Penyuluhan PH Tanah Untuk Meningkatkan Produktivitas Petani di Desa Kemasantani
Oleh: Avrillia Nuke Risqia
Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

JurnalPost.com – Mojekerto, 20 Januari 2023 – Mahasiswa UNTAG Surabaya melakukan pengabdian masyarakat di Desa Kemasantani, Kecamatan Mojokerto. Mahasiswa KKN bersama ketua kelompok petani Desa Kemasantani melakukan survey untuk mengecek kadar ph tanah yang terdapat di beberapa spot untuk dilakukan penelitian. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman serta melatih kemampuan mahasiswa berkomunikasi.
PH tanah, sebagai indikator keseimbangan keasaman atau kebasaan tanah, menjadi sorotan utama para petani. Dalam upaya meningkatkan hasil pertanian dan menjaga kesuburan tanah, petani di seluruh dunia semakin menyadari pentingnya pemantauan PH tanah. Melalui pemantauan yang teliti terhadap PH tanah, mereka tidak hanya menjaga kesuburan tanah tetapi juga membuka pintu menuju pertanian yang lebih produktif dan berkelanjutan.
Selama menjalankan pengabdian di Desa Kemasantani di Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto Jawa Timur yang mayoritas warganya bermata pencahariannya sebagai petani. Tanah yang terletak di Dusun Ketanen cenderung tanah merah yang dimana tanahnya kering memiliki PH dibawah 7.

Dengan tanah yang subur serta iklim yang mendukung, warga Desa Kemasantani menggali potensi singkong sebagai pilihan yang tepat untuk dikembangkan bersama. Namun masih ada beberapa tanah yang terbengkalai dan beberapa lahan yang sudah di tanami singkong yang tidak memiliki ke tepatan takaran dalam ukuran campuran pupuk yang mengakibatkan tumbuhnya singkong menjadi lebih lama.

Selama melakukan penelitian kami mensurvey langsung lahan di Desa Kemasantani untuk melihat dan mengecek bagaimana kondisi tanah yang ada di lahan perkebunan di desa tersebut. Kami juga menjalankan penyuluhan yang di lakukan langsung kepada para petani apabila ada beberapa solusi untuk bisa mengetahui tanah terssebut tanah merah atau tanah subur. Karena banyak tanah yang masih memiliki PH yang di bawah 7.

Para tim peneliti cukup puas dengan hasil proses penetralan kembali tanah yang menjadi netral-basa karena sudah melakukan penanaman menggunakan pupur serta kapur dolomit yang dicampurkan. Dengan melakukan penyuluhan dan pengecekan menggunakan alat yang memudahkan penanaman singkong dan diharapkan petani dapat melakukan pengecekan kembali terhadap PH tanah secara berkala untuk mendapatkan hasil yang meningkat dan memiliki dampak besar dalam menciptakan perubahan positif dan bermanfaat.




