
Pendidikan: S1 Matematika FMIPA Universitas Sriwijaya (Semester 8)
Penulis: Putri Balqis Azzahra (Mahasiswa Sekolah Vokasi IPB Program Studi Komunikasi Digital & Media)
JurnalPost.com – Meskipun berasal dari latar belakang sederhana, Adi tumbuh sebagai individu yang penuh semangat dan bertekad untuk meraih kesuksesan melalui pendidikan. Dengan penuh keyakinan ia mengatakan bahwa pendidikan adalah kunci untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik di masa mendatang menjadi pendorong utama dalam perjalanan hidupnya. Adi menyadari bahwa pendidikan bukan hanya sekedar akses ke ilmu pengetahuan, tetapi juga merupakan sarana untuk mengatasi keterbatasan dan mencapai impian. Latar belakang sederhana bukanlah penghalang, melainkan motivasi untuk terus berjuang dan membuktikan bahwa setiap orang, tanpa memandang asal-usul, memiliki potensi untuk meraih kesuksesan.
Selama berkuliah, Adi aktif mengikuti berbagai kegiatan yang dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuan. Keterlibatan dalam organisasi dan kepanitiaan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta berpartisipasi dalam berbagai kompetisi, baik di tingkat universitas maupun internasional, menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan akademisnya. Tentu saja, banyak tantangan yang dihadapi dalam perjalanan akademisnya. Keterbatasan finansial, tekanan akademis, dan berbagai rintangan lainnya menjadi ujian sekaligus peluang untuk tumbuh dan berkembang. Namun, Adi percaya bahwa setiap tantangan membawa pembelajaran dan kesempatan untuk memperkuat tekad dan ketahanan diri.
Partisipasi dalam berbagai kegiatan tidak hanya memperluas wawasan, tetapi juga mengasah keterampilan kepemimpinan, kerja sama tim, dan kemampuan beradaptasi. Keikutsertaan dalam kompetisi-kompetisi menuntut saya untuk terus meningkatkan kemampuan akademis dan kreativitas. Melalui dedikasi dan kerja keras, Adi berhasil memenangkan berbagai kompetisi dan meraih prestasi akademis. Semua pencapaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga bukti bahwa perjuangan dan komitmen dapat membawa hasil
yang memuaskan. Adi meyakini bahwa pendidikan bukan hanya tentang mendapatkan gelar, tetapi juga proses transformasi diri menuju pribadi yang lebih baik. Adi melihat setiap tantangan sebagai peluang untuk tumbuh, dan setiap keberhasilan sebagai langkah maju menuju impian yang lebih besar.
Adi memulai perjalanan pendidikan di Universitas Sriwijaya pada tahun 2020, memilih jurusan Matematika karena ia sudah menyukai pelajaran tersebut sejak SMA. Ia yakin bahwa matematika memiliki peran yang krusial terutama di era big data sekarang, sehingga karir pada jurusan tersebut sudah terlihat sangat menjanjikan.
Motivasi Adi untuk mengejar prestasi selama berkuliah terutama di bidang akademis adalah karena ia ingin memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin sebagai seorang mahasiswa. Najwa Shihab pernah berkata bahwa menjadi mahasiswa adalah sebuah privilege, keistimewaan yang tak semua pemuda diberkahi kesempatan. Oleh karena itu, menurut Adi keterlibatan aktif dalam berbagai kegiatan akademis dan organisasi menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilan tambahan, membangun jaringan, dan mendapatkan pengalaman berharga di luar ruang kelas. Kita memiliki kesempatan untuk menjadi the real “agent of change” dan kontributor positif di lingkungan sekitar.
Selain itu karena Adi juga merupakan bagian anak yang mendapatkan bantuan dengan KIP-K di mana biaya pendidikan dibiayai oleh negara, Adi tidak ingin menyia-nyiakan hal ini. ia ingin menunjukkan bahwa anak KIP-K juga bisa berprestasi dan membanggakan. Menurut Adi menjadi mahasiswa berprestasi bukan hanya soal “achievement” tetapi bagaimana kita dapat menjadi diri yang lebih baik lagi kedepannya serta memanfaatkan peluang yang ada untuk meningkatkan value diri. Adi berusaha mengatasi tantangan akademis dan non-akademis dengan cara memanage waktu secara efektif dan tetap konsisten. Untuk tantangan akademis, Adi menyusun jadwal belajar yang teratur, fokus pada tugas yang mendesak, dan berkomunikasi dengan dosen dan teman-teman untuk saling membantu. Adi tetap memprioritaskan kuliah dan tugas-tugas di kelas, namun ia juga memberi perhatian pada kegiatan di luar kelas seperti organisasi, kepanitiaan, dan lomba-lomba tanpa mengabaikan kewajiban akademis. Intinya ia memaksimalkan segala kegiatan yang sedang dilakukan, pada saat kuliah fokus pada kuliah jangan ada mata kuliah yang mengulang, saat organisasi juga harus aktif dan fokus, dan saat ikut lomba usahakan harus menang.
Pencapaian yang paling membanggakan diraihnya ketika ia berhasil menjadi mahasiswa berprestasi utama FMIPA Unsri 2023 (1 dari 1000+ mahasiswa). Kemudian ada juga proyek yang paling berkesan yang pernah ia lakukan yaitu pengabdian masyarakat di salah satu rumah belajar di Palembang. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Dikti. Dalam pelaksanaannya, Adi dan tim mengimplementasikan augmented reality pop-up book sebagai media pembelajaran matematika untuk siswa-siswi sekolah dasar. Adi merasa sangat senang dapat menjadi bagian dari proyek ini karena dapat memberikan sedikit kontribusi di dunia pendidikan khususnya pada anak-anak sekolah.
Setelah menyelesaikan pendidikan tinggi, Adi ingin menjalani karir di bidang data analytics/data science yang relate dengan jurusan pada kuliahnya yaitu matematika. Adi bercita-cita untuk menjadi seorang profesional yang mampu memberikan kontribusi dalam mengolah dan menganalisis data guna memberikan wawasan berharga bagi perusahaan atau organisasi. Selain itu, Adi juga berharap dapat terlibat dalam proyek-proyek yang memiliki dampak positif pada masyarakat dan lingkungan sekitar melalui karir tersebut sesuai dengan motto almamaternya yaitu “Ilmu Alat Pengabdian”.
Kesuksesan bukan hanya tentang pencapaian akademis semata, tetapi juga tentang bagaimana kita memanfaatkan setiap peluang dan tantangan sebagai batu loncatan untuk tumbuh dan berkembang. Sebagai mahasiswa berprestasi, kita memiliki tanggung jawab untuk tidak hanya meraih kesuksesan pribadi tetapi juga berkontribusi pada kemajuan masyarakat. Perjalanan menuju prestasi bukanlah lintasan yang mulus. Tantangan dan kegagalan adalah bagian tak terpisahkan dari proses pembelajaran. Setiap kesalahan adalah pelajaran berharga yang membentuk karakter dan ketangguhan kita. Oleh karena itu, jangan pernah takut untuk mencoba, gagal, dan belajar dari setiap pengalaman. Mencoba lalu gagal lebih baik daripada tidak mencoba lalu menyesal.




