JurnalPost.com – Minyak goreng bekas atau yang biasa disebut minyak goreng jelantah merupakan salah satu jenis limbah rumah tangga yang memiliki dampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan. Limbah minyak jelantah masih banyak dibuang begitu saja, biasanya di sungai, selokan, atau langsung di tanah. Hal ini tentu saja akan mencemari ekosistem di sekitarnya, mempengaruhi kehidupan berbagai spesies makhluk hidup di sungai dan juga komponen-komponen tanah.
Sehubungan dengan banyaknya limbah minyak jelantah dari sisa industri ataupun rumah tangga, untuk itu perlu penanganan yang tepat agar limbah minyak jelantah ini dapat bermanfaat dan tidak menimbulkan kerugian dari aspek kesehatan manusia dan lingkungan. Oleh karena itu perlu dilakukan sebuah inovasi untuk memanfaatkan limbah minyak jelantah agar tidak dibuang begitu saja dan mencemari lingkungan.
Kegiatan program Kuliah Kerja Nyata Reguler Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya yang dilaksanakan di desa Segunung, kecamatan Dlanggu, Mojokerto yang dilaksanakan selama 12 hari yang dimulai pada tanggal 3 Juni sampai 14 Juli 2023. Mahasiswi KKN Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Sofiyah Nia Lestari melakukan kegiatan pelatihan pemanfataan minyak goreng bekas menjadi produk lilin aromaterapi. Dimana kerajinan lilin aromaterapi ini dapat dijadikan sebagai salah satu peluang usaha baru bagi masyarakat desa Segunung.
Kegiatan ini dilakukan di balai desa Segunung yang dihadiri oleh sejumlah ibu-ibu dari berbagai dusun di desa Segunung, kegiatan pelatihan ini dilakukan dengan mengajak langsung ibu-ibu membuat lilin aromaterapi. Ibu-ibu sangat antusias dalam mengikuti kegiatan pelatihan pemanfaatan minyak goreng bekas menjadi lilin aromaterapi, beberapa dari ibu-ibu meminta bahan-bahan lilin aromaterapi untuk dibawah pulang.
Pembuatan lilin aromaterapi ini menggunakan alat dan bahan yang bisa dibilang sederhana seperti : kompor, panci, wadah lilin, sumbu lilin, dan sendok. Sedangkan bahan yang digunakan yaitu : minyak jelantah, krayon (sebagai pewarna), essence (sebagai pengharum), dan pengeras lilin (stearin, parafin, atau lilin putih yang dihaluskan).
Cara pembuatan lilin aromaterapi juga sangat sederhana, pertama siapkan alat dan bahan, panaskan minyak jelantah, kemudian masukkan pengeras dan aduk hingga pengeras tercampur rata dengan minyak jelantah, setelah itu masukkan krayon sebagai pewarna yang sudah di iris kecil-kecil agar mudah larut, lalu masukkan essence dan aduk hingga tercampur rata, selanjutnya masukkan cairan lilin di cetakan lilin yang telah diberi sumbu, lalu diamkan beberapa saat hingga mengeras, dan lilin siap digunakan.
Penulis merasa adanya kegiatan ini banyak memberikan ilmu dan pengalaman yang berharga, terutama pengalaman bersosialisasi dan terjun langsung dengan masyarakat. Penulis juga mengucapkan terima kasih yang tulus kepada Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya yang telah memfasilitasi kegiatan KKN selama 12 hari, Dosen Pembimbing Lapangan Moh. Dey Prayogo, S.I.Kom., M.I.Kom yang telah membimbing dan mendampingi dari awal kegiatan hingga akhir, Kepala Desa beserta jajarannya, pihak keamanan yang selalu melakukan pengawasan bagi mahasiswa Untag Surabaya, warga Desa Segunung yang telah membantu dalam keberlangsungan program kerja kami, serta kelompok KKN Untag Surabaya Regular 14.




