Oleh : Emi Raiza Widyawati
Universitas Muhammadiyah Malang
PENDAHULUAN
Remaja merupakan mereka yang berada dalam masa peralihan berasal dari masa anak-anak mengarah dewasa, masa remaja ialah fase yang dikenali dengan aneka macam perubahan serta kesulitan dalam menjalani kehidupannya. Perubahan di usia remaja mampu dilihat mulai dari transformasi fisik, mental, sosial, serta sentimental (Stuart, 2013). Perkembangan sentimental pada masa remaja umumnya mempunyai antusiasme yang besar serta emosi yang meledak-ledak, sedangkan penanganan dalam diri masih belum sempurna. Perubahan emosional yang terjadi di masa remaja jika tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan insiden yang tidak diinginkan, seperti gangguan emosi di masa remaja.
Gangguan emosional merupakan kondisi pada seseorang yang mengalami penderitaan psikologis, perubahan psikologis terjadi pada kondisi tertentu, namun bisa kembali normal. Apabila gangguan emosional ini tidak dikelola dengan baik, maka bisa berdampak negatif atas proses tumbuh kembang remaja (Mubasyiroh et al, 2017). Untuk menangkal akibat negatif ini, perlu adanya analisis psikologis terhadap transformasi yang terjadi serta karakteristik remaja dengan menandai beberapa faktor resiko dan faktor protektif ini sehingga remaja bisa menjadi individu dewasa yang sempurna baik fisik dan psikisnya (Idai, 2013).
PEMBAHASAN
A. Pentingnya kesehatan mental pada remaja
Kesehatan mental merupakan salah satu bentuk kesehatan yang berhubungan dengan kondisi baik atau buruknya perubahan emosi, hati serta jalan pikiran manusia, dimana faktor-faktor yang berhubungan tersebut memberi akibat besar atas hidup seseorang (Chelsea, 2021). Kesehatan mental pada masa remaja sangatlah penting untuk diperhatikan sebab berpengaruh langsung terhadap pola pikir. Sesungguhnya, mental yang sehat akan membentuk penguasaan diri menjadi positif sehingga raga akan berfungsi dengan baik secara sentimental maupun psikologis serta akan menguasai bagaimana cara kita dalam berfikir dan mengambil keputusan. WHO selalu membangkitkan kesadaran atas pentingnya kesehatan mental. Salah satu cara sistematis pertama untuk menyatukan data dan mencadangkan secara objektif layanan dunia serta pembinaan yang tersedia pada seluruh dunia untuk kesehatan mental remaja yang biasa dikenal dengan WHO Child and Adolescent Mental Health Atlas (WHO, 2001c). Prakarsa ini berfokus pada tiga bidang primer, yaitu pemahaman (awareness), pencegahan (prevention) dan tindakan (treatment).
B. Ilmu parenting menjadi langkah kesehatan mental pada remaja
Ilmu parenting merupakan pola didik yang disampaikan oleh orang tua terhadap anak berupa perhatian, proteksi serta kasih sayang (Harahap, 2019). Untuk itu, penerapan ilmu parenting yang sempurna akan memberi efek positif pada anak, seperti pada pola asuh parenting demokratis, anak dengan pola asuh ini akan terbiasa menetapkan suatu hal dengan bijak sebab mereka sudah diajarkan untuk menghasilkan keputusan berdasarkan usia semenjak mereka usia belia. Hal ini dibuktikan dengan informasi bahwa pola didik orang tua yang diterapkan bisa mempengaruhi perkembangan anak, seperti perkembangan dari segi emosionalnya, baik serta buruknya intelektual, sosial, spiritual, dan fisik pada anak (Fauziyah & Maemonah, 2020).
Dalam hal ini, remaja dengan kesehatan mental yang baik maka ia bisa mengembangkan dirinya dengan maksimal sebab memiliki semangat hidup yang tinggi serta memfungsikan kejiwaannya dengan baik. Remaja dengan kesehatan mental yang sehat bisa mengeksplorasi serta belajar perihal bagaimana lingkungannya dengan cara percaya diri dan tanpa memberikan rasa takut yang tidak semestinya. Mereka dengan keyakinan akan rasa percaya diri yang tinggi tersebut akan mencoba hal-hal baru dan tanpa ragu menggali potensi yang mereka miliki, sehingga bisa membentuk calon-calon pemimpin yang berkualitas pada masa depan kelak (Gunatirin, 2018).
C. Tips menjaga kesehatan mental di masa remaja
Usaha-usaha untuk mencegah terjadinya gangguan kesehatan mental yaitu mampu dilakukan melalui kiprah serta keluarga dengan selalu membimbing remaja. Berdasarkan pandangan para pakar psikologi orang tua yang pintar ialah orang tua yang bisa memperkenalkan kebutuhan remaja. Namun, proses pembelajaran ini tidak terjadi secara mulus sehingga membutuhkan kesabaran serta ketulusan orang tua dalam mendidik dan memandu anak-anaknya. Para pakar psikologi beropini bahwa taktik terbaik dan paling tepat untuk remaja merupakan taktik menghargai kecenderungan mereka untuk berdikari tanpa mengabaikan perhatian orang tua kepada mereka. Hal ini sangat berguna bagi pertumbuhan, kematangan, dan stabilitas mental remaja (Mahfuzh, 2001).
Beberapa tips yang bisa diterapkan para orang tua untuk menjaga kesehatan mental anak-anaknya:
1. Para orang tua perlu memberikan kasih sayang serta perhatian pada anaknya.
2. Selalu mendukung talenta pada anak serta tidak lupa untuk memberikan apresiasi saat anak menerima prestasi maupun memberi dukungan saat anak merasa gagal.
3. Menghargai setiap pandangan baru yang diutarakan oleh anak.
4. Meluangkan waktu agar bisa menikmati waktu bersama dengan anak-anak.
5. Selalu berperilaku terbuka terhadap anak-anak supaya anak mau menceritakan mengenai isi hatinya.
Para orang tua dapat menerapkan cara berbicara dari hati ke hati dengan anak mengenai kondisi dan kesehatan mentalnya, sehingga anak merasa bahwa mereka tidak sendirian (Soerojo, 2022). Orang tua perlu paham tentang keseharian anaknya sehingga saat anak terlihat berbeda perubahan pada sikapnya waktu itulah kiprah orang tua sangat diperlukan. Berbicara dengan anak-anak tentang pengalaman mereka dan mendengarkan apa yang mereka rasakan, maka saat itu anak merasa bahwa orang tua peduli mengenai kesehatan mentalnya.
PENUTUP
Masa remaja adalah usia yang paling rentan terhadap dampak-imbas yang hadir berasal dari internal maupun eksternal. Oleh karena itu, untuk para orang tua karena dilihat lebih berpengalaman, maka orang tua mempunyai kiprah penting dalam menjunjung perkembangan remaja menuju kedewasaan. Remaja mempunyai pandangan tersendiri serta mempunyai rasa ingin memahami yang sangat kuat, sebab di masa usia remaja mereka lebih senang mencari dan mencoba hal-hal baru sehingga orang tua mempunyai kiprah penting untuk bisa membawa remaja pada hal-hal yang baru maupun positif bagi remaja. Ilmu parenting sangat membantu buat para orang tua dalam mengarahkan para anak-anaknya.




