JurnalPost.com – Donor darah terutama baik bagi mereka yang memiliki kandungan besi dalam darah berlebihan karena besi yang berlebih cenderung akan menumpuk pada berbagai organ vital seperti jantung, liver, ginjal dan mengganggu fungsinya.
Selain itu, beberapa penelitian medis, walaupun belum sempurna dijelaskan secara medis, mengemukakan bahwa donor darah rutin akan membantu kelancaran aliran darah. Pengurangan kekentalan darah sehingga menjamin kelancaran suplai darah bagi tubuh tersebut menyebabkan efek positif bagi jantung, ada penelitian yang menyatakan bahwa donor darah rutin mampu membantu mengurangi angka kejadian serangan jantung pada pria.
Mungkin kekhawatiran efek samping dari donor darah seperti yang dijadikan alasan bagi kebanyakan dari kita adalah benar, namun angka kejadiannya jarang. Dengan berbagai tahapan persiapan dan skrining sebelum mendonor maka semua efek samping tersebut nyaris tidak akan terjadi. Kekhawatiran akan terjadinya kekurangan darah (anemia). Dengan pemeriksaan kadar Hb sebelumnya maka hal tersebut dapat dicegah. Selama Hb orang dewasa diatas 12, donor darah relatif aman untuk dilakukan, malah dianjurkan. Memar dapat terjadi pada bekas tusukan jarum, namun jarang luas dan hilang sempurna tidak lebih dari setengah minggu.Salah satu yang lumayan sering dijumpai adalah terjadinya reaksi hipovolemia yang berupa tekanan darah turun mendadak pasca donor sehingga membuat si pendonor merasa pusing, lemas dan mual.
Hal ini dapat dicegah misalnya dengan menanyakan sebelumnya adakah riwayat kejadian tersebut pada donor sebelumnya, atau apakah ada riwayat penyakit tertentu, memeriksa tekanan darah sebelumnya, sesudah donor maka berbaring sekitar 10 menit lebih dulu sebelum berdiri dan berjalan, serta dengan diberikannya makanan dan minuman manis segera setelah donor.
Seharusnya kita sebagai manusia harus sering mendonorkan darah minimal 3 bulan sekali, dikarenakan sehat untuk tubuh kita dan dalat memberikan manfaat bagi kehidupan orang lain, Oleh karena pentingnya donor darah tersebut, maka kita sebagai ujung tombak keselamatan ibu dan bayi mengupayakan untuk berjalannya kegiatan donor darah berjalan ini. Namun pada kenyataannya masih banyak orang awam yang kurang memahami pentingnya donor darah bagi diri sendiri, salah satunya kamu bukan ?
Manfaat dari donor darah adalah sebagai berikut : Memelihara dan mempertahankan kesehatan donor. Memelihara keadaan biologis darah atau komponen – komponennya agar tetap bermanfaat. Memelihara dan mempertahankan volume darah yang normal pada peredaran darah (stabilitas peredaran darah). Mengganti kekurangan komponen seluler atau kimia darah. Meningkatkan oksigenasi jaringan. Memperbaiki fungsi Hemostatis. Tindakan terapi kasus tertentu.
Syarat bagi pendonor adalah sebagai berikut: Berbadan sehat, Berusia 17-65 tahun, Berat badan > 45 kg, Tidak sedang menderita penyakit, Wanita : tidak sedang hamil dan menyusui, Jarak waktu donor darah min 3 bulan.
Ada syarat tambahan yang tidak tertulis dan kita harus tahu, antara lain: Kandungan hemoglobin dalam darah > 12,5 (CMIIW), Spesial buat wanita, tidak sedang haid dan jarak setelah haid dengan waktu donor darah sebaiknya 1 minggu.
Untuk menjaga kesehatan dan keamanan darah, calon donor tidak boleh dalam kondisi atau menderita sakit seperti alkoholik, penyakit hepatitis, diabetes militus, epilepsi, atau kelompok masyarakat risiko tinggi mendapat AIDS serta mengalami sakit seperti demam atau influenza; baru saja dicabut giginya kurang dari 3 hari; pernah menerima tranfusi kurang dari 1 tahun; begitu juga untuk yang belum pernah setahun menato, menindik, atau akupuntur; hamil; atau sedang menyusui.
Tips dan trik bagi pendonor adalah sebagai berikut:
1. Pastikan perut terisi sebelum donor (sarapan dulu)
2. Malam hari sebelum donor, tidur cukup
3. Buat yang tekanan darah agak rendah,olahraga ringan sebelum donor.
4. Tekanan darah normal 120/80. Tekanan darah 100-110 / 70-80 biasanya masi diperbolehkan donor.
5. Rileks waktu jarum suntik sudah mau masuk.
Spesial tips untuk yang jadi donor perdana : kalau belum pernah donor, biasanya setelah donor agak pusing. Bahkan bisa jadi pingsan. Kalau terasa pusing pada waktu donor (darah masih mengalir), segera lapor ke petugas. Setelah donor dipaksakan istirahat sebentar di tempat donor. Jangan berjalan dulu. Duduk secara perlahan. Pada wanita, sebaiknya dicari saat donor darah yang tidak bersamaan dengan saat menstruasi. Hal ini untuk mengurangi lebih banyak lagi kehilangan darah dan anemia.
Penulis: Afrida Juliani Mahasiswa Semester 5 Program studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, FITK.




