• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Kisah Inspiratif Lulusan Sekolah Vokasi IPB University: Perjalanan karir Imam Solehudin dalam dunia jurnalistik hingga menjadi founder Perusahaan X Java.com

Editor Redaksi
9 Maret 2024
in Featured

Penulis: Andien Putri Aliffia Saputra,
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB University

JurnalPost.com – Jurnalistik merupakan salah satu profesi yang diminati oleh banyak orang. Menjadi seorang jurnalistik tentunya tidaklah mudah, banyak proses yang harus dilalui untuk menjadi seorang jurnalistik professional. Karena, Jurnalistik adalah praktik atau profesi yang melibatkan pengumpulan, analisis, interpretasi, dan penyajian informasi atau berita kepada khalayak umum. Seperti sosok yang satu ini, beliau merupakan seorang jurnalis yang memiliki beberapa pengalaman dan memiliki perusahaan dibidang konseling serta menjadi lulusan komunikasi sekolah vokasi IPB University yakni memiliki nama lengkap Imam Solehudin. Lahir pada tahun 1990 di Purwakarta Barat. Anak ke dua dari tiga bersaudara. Memiliki seorang kaka perempuan dan adik laki-laki. Mempunyai status sudah menikah pada tahun 2018 dan dikaruniai 1 orang anak dan sudah ingin memasuki usia 5 tahun tidak menjadi sebuah penghalang dalam menempuh karirnya dibidang jurnalis hingga menjadi seirang founder dari x java.com. Dahulu hanya seorang anak SD yang bercita-cita ingin menjadi pemain sepak bola hingga SMP dan ingin masuk IT saat SMA. Namun, sekarang menjadi seorang jurnalis serta founder.

Dalam membangun usaha tentunya pasti memiliki sebuah tokoh inspiratif dibaliknya. Imam Solehudin menjadikan sosok ayahanda dan almarhuma mendiam ibunda menjadi tokoh yang berpengaruh dan berperan penting dalam kehidupannya. Sejak sekolah dasar beliau selalu ditinggal oleh ayahanda bekerja jauh dari Aceh hingga Papua. Beliau melihat ayahanda nya yang selalu giat dan memiliki sebuah passion yang tadinya hanya lulusan Aliyah namun saat kerja tertarik dibidang elektrik yang bis akita simpulkan tidak seranah dengan lulusaanya. Namun, ayahanda tetap berjuang dan mau berusaha untuk mengejar apa yang diinginikan.

Pengaruh keluarga dan adanya pasangan menjadi sangat penting dalam berproses, menurut Imam memiliki seorang pasangan yang mengerti kondisi dan profesi kita, kalau partner hidup tidak mengerti, ritme pekerjaan akan menjadi tidak sesuai. Adanya partner yang mudah memahami profesi yang dimiliki kita membantu dalam proses pekerjaan, apalagi sebagai jurnalistik yang sering kali pergi keluar kota, dan negeri untuk mencari sebuah berita. Jadi, dari sebelum menikah hingga pada akhirnya Imam memutuskan untuk menikah sudah membiasakan partnernya untuk tidak terlalu menuntut dan memahami profesi dari jurnalis yang akan selalu berulang kali pergi jauh ketempat terkecil sekalipun. Saat ini chemistry yang dimiliki sangat erat meskipun terhalang oleh jauh dan seringnya keluar.

Dalam dunia jurnalis adapula tokoh inspiratif yang dipilih oleh Imam Solehudin yakni Johan Budi yang dahulu kala sebagai juru bicara KPK yang lulusannya dari Teknik Kimia, namun bisa menjadi seorang jurnalis hebat dan professional. Selain itu Karni Ilyas yang hanya seorang lulusan sekolah menengah akhir (SMA), tapi sekarang mampu menjadi seorang jurnalis. Imam Solehudin sudah memulai karirnya dibidang jurnalistik pada bangku kuliah tingkat dua. Beliau sudah mulai kerja pada sebuah media surat kabar harian lokal yang berada dikota Bogor, lebih spesifiknya di Pakuan Raya (Pakar). Ini adalah proses awal karir beliau sebelum menjadi founder di Perusahaan yang saat ini beliau dirikan. Alasan cukup singkat mengapa beliau memilih untuk memulai kerja saat sedang berkuliah, menurutnya ilmu yang diberikan dan fasilitas praktisi dikampus saat zaman itu kurang memadai dan efektif untuk pembelajaran. Zaman kuliah yang dialami oleh Imam Solehudin cukup sulit untuk anak generasi kita saat ini rasakan. Dimulai dari hanya menggunakan satu kamera beramai-ramai dan banyak sekali yang rasa kurang dalam praktik yang beliau dapatkan, sehingga pada akhirnya Imam Solehudin memtuskan untuk bekerja pada tingkat dua di Pakuan Raya. Pada awalnya memang iseng dan diajak, selama 2 tahun ia berkeja untuk membuat sebuah rubrik pada halaman koran khusus mahasiswa serta melakukan kegiatan peliputan yang sifatnya masih regular.

Kemudian setelah lulus dari bangku perkuliahannya, beliau melanjutkan kembali di Radar Depok anak Perusahaan dari Radar Bogor. Beliau mendapatkan sebuah posisi menjadi junior reporter selama 3 bulan, setelah itu resmi menjadi reporter yang sesungguhnya. Selama 5 tahun lamanya destruktual redaksinya berpindah-pindah, dibidang politik pemerintahan, ekonomi bisnis,lifestyle, sampai hingga pada akhirnya olahraga. Banyak sekali yang beliau rasakan di Radar Depok, menjadi junior reporter, reporter asisten,penanggung jawab halaman, redaktur pelaksana dan wakil pimpinan redaksi sebelum ditarik ke pusat di Jawa pos media online digital yaitu Jawapos.com.

Beliau menjadi angkatan pertama saat itu dan langsung mendapatkan posisi menjadi penanggung jawab halaman, lalu menjadi editor kanal yang berada diwebsite Jawa pos redaktur dan megang dibagian politik dan humaniora seperti Pendidikan, kesehetan dan sosial sampai 5 tahun lamanya. Meskipun menjadi seorang editor, bukan menjadi penghalang untuk beliau mengikuti sebuah kegiatan penugasan peliputan selama 4 tahun di Jawapos.com. Tentunya selama 4 tahun itu banyak sekali tantangan- tantangan yang dihadapi oleh Imam Solehudin seperti mendapatkan penugasan yang mengharus untuk pergi ke Hongkong untuk meliputi situasi Ramadhan , lalu ke Timor Leste untuk meliputi indepreset 17 tahun pasca mereka pisah dengan Indonesia, selain itu juga Thailand untu meliputi blackpink dan ivestigasi warga lokal yang memiliki kasus LGBT+Q dan negara lainnya.

Setelah itu, beliau mengundurkan diri dari Jawapos.com di tahun 2019 dan mulai mendirikan perusahaan sendiri sambil mulai bekerja sebagai tim konsultan pilpres 2019 selama 6 bulan. Setelah 3 bulan beliau memutuskan untuk mengundurkan diri kembali. Selama itu pula beliau penuh dengan kegiatan konsultan komunikasi, konsultan digital, public relation, dan digital agency, media monitoring isu,media komunikasi krisis, handling isu dan lain sebagainya. Dari pekerjaan-pekerjaan tersebut beliau mengawal isu dikementrian pertahanan dan juga menganalisis isu pilpres 2019 dan pada akhir 2019 beliau memutuskan untuk membangun perusahaan sendiri dan sekarang ditahun 2024 ini sukses mendirect sebuah film layer lebar yang berjudul “Dalam Cintaku”.

Pesan untuk teman-teman mahasiswa, kita sudah dipermudahkan oleh teknologi saat ini,sekaligus juga ada godaan saat menggunakannya ingat jangan lalai. Berusaha untuk keahlian dan terus mencari pembelajaran yang banyak dan merencanakan kedepannya ingin menjadi seorang ahli atau biasa saja, itu semua tergantung kemauan dari setiap individu masing-masing.

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

Dari Doa Ibu ke LoA Dunia: Gelar Tidak Menunggu Tenang, Ia Melangkah di Tengah Guncang

Dari Doa Ibu ke LoA Dunia: Gelar Tidak Menunggu Tenang, Ia Melangkah di Tengah Guncang

Editor Redaksi
24 Desember 2025
0

Gelar Abdi Fistawan di Lingkungan Universitas New South Wales (UNSW) di Sydney, Australia (02/10/2025). (Foto: Dokumentasi Pribadi) Oleh: Arum Kusuma...

Inspiratif! Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Semarang Sukses Menyeimbangkan Kuliah dan Kepanitiaan di Acara Komukino 2025

Inspiratif! Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Semarang Sukses Menyeimbangkan Kuliah dan Kepanitiaan di Acara Komukino 2025

Editor Redaksi
22 Desember 2025
0

Semarang, JurnalPost.com, 18 Desember 2025 — Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (USM) Kembali menunjukkan kapasitas dan profesionalisme mereka...

Melangkah Teguh Menuju Puncak Prestasi

Melangkah Teguh Menuju Puncak Prestasi

Editor Redaksi
16 Desember 2025
0

Oleh : Resti Melysa JurnalPost.com - Di balik sorak penonton dan gemerlap arena pertandingan, tersimpan kisah panjang tentang disiplin, pengorbanan,...

SEMESTER TANPA AKHIR

SEMESTER TANPA AKHIR

Editor Redaksi
16 Desember 2025
0

Oleh: Yogi Saputra Nim        :22016160 Matkul   :Berita dan Fotografi JurnalPost.com - Langit sore di atas kampus terlihat sama seperti bertahun-tahun...

Air Terjun Lubuk Batang:  Pesona Tersembunyi dari Lima Puluh Kota

Air Terjun Lubuk Batang: Pesona Tersembunyi dari Lima Puluh Kota

Editor Redaksi
7 Desember 2025
0

Oleh: Eza Dwi Rahayu Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, UNP JurnalPost.com - Di tengah eksotisme Kabupaten Lima Puluh Kota,...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.