Oleh: Amirudin
JurnalPost.com – Gojek merupakan sebuah perusahaan teknologi asal Indonesia yang melayani angkutan melalui jasa ojek. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2009 di Jakarta oleh Nadiem Makarim. Saat ini, Gojek telah tersedia di 50 kota di Indonesia.
Dalam aplikasi gojek ada ada beberapa layanan dari mulai pengantar barang, transportasi motor dan mobil dan Go-food pemesanan makanan. Go-food adalah sebuah layanan food delivery seperti delivery order di restorant. Lewat smartphone dan membuka fitur Go-food didalam aplikasi GO-JEK, mayarakat bisa memesan makanan atau minuman dari usaha kuliner yang bekerja sama dengan GO-JEK. Makanan yang dipesan akan di pesankan dan diantar langsung oleh GO-JEK.
Menurut pengamatan masyarakat yang penulis dapatkan bahwa untuk saat ini Go-food mengalami kenaikan. Adanya biaya pengiriman, biaya layanan, dan biaya pemesanan. sehingga dari dampak tersebut membuat penurunan pada orderan di resto. Dan tidak hanya satu atau resto yang mengalami penurunan pemesana go-food yang mengalami penurunan sepertinya merata bahkan ada yang resto tutup dikarenakan kenaikan harga tersebut.
Ada beberapa pemikiran masyarakat kenaikan biaya layanan pada go-food adalah sebagai permainan marketing dari go-food, kalo biaya kenaikan tersebut untuk tambahan drivernya masyarakat tidak ada yang yakin karena beberapa driver juga pernah mengatakan bahwa kenaikan biaya layanan go-food tidak mempengaruhi dengan pendapatan mereka, bahkan pendapatan mereka juga masih di potong beberapa persen untuk komisi ke pihak go-food nya.
Kenaikan pada layanan Go-food bukan berdampak dengan resto saja ternyata kenaikan Go-food berdampak pada driver juga, dengan adanya kenaikan para driver banyak yang tidak menerima orderan. Banyak driver gojek yang mengeluh dikarenakan jaranganya mendapatkan orderan. Dan pada akhirnya driver hanya menunggu orderan yang kadang 1 harian full mereka hanya mendapatkan 2/3 orderan saja.
Dan sampai saat ini walaupun ada dampak-dampak tersebut tidak mebuat pihak marketing dari go-jek untuk menurunkan atau memperbaiki itu semua. Sehingga masyarakan dan para driver juga tidak bisa berbuat apa-apa.




