Oleh Jimmi Agato Manalu (UPN “Veteran” Jawa Timur)
JurnalPost.com – Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) merupakan program pendidikan yang diperkenalkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Indonesia. Program ini dibuat dengan tujuan untuk mengembangkan kemandirian, kreativitas, inovasi, dan wirausaha pada mahasiswa. Selain itu, MBKM juga memberikan kebebasan kepada mahasiswa untuk mengakses sumber belajar di luar kampus, salah satunya seperti kegiatan Magang Mandiri yang penulis ikuti. Dengan demikian, mahasiswa dapat mengembangkan pengetahuan dan keterampilan tambahan yang relevan dengan minat mereka.
Program Magang MBKM yang ada di UPN “Veteran” Jawa Timur dilaksanakan melalui dua cara, yakni MBKM Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) dan MBKM Magang Mandiri. MBKM (MSIB) merupakan magang langsung di instansi yang ada di web resmi kampusmerdeka kemendikbud. Selain itu, ada juga MBKM Magang Mandiri, Magang mandiri ini dilaksanakan dengan melakukan kegiatan magang di instansi baik yang bermitra dengan UPN “Veteran” Jawa Timur maupun di instansi yang mau menerima mahasiswa magang.
Penulis mendapatkan kesempatan untuk dapat melaksanakan Magang Mandiri di PT Perkebunan Nusantara XII (Persero) Kebun Bantaran. Penulis melaksanakan magang bersama dengan satu mahasiswa yang juga berasal dari UPN “Veteran” Jawa Timur. Kegiatan magang mandiri dilaksanakan dari 13 Maret 2023 sampai dengan 21 Juni 2023. Dalam menjalani magang ini, penulis tidak diberikan kedudukan / posisi yang pasti. Penulis ditempatkan disemua divisi yang ada di PTPN XII Kebun Bantaran, seperti divisi kebun, pengolahan, dan tata usaha dan umum. Hal tersebut bertujuan agar penulis dapat mencakup semua materi yang ada.
Apa yang dipelajari mahasiswa jurusan manajemen di sana? Pertanyaan tersebut merupakan pertanyaan yang seringkali ditemui penulis. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita perlu memahami terlebih dahulu apa yang diperlajari di jurusan manajemen. Jurusan Manajemen adalah program studi yang fokus pada pemahaman, pengembangan, dan penerapan prinsip-prinsip manajemen dalam konteks organisasi. Jurusan ini bertujuan untuk melatih dan mempersiapkan para mahasiswa dalam mengelola sumber daya organisasi, seperti manusia, keuangan, operasi, dan strategi.
Dalam hal ini, kegiatan magang penulis masih relevan dengan manajemen operasional. Manajemen operasional melibatkan pemahaman dan pengelolaan berbagai aspek operasional dalam suatu organisasi, termasuk pengendalian kualitas. Dari pemaparan diatas, selama magang penulis fokus terhadap topik bagaimana suatu perusahaan mengendalikan kualitas barang yang dihasilkan. Kata mengendalikan yang dimaksud disini adalah cara perusahaan menghasilkan barang dengan kualitas yang konsisten atau menghasilkan barang dengan kualitas lebih baik. Untuk menjawab topik yang diajukan penulis, dalam kegiatan magang penulis melakukan observasi langsung dilapangan dan wawancara langsung dengan pihak yang terkait dengan divisi pengolahan. Lokasi pengolahan teh hitam CTC PTPN XII Kebun bantaran berada di Pabrik CTC Sirah Kencong. Dalam pelaksanaanya, penulis mempelajari SOP yang ada dari setiap tahap pengolahan teh hitam CTC kemudian membandingkannya dengan realisasi dilapangan. Setiap tahapan yang dimaksud adalah tahapan pengolahan teh hitam CTC mulai dari penerimaan pucuk teh, pelayuan, turun layu, penggilingan, oksidasi enzimatis, pengeringan, sortasi, dan tahap yang penulis anggap sebagai pusat pengendalian kualitas, yakni Uji Indrawi.

Pengujian indrawi ini dilakukan oleh Pekerja Standar Pengendalian Mutu (SPM) yang bertugas. Pengujian inderawi pada Pabrik Pengolahan Teh Hitam CTC PTPN XII Kebun Bantaran dilakukan untuk menguji kenampakan bubuk teh kering, menguji air seduhan/cup test (warna, rasa dan aroma), dan menguji kenampakan ampas (warna dan kerataan ampas). Pada ruangan uji indrawi terdapat sampel teh jadi yang digunakan sebagai standart / tolak ukur mutu teh yang diminta. Melalui tahap uji indrawi juga dapat dilakukan evaluasi dari setiap tahapan yang ada. Selain mempelajari pengendalian mutu pada ruangan uji indrawi, penulis juga mendapatkan kesempatan untuk melakukan wawancara langsung kepada asisten teknik pengolahan teh hitam CTC PTPN XII Kebun Bantaran selaku pimpinan divisi pengolahan. Wawancara ini dilakukan dengan tujuan agar penulis mengetahui langsung dari praktikan tentang pendekatan sistematis yang dilakukan organisasi dalam pengendalian mutu. Hal ini melibatkan pengimplementasian kebijakan, prosedur, dan praktik yang dirancang organisasi untuk mengendalikan mutu di setiap tahap produksi atau penyediaan layanan. Penetapan Standar Mutu, pelatihan dan kesadaran seluruh anggota, pemantauan dan pemeriksaan teratur terhadap proses-produksi, pengambilan tindakan korektif untuk memperbaiki masalah, dan cara organisasi dalam meningkatkan mutu secara berkelanjutan merupakan beberapa langkah yang diambil oleh organisasi untuk mengendalikan mutu melalui organisasi.

Kegiatan magang yang dilakukan oleh penulis tentunya memberi manfaat bagi kedua pihak, yakni PTPN XII Kebun Bantaran dan mahasiswa magang. Melalui kegiatan magang ini penulis memiliki kesempatan untuk mengimplementasikan teori-teori yang telah dipelajari di perguruan tinggi ke tempat magang penulis. Dengan begitu, penulis tidak hanya kaya akan teori tetapi juga dapat menerapkannya langsung di dunia kerja. Bagi PTPN XII Kebun Bantara, kegiatan magang mandiri MBKM ini dapat memberikan masukan-masukan yang membangun bagi perusahaan. Selain itu, reputasi instansi akan meningkat sebagai salah satu organisasi yang memiliki kepedulian kepada para mahasiswa untuk mempersiapkan masa depannya.




