
JurnalPost.com, Mojokerto, 30 Agustus 2023 – Dalam sebuah langkah inovatif yang mendukung lingkungan dan pemberdayaan masyarakat, Kelompok 35 Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil mengubah limbah ampas tebu menjadi briket ramah lingkungan. Kegiatan ini, dilakukan oleh Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang, Muhammad Habibulloh sebagai koordinator kelompok 35 dan Mohamad Irkham Mamungkas, ST., MT. sebagai Dosen Pembimbing Lapangan. Langkah inovatif ini, yang terwujud pada bulan Agustus 2023 di Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto. Tidak hanya mengatasi limbah ampas tebu yang berdampak pada lingkungan, tetapi juga memberikan kontribusi positif pada pemberdayaan masyarakat di Desa Pesanggrahan.
Dalam upaya menjawab tantangan lingkungan dan membangun kesadaran akan pentingnya pengelolaan limbah, Mahasiswa UMM melalui Kelompok 35 PMM mengambil langkah penting dalam mengubah ampas tebu menjadi briket yang bermanfaat melalui kegiatan Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) di Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto. Visi utama kegiatan ini adalah untuk menjembatani kesenjangan antara permasalahan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Proses konversi limbah ampas tebu menjadi briket ramah lingkungan melibatkan riset mendalam dan pengembangan teknik yang efektif. Hasil dari kerja keras ini adalah briket berkualitas tinggi yang tidak hanya dapat diandalkan sebagai sumber energi alternatif, tetapi juga mengurangi beban lingkungan akibat pembuangan limbah yang tidak terkelola.
Kegiatan ini tidak hanya sekedar inovasi teknologi, tetapi juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat lokal. Petani lokal dan warga Desa Pesanggrahan terlibat dalam kegiatan pemanfaatan ampas tebu menjadi briket, mulai dari pengumpulan limbah ampas tebu sebagai bahan utama pembuatan briket dengan mengunjungi industri-industri penghasil limbah ampas tebu terlibat dalam proses produksi briket ampas tebu. Kolaborasi ini menciptakan dampak positif dalam meningkatkan kesadaran lingkungan dan ekonomi lokal melalui pengurangan limbah dan pemanfaatan potensi baru. Dalam kegiatan ini, kami juga mendapatkan bimbingan dari dosen pembimbing, Mohamad Irkham Mamungkas, ST., MT. dengan memberikan pengetahuan mendalam tentang teknologi pengolahan limbah.

Tidak hanya merupakan inovasi semata, briket yang dihasilkan dari ampas tebu ini memiliki sejumlah keunggulan. Pertama, briket ampas tebu merupakan sumber energi alternatif yang ramah lingkungan, dengan memanfaatkan limbah yang sebelumnya tidak terpakai, briket ini mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil yang terbatas dan berkontribusi pada upaya global untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Selanjutnya, briket ampas tebu memiliki nilai kalor yang cukup tinggi, proses konversi yang cermat menghasilkan bahan bakar padat dengan kandungan energi yang kompetitif. Hal ini membuat briket ampas tebu menjadi alternatif yang layak untuk bahan bakar fosil dalam berbagai aplikasi, seperti pemanasan rumah, produksi industri, dan kegiatan lain yang memerlukan sumber energi. Keunggulan lain dari briket ampas tebu adalah ramah lingkungan. Dalam proses pembakarannya, briket ini menghasilkan emisi yang lebih rendah dibandingkan dengan bahan bakar fosil, ini berarti kontribusi terhadap polusi udara dan dampak lingkungan lainnya dapat ditekan, seiring dengan terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
Keberhasilan Mahasiswa UMM dalam mengubah ampas tebu menjadi briket yang bernilai tinggi adalah contoh nyata bagaimana kolaborasi antara universitas, mahasiswa, dan masyarakat dapat menciptakan perubahan positif. Universitas Muhammadiyah Malang terus membuktikan perannya dalam menciptakan solusi nyata dan menghasilkan generasi yang peduli akan lingkungan. Ketika teknologi dan inovasi bertemu dengan komitmen sosial, hasilnya adalah proyek yang menginspirasi dan berdampak besar. Inovasi Mahasiswa UMM dalam mengubah limbah ampas tebu menjadi briket ramah lingkungan telah memberikan contoh nyata tentang bagaimana inisiatif lokal dapat membawa perubahan positif pada skala yang lebih besar. Sebuah langkah menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Penulis: Muhammad Habibulloh
Instansi/Organisasi : Universitas Muhammadiyah Malang




