
JurnalPost.com – Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya selain menjadi PT Penerima juga menjadi salah satu PT Pengirim di program Pertukaran Mahasiswa Merdeka 3. Salah satu mahasiswa Prodi Administrasi Publik Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya lolos PMM di Universitas Malikussaleh Aceh. Dalam program PMM ini kegiatan yang dilakukan tidak hanya dibangku perkuliahan melainkan terdapat kegiatan Modul Nusantara. Modul Nusantara merupakan kegiatan mahasiswa yang dirangkai dan difokuskan untuk menciptakan pemahaman yang komprehensif tentang kebhinekaan, inspirasi, refleksi, dan kontribusi sosial.
Pada tanggal 22 Oktober 2023, kami melaksanakan kegiatan Modul Nusantara dengan sub modul inspirasi mengenal kopi gayo. Kopi Gayo merupakan kopi khas Aceh Tengah yang sudah terkenal hingga internasional. Dengan didampingi dosen modul dan mentor, kami berkunjung ke Seladang Cafe yang berada di Takengon, Jamur Ujung, Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah. Seladang Cafe merupakan tempat untuk bersantai atau nongkrong yang didesain dengan nuansa kebun kopi. Seladang cafe sudah berdiri selama 11 tahun sejak 13 November 2013.
Bapak sadiqin sebagai owner Seladang cafe menjelaskan, bahwa dalam proses untuk menghasilkan kopi khas Gayo memiliki cara khusus. Untuk tahap awal dalam penanaman perlu memperhatikan perawatan seperti menjaga tanaman kopi dari serangan hama serta cuaca juga menjadi faktor penting untuk menghasilkan kopi yang bagus. Sebelum melangkah ke penjelasan tahap kedua, Bapak Sadiqin menjelaskan bahwa kenapa kopi pada umumnya dikenal sebagai minuman yang membuat orang terjaga dari rasa ngantuk atau susah tidur. Ternyata hal ini disebabkan cara pengelolaannya yang salah. Beliau juga menjelaskan bahwa kopi kemasan yang selama ini diminum masyarakat umum merupakan bukan dari biji kopi melainkan dari kulit kopi.

Selanjutnya tahap yang kedua yaitu pengolahan. Setelah proses panen kopi lalu di olah dengan cara dijemur hingga kering dan dipilih biji kopi yang kualitas paling bagus atau yang tidak terserang hama. Setelah dijemur kering, kopi di sangrai lalu di proses ke penggilingan. Lalu dalam tahap ketiga yaitu penyajian. Dalam proses penyajian, kami mahasiswa PMM ditunjukkan cara penyajiannya secara langsung oleh bapak sadiqin selaku owner.
Beliau menunjukkan langkah pertama dengan menyiapkan bubuk kopi. Bubuk kopi ini dalam proses penggilingan tidak boleh terlalu lembut. Lalu kopi diseduh dengan alat seduh kopi manual. Nah, tahap ini yang menjadikan mengapa bubuk kopi tidak boleh terlalu lembut. Dengan tujuan supaya air bisa masuk ke rongga-rongga bubuk kopi. Jika terlalu lembut air akan sulit turun kebawah serta menjadikan ketidakmaksimalan dalam menyeduh.
Penulis : Nur Jihana Sya-Sya, Ibu Anggraeny Puspaningtyas, S.AP,. M.AP




