
JurnalPost.com – Kalian pernah tidak mendengar istilah “Cold Market”, “Warm Market” dan “Hot Market”? Kalau belum yuk kita pelajari ,dan kita bahas satu-satu. Jadi, yang namanya market atau yang biasanya disebut dengan calon pembeli kita itu dibagi menjadi 3 klasifikasi, yakni :
Pertama, COLD MARKET.
Cold Market adalah orang-orang yang belum tahu dan sama sekali belum pernah berinteraksi dengan kita, apalagi membeli produk yang kita jual.. Market jenis ini levelnya masih dingin dan cuek sama kita. Di Cold Market inilah tugas kita sebagai penjual harus mengenalkanya kepada si customer tersebut. Pada fase ini kita tidak boleh mengenalkan produk kita secara membabi buta karena calon pelanggan masih asing sekali ,justru akan mengakibatkan mereka menolak secara terang-terangan. Karena mereka tidak mempunyai hubungan apapun kepada kita baik emosional maupun rasional
Kedua, WARM MARKET.
Warm Market adalah orang-orang yang sudah tahu, sudah kenal, sudah interaksi. Biasanya mereka akan bertanya-tanya mengenai produk kita akan tetapi mereka belum memutuskan untuk membeli, di level ini mereka sudah mulai memiliki ketertarikan dan ingin tahu sama produk kita. Di fase ini mereka hanya memiliki sedikit motivasi terhadap penggunaan produk dan jasa yang kita tawarkan. Tugas kita di fase ini adalah meningkatkan motivasi mereka, istilah gampang nya adalah kita menggiring mereka agar memiliki untuk mengetahui informasi bisnis kita secara jelas. Tujuan kita di Warm Market ini adalah menambah list, meningkatkan target dan proses pelanggan
Ketiga, HOT MARKET.
Hot Market adalah orang-orang yang sudah pernah membeli produk kita, sudah pernah mencoba dan sudah pernah merasakan, istilah sederhananya baru liat langsung chek out dan auto transfer. Pada fase ini menyatakan bahwa customer kita memahami betul tentang kualitas produk kita, percaya kepada kita selaku penjual ,sudah mengetahui setiap produk yan kita jual adalah produk bagus dan tentunya mereka mampu membeli produk kita.
Nah, setelah kita mengetahui kategorisasi Market seperti di atas, maka tugas kita sekarang adalah menggiring mereka dari Cold Market, ke Warm Market, dan ke Hot Market. Komunikasi dan menggunakan etika yang baik ,bisa membuat customer kita nyaman dan enjoy ketika sedang konsultasi mengenai produk yang kita jual
Lalu selanjutnya Langkah apa yang harus dilakukan untuk menggiring Cold Market ke Warm Market?
1. Edukasi
Edukasi tentang tentang produk yang kita jual, kita bisa mengedukaiskan produk kita melalui akun medsos yang biasa kita pakai buat promosi seperti di FB, IG, WhatsApp, Website, dan lain sebagainya.
Cara mengedukasi customer tidaklah sulit ,kita cukup menggunakan pesan caption aja atau dengan bahasa lain yaitu copywriting. Buat mereka tertarik dan ingin tau tentang produk kita dengan menjelaskan keunggulan produk kita, alasan harus memilih produk kita dll, itu semua ada di ilmu copywriting.
2. INTERAKSI.
Perbanyak interaksi dengan calon customer yang sudah mulai tertarik dengan product kita, biasanya si customer ini akan bertanya-tanya mengenai produk kita. Komunikasi dengan baik dan mengunakan etika komunikasi agar customer yang kita layani merasa enjoy.
Apabila sudah terjalin interaksi, sudah saling kenal dan saling trust, maka Warm Market bisa berubah menjadi Hot Market saat mereka memutuskan untuk membeli produk kita.
Jaga terus kepercayaan dari Hot Market ini, karena mereka lah yang kelak akan repeat order lagi dan lagi
Jadi kesimpulannya , potensi terjadinya closing itu saat Market sudah berada di level Warm Market dan Hot Market. Ubahlah dulu Cold Market menjadi Warm Market dengan edukasi, lalu kemudian ubah lagi menjadi Hot Market dengan menjalin interaksi agar menimbulkan trust.
Sehingga kita menawarkan produk, si customer yang tadinyaa sudah di Warm Market, besar peluangnya mau beli.
Oleh: Adhellia Yuri Fatmawati
Mahasiswi Prodi Manajemen Bisnis Syariah yang kini tengah belajar di kampus STEI SEBI Depok




