
JurnalPost.com – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melakukan Pengabdian kepada Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Bhaktiku Negeri. Program ini merupakan kegiatan wajib mahasiswa UMM untuk melakukan pengabdian atau pendampingan kepada masyarakat untuk mengimplementasikan aplikasi, desain, atau perkembangan sosial menjadi lebih positif. Pelaksanaan program PMM kelompok 18 gelombang 5 dilakukan selama 1 bulan, mulai dari 19 Januari 2024 hingga 19 Februari 2024 bertepat di TK Dharma Wanita Persatuan 1. Kegiatan PMM ini beranggotakan lima orang, yaitu Muhammad Fahrul Nur Setyawan, Salsabilla Khoirunnisa Putri, Syafitri Nur Fadhila, Dwi Retno Setyoningrum, dan Risang Abiseka Wijaya, dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Bapak Ir. Andi Syaiful Amal, MT. T., IPM, ASEAN Eng.
Program utama yang kelompok kami jalankan adalah sosialisasi terkait permainan untuk melatih motorik kasar dan halus melalui permainan tradisional di TK Dharma Wanita Persatuan 1. Kelompok kami telah melakukan serangkaian survei yang menyelidiki kondisi sekolah dan para siswa. Kami melihat masih ada beberapa siswa yang kurang dalam mengkoordinasi kecepatan tangan dan mata, berkonsentrasi, dan menanamkan sikap kepercayaan diri.
Menurut kelompok 18 “Anak-anak sudah semakin bergantung pada gadget di zaman sekarang, apalagi banyaknya game online, seperti free fire, PUBG, Mobile Legend, dan lain-lain yang menyebabkan anak malas keluar rumah untuk bermain dengan teman-teman sebayanya. Hal itu dapat berpengaruh pada perkembangan motorik anak, serta sosial mereka. Permainan tradisional juga sudah jarang dimainkan oleh anak-anak”.
Permasalahan tersebut juga menjadi kekhawatiran guru-guru TK Dharma Wanita Persatuan 1 “Beberapa anak di luar sekolah akan lebih memilih main handphone dibandingkan dengan belajar atau main dengan temannya” kata ibu Ila, selaku kepala sekolah.
Kami melakukan sosialisasi terkait permainan untuk melatih motorik kasar dan halus melalui permainan tradisional kepada para guru TK Dharma Wanita Persatuan 1 yang nantinya akan diajarkan ke para siswa. Kelompok 18 memberikan manfaat dan contoh dari bermain permainan tradisional yang dapat mengembangkan motorik kasar dan motorik halus anak, seperti permainan bekel, congklak, gobak sodor, lompat tali, engklek, dan egrang. Sosialisasi ini bertujuan agar para murid mengenal dan mengetahui permainan-permainan tradisional yang ada ada di Indonesia sekaligus dapat melatih motorik kasar dan motorik halus mereka.
Dengan dilakukannya program ini para siswa/siswi dan guru-guru TK Dharma Wanita Persatuan 1 diharapkan dapat mengerti dan melestarikan permainan-permainan tradisional untuk melatih motorik kasar dan motorik halus. Selain itu kelompok 18 berharap kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan dapat bermanfaat untuk masa yang akan datang.




