
JurnalPost.com – Sampah plastik merupakan salah satu limbah yang tidak dapat dihindari, banyaknya jumlah limbah plastik yang terus meningkat setiap tahunnya menjadi salah satu permasalahan yang serius. Oleh sebab itu, diperlukan adanya upaya dalam penanganan sampah plastik. Bank sampah merupakan salah satu upaya yang di gerakkan oleh tim Kampus Mengajar 7 di Lingkungan SMKN 13 Surabaya. Selain memberikan dampak positif dalam mitigasi perubahan iklim, bank sampah ini juga berperan dalam meningkatkan kesadaran warga sekolah dalam pengelolahan sampah terutama sampah botol plastik.
Lewat bank sampah, tim Kampus Mengajar 7 mencoba menerapkan profil belajar pancasila, tentu saja menggunakan mekanisme yang mudah dalam penerapannya bertujuan agar program ini bisa berjalan secara alami di lingkungan sekolah. Di mulai dengan hal kecil, yaitu melakukan demo bank sampah menggunakan poster kreatif yang di tempel di mading dan papan informasi sekolah , lewat poster ini tim kampus mengajar 7 mencoba memberikan edukasi lewat lingkungan yang kaya literasi. Yang kedua, melakukan sosialisasi terkait pentingnya menjaga dan mengelola sampah di lingkungan sekolah, sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman awal pada warga sekolah mengenai pengelolaan sampah. Dan yang terakhir yaitu aktivasi pengumpulan botol plastik yang akan di gunakan untuk membuat spot foto dari limbah daur ulang.

Melalui pengumpulan botol plastik selama hampir 7 minggu, warga SMKN 13 Surabaya beserta anggota tim Kampus mengajar 7 berhasil menciptakan spot foto yang cantik dari botol plastik. Suksesnya program bank sampah ini merupakan salah satu dampak positif yang telah dilakukan oleh tim kampus mengajar 7. Hal ini juga menandakan bahwa SMKN 13 Surabaya telah berhasil dalam mengurangi limbah botol plastik di lingkungan sekolah lewat modifikasi benda yang tadinya tidak bermanfaat menjadi bermanfaat.
Pelaksanaan program bank sampah ini tentu saja memberikan banyak manfaat di lingkungan sekolah, selain mencetak generasi penerus yang peduli terhadap lingkungan, program ini juga membentuk kreatifitas siswa lewat produk bank sampah yang ada dengan menghias botol untuk pembangunan daur ulang spot foto di lingkungan sekolah. Kegiatan ini juga menjadi salah satu kegiatan edukatif yang efektif untuk mengajarkan peserta didik dan masyarakat sekitar tentang pentingnya daur ulang bagi lingkungan sekitar. Oleh karena itu, kita sebagai warga negara Indonesia harus terus mendukung serta berpartisipasi dalam kegiatan ini guna menjadikan lingkungan yang asri dan bersih lewat pemanfaatan daur ulang dan bank sampah.
Penulis: Berliana Wahyu Aqilla, Universitas 17 Agustus Surabaya




