JurnalPost.com – Kamis, 16 November 2023 – Merespon dari regulasi pemerintah terkait hanya beberapa jenis pupuk yang disubsidi serta tingginya harga pupuk kimia non subsidi, kelompok 9 KKN Universitas Boyolali menginisiasi serta mengedukasi kelompok tani dan karang taruna desa Genting, Cepogo, Boyolali untuk beralih ke pupuk organik. Dengan menggandeng Dinas Pertanian Boyolali, telah terselenggara acara penyuluhan dan pelatihan pembuatan pupuk organik dengan memanfaatkan limbah ternak.
Koordinator kelompok 9, Ketigo Cahyo menyampaikan, “Dengan terselenggaranya acara ini diharapkan masyarakat desa Genting dapat mewujudkan swasembada pupuk dan melepaskan petani dari ketergantungan pupuk kimia. Selain untuk menjamin ketersediaan pupuk, dengan adanya program ini juga dapat dimanfaatkan sebagai peluang usaha bagi masyarakat desa genting.”
Limbah ternak warga yang sebelumnya tidak terpakai, dengan sedikit perlakuan dapat disulap menjadi sesuatu yang kaya manfaat. Cukup dengan menambahkan bahan strarter dan bahan pelengkap lainnya yang tentu sangat mudah dijumpai di sekitar masyarakat, limbah ternak dapat difermentasi dan siap menjadi pupuk organik yang efektif untuk tanaman holtikultura.
Sesi pertama diadakan penyuluhan dan edukasi pada masyarakat tentang manfaat pupuk organik, serta bahaya menebar limbah ternak ke lahan pertanian begitu saja tanpa adanya melalui proses fermentasi sebelumnya yang dimana justru berpotensi merusak tanah. Tingginya kandungan NH3 (Amonia) pada limbah ternak dapat berpotensi merusak zat hara pada tanah, dengan dilakukannya fermentasi terlebihi dahulu, bermanfaat dapat menekan kandungan NH3 pada limbah ternak sehingga dapat lebih efektif digunakan sebagai pupuk.

Sesi kedua dilanjutkan dengan pelatihan fermentasi limbah ternak hingga menjadi pupuk. Dengan formulasi dan takaran serta tata cara yang telah disiapkan, warga begitu antusias mengikuti tahap demi tahap proses pembuatan.
Kegiatan ini juga didukung penuh oleh Dinas Peternakan Boyolali, dengan bantuan 60 botol starter probiotik tersalurkan ke peserta pelatihan dan warga sekitar sehingga memantik masyarakat mampu mempraktekkan sendiri dirumah masing masing setelah mengikuti pelatihan.
Ketigo Cahyo – Kelompok 9 KKN Universitas Boyolali




