JurnalPost.com – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan Program Pengabdian Pada Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini merupakan upaya mengaplikasikan Hilirisasi hasil penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Jawa Timur. (3/02/2024)
Para Mahasiswa dibawah bimbingan dosen Ibu Siti khoiruli ummah,S.Pd., M.Pd merupakan kelompok 98 gelombang 2 dengan beranggotakan Dita Khusna Marzuqoh sebagai ketua pelaksana, Leqsi Aprilia Putri (sekretaris), Murhayati (Bendahara), Ananda Dafa Vigur Syahputra (PDD), Firza Ikma Oxaredha (Humas), yang berasal dari prodi Ilmu Komunikasi.
Di era digital yang semakin kompetitif, UMKM yang berada di Desa Sumbersuko harus memiliki branding yang kuat agar dapat bersaing dengan pelaku usaha lainnya. Branding adalah proses membangun citra dan identitas suatu produk atau jasa di benak konsumen. Branding juga dapat membantu membangun kepercayaan dan loyalitas konsumen terhadap produk kita. Untuk itu kami melakukan sosialisasi mengenai pentingnya branding melalui media sosial. Social Branding bertujuan untuk mengenalkan brand ke masyarakat luas ke audiens dengan menggunakan sosial media.

Dalam Sosialisasi ini kami memberikan tips & trick mengenai strategi branding yang bisa diterapkan dalam membangun sebuah brand, diantaranya membangun Brand Identity, menentukan target audiens, membuat Brand Story, menggunakan desain grafis yang menarik, membuat konten yang menarik, membangun Brand Image, memberikan penawaran diskon terbatas, bekerjasama dengan KOL (Key Opinion Leader), konsisten di semua platform media, menggunakan tools animation dan point yang paling penting terkait branding yang dilakukan yaitu produk yang diciptakan bisa menjadi solusi dari permasalahan audiens.
Dari sosialisasi yang diberikan kami memberikan kesempatan tanya jawab dengan pelaku UMKM Desa Sumbersuko yaitu Ibu Laila selaku pemilik UMKM Jamu bubuk, dan aneka keripik maupun kerupuk. Terdapat permasalahan yaitu sebagian dari pelaku UMKM hanya melakukan pemasaran melalui platform Whatsapp saja, dan pembeli mayoritas berasal dari teman-teman terdekat. Untuk itu diperlukan edukasi mengenai bagaimana menggunakan platform media sosial sebagai sarana pemasaran produk. Seperti rutin membuat konten-konten yang menarik dan sesuai dengan color pallete yang dipilih.
Tujuan akhir dari penggunaan branding di platform media sosial yaitu menarik audiens sosial media menjadi pelanggan setia. Sehingga saat brand mengeluarkan produk baru atau melakukan promosi, bisa mendapat engagement yang tinggi dan tidak perlu membangun brand awareness dari awal.
Manfaat dari sosialisasi ini yaitu para pelaku UMKM di Desa Sumbersuko dapat memperkuat brand identitas, mengenal target pasar, menjangkau pasar yang lebih luas, diharapkan melalui sosialisasi ini dapat memberikan ilmu yang bermanfaat dan membantu mengembangkan branding UMKM di Desa Sumbersuko.




