
Bojonegoro, JurnalPost.com – Pada tanggal 16 Maret 2023, SDN Margomulyo II, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro menggelar lomba mewarnai batik khas Samin. Acara ini diikuti oleh 29 siswa dari kelas 1, 2, dan 3. Lomba ini bertujuan untuk memperkenalkan dan melestarikan motif batik khas Samin, yaitu obor sewu dan bunga cempaka, kepada generasi muda. Para peserta dikumpulkan dalam satu ruangan dan langsung mewarnai kain batik dengan motif tersebut.
“Kami ingin anak-anak sejak dini mengenal dan mencintai budaya lokal, khususnya batik Samin. Melalui lomba mewarnai ini, mereka bisa belajar dan mengekspresikan kreativitas mereka,” ujar Kepala Sekolah SDN Margomulyo II, Ibu Sumarni.
Para mahasiswa KKN yang sedang melaksanakan program di desa Margomulyo turut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Mereka membantu mempersiapkan perlengkapan, mendampingi anak-anak selama proses mewarnai, serta memberikan motivasi dan bimbingan.
Perlombaan ini juga diselenggarakan dengan tujuan untuk memperkenalkan motif batik khas samin yang banyak makna kepada generasi penerus ajaran samin di Dusun Jepang, Desa Margomulyo. Batik khas samin memiliki motif obor sewu yang menjadi ciri khas dari batik ini. Obor sewu merupakan sebuah simbol dan perwujudan dari tokoh Samin Surosentiko pada masa penjajahan belanda saat itu. Motif ini diambil dari perjuangan beliau pada saat itu menyebarkan ajaran samin kepada masyarakat di malam hari dengan menggunakan penerangan obor. Cahaya yang dihasilkan dari obor ini menyiratkan perjuangan Samin Surosentiko dalam melawan kolonialisme belanda. Motif obor sewu ini digunakan dalam batik khas Samin Bojonegoro dengan harapan agar masyarakat dapat mengingat perjuangan beliau dan dapat meneladani ajaran -ajaran baik Samin Surosentiko.
“Kami senang bisa terlibat dalam kegiatan ini. Sebagai mahasiswa KKN, kami ingin berkontribusi dalam melestarikan budaya lokal Samin, khususnya batik khas daerah ini,” ujar Nadhira, salah satu mahasiswa KKN. Tidak hanya membantu secara teknis, para mahasiswa KKN juga berbagi pengetahuan tentang sejarah dan filosofi batik Samin kepada para siswa. Mereka menjelaskan makna dari motif obor sewu dan bunga cempaka yang menjadi ciri khas batik daerah ini.
“Anak-anak sangat antusias mendengarkan penjelasan dari mahasiswa KKN. Mereka jadi semakin paham dan bangga dengan budaya Samin. Kolaborasi seperti ini sangat bermanfaat bagi pelestarian warisan budaya,” ujar Ibu Sumarni, Kepala Sekolah SDN Margomulyo II.
Pemenang lomba diambil satu dari masing-masing kelas. Mereka mendapatkan hadiah berupa alat tulis dan sertifikat. Selain itu, karya-karya terbaik akan dipajang di sekolah sebagai upaya untuk melestarikan budaya Samin.
Antusiasme mereka terlihat dari semangat dan kreativitas yang mereka tunjukkan selama proses mewarnai. “Saya senang sekali bisa ikut lomba mewarnai batik ini. Motif obor sewu dan bunga cempaka itu unik dan cantik. Saya ingin bisa mewarnainya dengan baik,” ungkap Dina, salah satu peserta dari kelas 2.
Tidak hanya Dina, teman-teman sekelasnya juga terlihat asyik dan fokus dalam mewarnai kain batik. Mereka saling berbagi ide dan membantu satu sama lain agar hasil karya mereka bisa maksimal.
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat sekitar. Diharapkan, lomba mewarnai batik ini dapat menjadi tradisi tahunan di SDN Margomulyo II dan menginspirasi sekolah-sekolah lain untuk melakukan kegiatan serupa.
Oleh: Ahmad Hanafi, Devi Ananta, Kharisma Febriana, Nadhira Sekar, Syafi’ul Muchtar, Sting Binatari, Sheidy Yudhiasta, Pariwisata, FISIP, UPN “Veteran” Jawa Timur




