervensi
Tahap intervensi merupakan tahap pelaksanaan kegiatan yang telah di rencanakan, para murid saya coba suruh tampil secara bergantian di depan kelas bercerita dilanjutkan dengan menjelaskan materi pelajaran yang baru saja di pelajari, kemudian setelahnya kami masuk dengan guru mata pelajaran mereka dan mencoba Susana belajar yang lebih mempererat kedekatan murid dengan guru.
5. Tahap Evaluasi
Tahap evaluasi merupakan tahap dimana menilai apakah program yang saya laksanakan berhasil atau tidak. Dalam tahap ini dapat dikatakan belum sepenuhnya berhasil dikarenakan ada perkembangan untuk kemauan siswa untuk menjawab pertanyaan guru walaupun tidak sampai maju ke depan kelas, untuk maju ke depan kelas masih terdapat ketakutan pada para murid.
6. Tahap Terminasi
Tahap terminasi merupakan tahapan pengakhiran kontrak antara pekerja sosial dengan klien, pada tahap ini saya merasa peran yang saya lakukan sudah maksimal dan mendapat perkembangan sehingga saya memutuskan untuk melakukan tahap terminasi dengan para murid.
Dengan ini maka saya telah melaksanakan program mini project yang dilakukan di UPT SDN 065013 Medan yang berlokasi di Jl. Setia Budi, Gg.Inpres, Tanjung Sari, Medan Selayang. Walapun target utama yang diharapakan belum tercapai tetapi terdapat perkembangan pada para siswa untuk tampil di depan umum, yang diharapkan kedepannya para siswa dapat berkembang kearah yang lebih baik lagi. Dengan ini juga berakhir program yang saya laksanakan di UPT SDN 065013.


