
JurnalPost.com – Biji jagung kaya akan karbohidrat, kandungan karbohidrat dapat mencapai 80 % dari seluruh bahan kering biji. Selain sebagai sumber karbohidrat, jagung juga merupakan sumber protein dalam menu masyarakat di Indonesia. Jagung kaya akan komponen pangan fungsional, termasuk serat pangan yang dibutuhkan tubuh. Bahan dan produk pangan tidak lagi hanya dilihat dari aspek pemenuhan gizi dan sifat sensorinya, bahkan sifat pangan fungsional spesifik yang berperan dalam kesehatan telah menjadi pertimbangan penting. Hal ini memberi kesempatan bagi pengolahan jagung untuk di promosikan sebagai bahan pangan sehat masa depan.
Pengolahan jagung yang dapat diolah menjadi produk yang bernilai jual, antara lain dengan menjadikan kue bolu jagung kukus. Kebanyakan masyarakat merasa ragu untuk membuat produk kue bolu dari jagung, karena kurangnya pemahaman dalam proses pembuatan. Hal ini menjadi latar belakang Patrichia Dafindri sebagai mahasiswi KKN Reguler 14 Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya untuk mengadakan “Pelatihan Produksi Olahan Jagung Menjadi Bolu jagung kukus manis” kepada masyarakat Desa Segunung.

Selain sebagai sarana kepedulian terhadap usaha masyarakat, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan perekonomian warga Desa Segunung, dengan memanfaatkan jagung dari hasil pertanian. Bahan – bahan yang diperlukan dalam pembuatan bolu jagung antara lain jagung manis, telur, tepung terigu, minyak goreng, Sp, gula pasir, vanili, minyak goreng dan susu indomilk putih, adapun alatyang diperlukan dalam proses pembuatannya yaitu mixer, blender, dandang dan kompor. Bolu merupakan jenis kue yang sangat populer dan banyak digemari oleh masyarakat. Kue bolu ini sering disebut dengan kue sponge karena memiliki tekstur yang empuk dan lembut seperti busa, kue ini terbuat dari tepung terigu yang dicampur dengan gula dan telur. Hingga kini, terdapat berbagai macam kreasi kue bolu yang lezat, salah satunya adalah bolu jagung. Dengan adanya kegiatan pelatihan produksi olahan jagung menjadi bolu jagung kukus dapat membantu masyarakat untuk membuka usaha dari hasil bumi Desa Segunung, selain itu juga kegiatan mahasiswa KKN R 14 dapat bermanfaat bagi bagi masyarakat Desa Segunug, Kec. Dlanggu.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak universitas 17 agustus 1945 Surabaya yang sudah memberikan wadah untuk belajar dengan mengirimkan mahasiswa untuk langsung terjun dimasyarakat, kemudian ucapan terima kasih kepada bapak Moh. Dey Prayogo, S.I.Kom., M.I.Kom selaku DPL(Dosen Pembimbing Lapangan) yang sudah membimbing kami selama menjalankan program KKN, Terima kasih juga kami sampaikan kepada masyarakat Desa segunung dan teman-teman yang telah mendukung penuh program kegiatan mahasiswa ini, sehingga program ini bisa berjalan dengan sukses.




