Oleh: Nabella Minhatul Hani’ah, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
JurnalPost.com – Saat ini, pertumbuhan penduduk yang pesat dan peningkatan kebutuhan manusia telah membuat lingkungan menjadi dikorbankan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Namun, perlu diingat antara lingkungan hidup dan manusianya ada suatu hubungan yang saling berkaitan satu sama lain. Bahwa manusia mempengaruhi perubahan lingkungan maupun lingkungan yang mempengaruhi manusia. Karena itu lingkungan menjadi aspek penting bagi kehidupan manusia untuk melanjutkan dan memenihi kebutuhan hidupnya. Dalam konteks ini, ekologi dipandang sebagai ilmu yang penting dalam pemahaman tentang interaksi antarorganisme dan menjaga atau melestarikan keberlanjutan lingkungan.
Asal-usul “ekologi” berawal dari gabungan “Oikos”, yang memiliki arti “tempat hidup” atau “rumah” dan “ilmu” yang berawal dari ”Logos”. Maka dari itu, ekologi mengacu pada ilmu yang mengajarkan hubungan atau interaksi antara satu makhluk hidup dengan yang lain juga lingkungannya. Dalam bidang ekologi, organisme dipelajari sebagai unit atau sistem yang berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Ekologi mempelajari hubungan yang kompleks antara organisme dan lingkungan di mana mereka hidup. Melalui pemahaman ekologi, kita dapat menggali lebih dalam mengenai bagaimana organisme saling berinteraksi dan beradaptasi dengan lingkungan mereka. Selain itu, pemahaman tentang interaksi ini juga membantu kita menyadari implikasi dari interaksi tersebut terhadap keberlanjutan lingkungan. Ekologi menganut perinsip keseimbangan dan keharmonisan dari tiap-tiap komponen alam semesta.
Interaksi antarorganisme adalah hubungan dan interaksi yang terjadi antara individu atau kelompok organisme dalam suatu ekosistem. Interaksi ini dapat melibatkan berbagai bentuk hubungan, termasuk hubungan simbiosis, persaingan, predasi, mutualisme, parasitisme, dan komensalisme. Interaksi antarorganisme ini memainkan peran penting dalam membentuk struktur dan fungsi ekosistem serta mempengaruhi kelangsungan hidup dan evolusi spesies yang terlibat. Dalam ekologi, memahami dan mempelajari interaksi antarorganisme merupakan bagian penting dalam memahami dinamika ekosistem dan menjaga keseimbangan lingkungan untuk mendukung ekosistem lingkungan yang berkelanjutan.
Lingkungan yang berkelanjutan bisa mengacu pada upaya memenuhi kebutuhan sumber daya saat ini dan di waktu yang akan datang tanpa merusak kesehatan suatu ekosistem yang ada. Berkelanjutan disini memiliki arti sebuah kemampuan untuk terus melanjutkan suatu perilaku yang telah ditetapkan tanpa adanya batasan waktu. Keberlanjutan lingkungan menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi manusia saat ini. Dalam konteks ini, ekologi berperan penting dalam membantu kita memahami dampak kegiatan manusia terhadap lingkungan dan mencari solusi yang berkelanjutan. Dengan melalui pemahaman ekologi, kita dapat mengevaluasi bagaimana perubahan iklim, kerusakan habitat, polusi, dan eksploitasi sumber daya dapat memengaruhi keseimbangan ekosistem. Dengan menerapkan prinsip-prinsip ekologi, kita dapat mengembangkan strategi pengelolaan sumber daya yang bertanggung jawab, konservasi keanekaragaman hayati, serta membangun masyarakat yang berkelanjutan.
Keberadaan ekologi telah berkontribusi secara signifikan dalam upaya pelestarian lingkungan. Namun, saat ini Indonesia sedang berada di kondisi krisis ekologi. Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, isu krisis iklim dan lingkungan yang dirasakan oleh dunia nampaknya tidak relevan dalam kehidupan mereka. Menurut Agus Purwadhi, seorang pengamat otomotif yang juga merupakan akademisi ITB, motivasi kepemilikan kendaraan listrik di Indonesia lebih banyak dipengaruhi oleh gaya-gayaan dan motif status sosial daripada sebagai upaya terhadap aksi peduli lingkungan. Pemerintah saat ini memberikan insentif dan mendorong penggunaan kendaraan listrik, tetapi dari segi transportasi, pernyataan tersebut disampaikan. Direktur Eksekutif Nasional WALHI, Zenzi Suhadi, dalam acara Peluncuran Tinjauan Lingkungan Hidup pada Januari lalu, menjelaskan jika krisis ekologis yang disebabkan oleh bencana seperti kebakaran hutan, banjir dan lahan (karhutla) adalah salah satu hasil dari campur tangan manusia dalam kerusakan lingkungan.
Salah satu bentuk ekonomi dan keserakahan manusia terhadap pembuatan lahan dan kegiatan industri ekstraktif yang sangat intens merupakan satu dari banyaknya penyebab krisis ekologis, selain faktor alam. Bukan hanya pemanasan global, tetapi contohnya sampah juga merupakan faktor penyebab yang perlu dibicarakan saat membahas masalah ini, dan sebagian besar masyarakat Indonesia terlihat tidak peduli terhadap hal tersebut. Data tahun 2022 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengungkapkan bahwa 72% masyarakat Indonesia tidak menghiraukan sampah. Di negara-negara maju, penanganan sampah sebenarnya bukanlah permasalahan yang terlalu berat, namun partisipasi dari semua elemen masyarakat harus diperhatikan agar proses penanganannya dapat berjalan dengan baik.
Tingkat partisipasi seseorang dalam upaya melestarikan lingkungan dipengaruhi oleh pemahaman mereka terhadap konsep ekologi dan etika lingkungan. Agar krisis yang sebenarnya logis dan sangat nyata ini tidak lagi menjadi krisis yang tidak terasa, perlu ditekankan sebuah pendidikan karakter khusus yang menekankan pada kepedulian manusia terhadap lingkungan. Pendidikan tersebut harus memberikan pemahaman bahwa kepedulian manusia dapat mencegah kiamat ekologis yang diprediksi oleh berbagai ilmuwan dalam beberapa tahun mendatang. Oleh karena itu, penting untuk menggaungkan sense of crisis mengenai ancaman kiamat ekologis di masa depan. Semakin tinggi pemahaman seseorang terhadap konsep ekologi dan semakin tinggi kesadaran mereka akan etika lingkungan, semakin besar pula partisipasi mereka dalam usaha pelestarian lingkungan. Sebaliknya, jika pemahaman seseorang tentang konsep ekologi rendah dan kesadaran etika lingkungan mereka juga rendah, partisipasi mereka dalam melestarikan lingkungan akan menjadi minim.
Interaksi antar organisme menjadi faktor kunci keseimbangan ekosistem, hubungan timbal balik antara organisme dan lingkungan memegang peran krusial dalam menjaga stabilitas ekosistem. Lingkungan berkelanjutan menjadi permasalahan yang perlu diperhatikan saat ini, pertumbuhan penduduk yang cepat membuat lingkugan juga menjadi korban demi semua kebutuhan hidup manusia terpenuhi, padahal lingkungan hidup dan manusianya memiliki relasi yang saling menguntungkan satu sama lain. Hubungan timbal balik ini menjadi fokus utama dalam bidang ekologi. Lingkungan berkelanjutan dapat tercapai dengan menjaga ekologi serta ekosistem lingkungan.




