
Oleh, Hilda Akhira mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Selaku anggota kelompok R-25 yang melakukan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Windurejo, Kota Mojokerto dengan dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Hajidah Fildzahun Nadhilah Kusnadi, S.Sos., M.A, FISIP
Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya adalah suatu bentuk pengabdian masyarakat yang merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan KKN diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi mahasiswa serta meningkatkan pengetahuan, kemampuan, dan kesadaran hidup bermasyarakat. Bagi masyarakat, kehadiran mahasiswa diharapkan dapat memberikan motivasi dan inovasi dalam peningkatan taraf hidup dibidang ekonomi khususnya.

Desa Windurejo adalah salah satu yang termasuk di dalam wilayah Kecamatan Kutorejo Kota Mojokerto. Desa Windurejo merupakan desa yang memiliki berbagai macam UMKM yang perlu adanya perbaikan dalam meningkatkan penjualannya salah satunya UMKM kerupuk tenggiri. Untuk memasarkan kerupuk tenggiri secara lebih luas dan meningkatkan daya saing, produsen kerupuk tenggiri perlu mempertimbangkan faktor kemasan yang menarik. Dalam proyek KKN ini, kami melakukan pendampingan operasional repacking untuk membantu produsen kerupuk tenggiri dalam meningkatkan kemasan produk mereka. Pendampingan ini melibatkan analisis kemasan yang tepat, pengembangan desain kemasan, dan pelatihan operasional untuk implementasi repacking yang efektif.
Kemasan produk memiliki peran penting dalam mempengaruhi persepsi konsumen dan daya tarik produk. Bagi produsen kerupuk tenggiri, kemasan yang menarik dan fungsional dapat membantu meningkatkan penjualan dan citra merek mereka. Oleh karena itu, dalam proyek KKN ini, kami fokus pada pendampingan operasional repacking untuk membantu produsen kerupuk tenggiri dalam meningkatkan kemasan produk mereka.
Hilda memulai kegiatan KKN-nya pada hari Senin 3 Juli 2023, kegiatan KKN ini sudah memiliki izin dari Kepala Desa tepatnya di Desa Kenjoro , Kutorejo, Mojokerto. Kegiatan pertama yaitu survey oleh Kelompok subtema inovasi, untuk mengetahui permasalahan pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) penurunan daya beli masyarakat atau ada hambatan distribusi produk barang dan jasa dari produsen ke konsumen.. Salah satu cara yang dapat dimanfaatkan dalam pemberdayaan UMKM Kerupuk Tenggiri adalah memberikan pendampingan operasional repacking terkait dengan mendesaian logo dan membuat label kemasan pada produk kerupuk tenggiri Ibu Ririn yang digunakan sebagai branding produk. Branding Produk tersebut yang diharapkan mampu menjadi pembeda dengan produk kemasan yang lain dan menambah daya saing dalam usaha UMKM Kerupuk Tenggiri Ibu Ririn tersebut.

Bu Ririn merupakan salah satu pemilik usaha kerupuk tenggiri di Desa Windurejo, beliau memiliki usaha pada bidang makanan yang dibuatnya sendiri bersama karyawannya dirumah. Kerupuk tenggiri yang di produksi oleh Bu Ririn hanya menhasilkan rasa original saja. Dengan begitu Hilda melakukan pendampingan pada Bu Ririn untuk memberikan pendampingan operasional repacking terkait dengan mendesaian logo dan membuat label kemasan pada produk kerupuk tenggiri Ibu Ririn yang digunakan sebagai branding produk.




