Oleh : Nandina Febiani (Manajemen S1, Universitas Pamulang)
JurnalPost.com – Fenomena makanan viral telah menjadi bagian menyeluruh dari budaya kuliner modern. Makanan yang menjadi viral dalam waktu singkat dapat membawa dampak besar bagi industri kuliner. Namun, dari popularitas yang luar biasa tersebut terkadang tidak dapat bertahan lama, sehingga cepat mengalami penurunan drastis dalam minat konsumen dan meredup dari perbincangan publik.
Mengapa hal ini terjadi dan apa yang menjadi faktor utama di balik kejatuhan cepat makanan-makanan yang dulunya begitu terkenal?
1. Sifat Tren dan Kehadiran Digital
Karakteristik makanan viral seringkali terkait dengan sifat tren yang berubah-ubah. Kebanyakan tren di media sosial atau platform online dapat berkembang dengan cepat dan meredup begitu saja ketika tren lain muncul. Kehadiran digital mempercepat proses viralitas, tetapi juga meningkatkan risiko cepatnya kehilangan popularitas.
2. Kehilangan Keunikan
Makanan yang menjadi viral seringkali menjadi terlalu umum atau “terlalu diperlihatkan”. Ketika banyak tempat mulai menawarkan makanan yang sama, keunikan dari makanan tersebut bisa hilang dan membuat minat orang-orang menjadi berkurang.
3. Ketidakmampuan untuk Beradaptasi
Beberapa makanan yang viral sulit untuk berkembang atau beradaptasi dengan perubahan selera konsumen. Tanpa inovasi atau variasi baru dalam konsep atau presentasi makanan, minat terhadap makanan tersebut dapat menurun seiring berjalannya waktu.
4. Ketidakkonsistenan dalam Kualitas
Faktor lain yang menyebabkan makanan viral cepat meredup adalah ketidakkonsistenan dalam kualitas. Jika makanan tersebut awalnya sangat menarik namun kemudian kualitasnya menurun, hal ini dapat mempengaruhi citra dan minat konsumen terhadap makanan tersebut.
5. Perubahan Tren dan Selera Konsumen
Tren dan selera konsumen terus berkembang. Makanan yang sedang viral mungkin saja tidak lagi sesuai dengan tren baru atau tidak lagi memenuhi preferensi yang berubah dari konsumen. Kegagalan untuk beradaptasi dengan perubahan ini dapat menyebabkan makanan tersebut cepat kehilangan popularitas.
6. Faktor Eksternal
Faktor eksternal seperti perubahan situasi global, tren umum dalam industri makanan, atau bahkan peristiwa di luar kendali bisa secara signifikan memengaruhi popularitas makanan yang sedang viral.
Mempertahankan popularitas makanan yang sedang viral bukanlah tugas yang mudah karena makanan yang viral cenderung memiliki “jangka hidup” yang pendek. Dibutuhkan komitmen untuk terus berinovasi, memperhatikan kualitas, serta beradaptasi dengan perubahan tren dan selera pasar. Dengan strategi yang tepat, makanan yang sedang viral dapat terus dinikmati oleh para penggemar kuliner untuk jangka waktu yang lebih panjang.




