• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Laporan Akhir PKL Mahasiswa Kesejahteraan Sosial FISIP USU Peningkatan Keterampilan Pemahaman Calistung pada Anak Rumah Literasi Ranggi  

Editor Redaksi
12 Juni 2024
in Citizen Reporter

JurnalPost.com – Perkenalkan Nama saya Felisa Jauzarafa, Mahasiswa Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara dengan Supervisor Sekolah yaitu Bapak Agus Suriadi S.Sos, M.Si kegiatan PKL dilakukan selama 2 Bulan lebih di Rumah Literasi Ranggi, Percut Sei Tuan.

Kegiatan PKL ini dilakukan di Rumah Literasi Ranggi yang terdiri dari 35-50 anak yang memiliki latar belakang berbeda-beda. Mulai dari SD hingga SMA. Kegiatan yang dilakukan di Rumah Literasi Ranggi yaitu belajar calistung, belajar mengaji serta bermain bersama.

Calistung (baca, tulis, hitung) merupakan keterampilan dasar yang sangat penting bagi anak-anak SD karena menjadi pondasi utama pendidikan. Menguasai calistung membantu mengembangkan kemampuan kognitif, komunikasi, dan belajar mandiri. Selain itu, calistung meningkatkan rasa percaya diri, mempersiapkan anak untuk kehidupan sehari-hari, dan masa depan profesional. Pendidikan calistung juga berperan dalam mengurangi ketimpangan pendidikan.

Dalam konteks globalisasi dan persaingan yang semakin ketat, peran pendidikan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia menjadi sangat penting. Namun, upaya ini tidak dapat dijalankan hanya oleh pihak-pihak tertentu saja, melainkan juga memerlukan partisipasi aktif dari masyarakat, termasuk orang tua dan guru. Mereka perlu membantu meningkatkan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (calistung) serta motivasi belajar siswa. Oleh karena itu, program pendampingan belajar siswa sangat diperlukan untuk membantu mengatasi kesulitan belajar dan meningkatkan prestasi mereka. Program ini dapat memberikan bimbingan dan dukungan yang dibutuhkan oleh siswa untuk mengatasi hambatan belajar, serta memberikan motivasi yang mendorong mereka untuk lebih bersemangat dalam belajar.

Pada praktikum ini saya mendampingi klien yang memiliki permasalahan ketertinggalan pemahaman literasi dikarenakan tidak pernah merasakan duduk di bangku sekolah. Adapun yang menyebabkan klien tersebut tidak sekolah yaitu tidak adanya identitas klien serta orang tuanya dan kondisi ekonomi yang kurang baik. Ada beberapa tahapan yang saya lakukan, tahapan pertama yaitu Engagement, Intake, Contract. Tahap ini bertujuan untuk mengecek kesediaan klien menjalani pendampingan pemecahan masalah. Diawali dengan pendekatan awal kepada setiap anak di Rumah Literasi Ranggi, pendekatan ini bertujuan membangun hubungan dan adaptasi antara penulis dengan lingkungan sosial di Rumah Literasi Ranggi. Dalam tahap kontrak, dilakukan kontak dengan klien dan disepakati beberapa aturan untuk menjaga kerahasiaan serta menciptakan kenyamanan bagi kedua belah pihak.

Selanjutnya tahapan Assessment, pada tahap ini penulis melakukan wawancara untuk mengetahui kondisi dan masalah yang dihadapi klien. Wawancara mencakup identitas klien, sistem sumber yang dimiliki, serta aktivitas sosial sehari-hari, menggunakan panduan tools assessment BPSS. Ditemukan bahwa klien mengalami masalah tidak terpenuhinya kebutuhan pendidikan dasar karena kondisi ekonomi orang tuanya. Hal ini menyebabkan keterlambatan dalam pemahaman baca, tulis, dan hitung (calistung), di mana seharusnya pada usia 11 tahun klien berada di kelas 4 SD dan menguasai calistung. Dari wawancara, diketahui bahwa sistem sumber utama klien adalah ibunya, yang menghadapi kesulitan biaya untuk mengurus administrasi dan mendaftarkan klien ke sekolah. Kekurangan biaya juga menjadi kendala utama karena sang ibu adalah orang tua tunggal yang memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Setelah Assessment, masuk pada tahapan planning. Pada tahap ini, dilakukan diskusi lanjutan untuk menentukan kegiatan pendampingan yang akan dilakukan. Berdasarkan hasil assessment, klien mengalami kendala dalam calistung, sehingga diputuskan untuk memberikan pendampingan belajar baca, tulis, dan hitung (calistung). Pendampingan ini dilakukan sesuai persetujuan klien dan disesuaikan dengan kegiatan rutin di Rumah Literasi Ranggi. Kegiatan pembelajaran calistung dimulai dari pengenalan dasar huruf dan angka.

Selanjutnya Tahapan Intervensi, pada tahapan ini dilaksanakan kegiatan pendampingan belajar calistung yang telah dirancang sebelumnya. Kegiatan dilakukan 2-3 kali seminggu, dimulai dengan mengenalkan huruf, kata-kata dasar, dan membaca kalimat sederhana. Pengajaran hitungan dasar juga dilakukan, meliputi penjumlahan, pengurangan, dan perkalian, untuk mempersiapkan klien menghadapi sekolah dan kegiatan di Rumah Literasi Ranggi.

Setelah itu masuk ke tahapan evaluasi, pada tahapan ini penulis menilai perkembangan klien selama mengikuti kegiatan pendampingan. Penilaian menunjukkan bahwa klien mulai mampu mengejar ketertinggalan pendidikan dan kepercayaan dirinya meningkat seiring dengan penguasaan calistung. Namun, kelemahan yang ditemukan adalah kurangnya semangat belajar dan kecenderungan cepat putus asa saat menghadapi kesulitan.
Selama proses ini, klien dibantu oleh adik sepupunya. Awalnya, klien merasa malu karena ketertinggalannya dalam pendidikan, namun seiring waktu, ia mulai percaya diri dan antusias mempelajari hal-hal baru.

Pada pratikum ini saya memiliki klien yang memiliki trauma dan juga kurang percaya diri hingga sampai saat sekarang. Sebelum melakukan tahap selanjutnya, saya melakukan sebuah pendekatan seperti memperkenalkan diri kepada klien. Saya melakukan sebuah Intake atau memberi kenyaman kepada klien dan sedikit perbincangan tipis agar klien percaya terhadap pekerja sosial. Selanjutnya melakukan sebuah Kontrak bersama klien yang dimana menjelaskan syarat-syarat dalam Kontrak dan apa-apa saja yang di dilakukan dan tidak dilakukan.

Dalam tahap Kontrak ini dilakukan untuk terjadinya rasa aman dan kepercayaan klien terhadap pekerja sosial dan juga terbuka terhadap pekerja sosial. Selanjutnya setelah melakukan Intake dan Kontrak, saya melakukan tahap Assessment yang dimana pada tahap ini yang dilakukan untuk mencari tahu permasalahan klien dan merancang atau strategi untuk keluar dari permasalahan dirinya. Dalam tahap ini klien menceritakan bahwa dia memiliki rasa trauma dan juga kurang percaya diri dalam kehidupannya.
 
Klien hanya melakukan kegiatan hanya di rumah saja dan klien tidak pernah memberitahu kepada keluarganya soal kekerasan yang dia alamin karena takut dan tidak mau membuat orangtuanya merasa sedih terhadap dirinya. Pada tahap ini saya melakukan dengan Tools Assessment yang digunakan BPSS, seperti berisikan pertanyaan tentang kronologis, kehidupan sosial,psikologi, dan lain-lain. Pada assessment ini awal menentukan dan menjelaskan apa aja perencaan yang akan dilakukan klien untuk bisa keluar dari permasalahannya.

Tahap selanjutnya ada namanya tahap Planning yang dimana disini menjelaskan dan memberi tahu kepada klien tentang kegiatan dan projek mini yang akan dilaksanakan dalam pendampingan. Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan seperti merubah konsep berpikir klien, mencintai kelebihan dan kekurangan klien dan juga membuat kata-kata ke dalam puisi. Kenapa membuat puisi karena klien mempunyai hobi yaitu membaca dan menyusun kata-kata.

Selanjutnya ada namanya Tahap Intervensi yang dimana pada tahap ini klien melakukan dan menata sesuai mini projek yang saya berikan kepada klien, dan pada tahap ini saya juga memberikan sebuah dukungan dan dorongan agar tetap mau mengubah dan membuka pola pikir agar keluar dalam permasalahan yang terjadi. Selain itu klien juga harus berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan yang ada di Rumah Pintar agar melakukan keberfungsian sosialnya dengan baik tanpa menutup diri dari lingkungan sekitar.

Dan yang terakhir adalah tahapan terminasi, tahap ini merupakan tahap akhir dari proses pendampingan. Berdasarkan hasil pengamatan pada tahap intervensi dan evaluasi yang telah dilakukan, ditemukan bahwa klien telah mampu mengatasi kendala yang dihadapi, sehingga klien dapat mengejar ketinggalan pemahaman calistung (baca tulis hitung). Pada tahap ini, penulis melakukan pemutusan kontrak dengan klien. Tahap ini juga menjadi ajang perpisahan antara penulis dan peserta Rumah Literasi Ranggi, di mana penulis mengakhiri kegiatan bersama para peserta.
 

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

Mengembangkan Karir Housekeeping Melalui One Day Career MedWist di Grand City Hotel Solo

Mengembangkan Karir Housekeeping Melalui One Day Career MedWist di Grand City Hotel Solo

Editor Redaksi
29 September 2024
0

JurnalPost.com - Salah satu tujuan pelatihan Housekeeping adalah pelatihan tentang pekerjaan di housekeeping agar kandidat memiliki skills yang diperlukan saat...

Pengabdian Masyarakat Dosen Departemen Biokimia IPB University: Peningkatan Kesehatan Masyarakat Desa Sukamaju melalui Minuman Fungsional Herbal ‘SIJAKA’ dan Sari Kedelai

Pengabdian Masyarakat Dosen Departemen Biokimia IPB University: Peningkatan Kesehatan Masyarakat Desa Sukamaju melalui Minuman Fungsional Herbal ‘SIJAKA’ dan Sari Kedelai

Editor Redaksi
2 September 2024
0

Bogor, JurnalPost.com (27/08) - Departemen Biokimia, IPB University menyelenggarakan kegiatan SKEMA: Masyarakat Sehat Pangan Sehat: Peningkatan Kesehatan melalui pengolahan sumber...

Tutorial Pembuatan Buket Snack; Mahasiswa PMM UMM Mengadakan Kegiatan Edukatif dan Kreatif untuk Pemuda Karang Taruna

Tutorial Pembuatan Buket Snack; Mahasiswa PMM UMM Mengadakan Kegiatan Edukatif dan Kreatif untuk Pemuda Karang Taruna

Editor Redaksi
30 Agustus 2024
0

JurnalPost.com - Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang merupakan suatu agenda yang wajib di lakukan bagi semua...

Kembangkan Kolaborasi Desa dengan Media Massa, PMM Mahasiswa UMM Desa Kalisongo Adakan Pelatihan Sosialisasi Pengembangan Press Release

Kembangkan Kolaborasi Desa dengan Media Massa, PMM Mahasiswa UMM Desa Kalisongo Adakan Pelatihan Sosialisasi Pengembangan Press Release

Editor Redaksi
29 Agustus 2024
0

JurnalPost.com - Pada Senin, 12 Agustus 2024, Kelompok PMM Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan kegiatan Sosialisasi Media Massa di...

PELATIHAN PEMBUATAN TAS ANYAMAN BERSAMA IBU-IBU PEMILIK UMKM

PELATIHAN PEMBUATAN TAS ANYAMAN BERSAMA IBU-IBU PEMILIK UMKM

Editor Redaksi
29 Agustus 2024
0

JurnalPost.com - Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) adalah program pengabdian yang dilakukan Mahasiswa aktif Universitas Muhammadiyah Malang untuk berkontribusi...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.