
Penulis: Nabilah Maulida
UPN “Veteran” Jawa Timur
JurnalPost.com – Di desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji Kota Batu, tidak sedikit warganya yang mempunyai kebun kopi. Pada saat musim panen kopi, warga Desa Giripurno memperoleh banyak sekali kopi. Kopi tersebut kemudian akan dijual secara langsung ke pengepul atau bahkan diolah secara mandiri.
Warga Desa Giripurno yang mengolah kopi mereka secara pribadi, banyak sekali yang langsung membuang kulit kopi begitu saja. Padahal, kulit kopi tersebut masih bisa dimanfaatkan menjadi produk baru yang bernilai jual. Kelompok 4 mahasiswa Bina Desa Teknik Kimia UPN “Veteran” Jawa Timur Surabaya membuat inovasi yang memanfaatkan limbah kulit kopi tersebut menjadi briket yang bisa mempunyai nilai jual.

Pembuatan Briket dari limbah kulit kopi ini tentunya mendapat respon positif dari warga Giripurno. “Oh ternyata kulit kopi bisa diolah menjadi briket yang mempunyai nilai jual. Karena selama ini kulit kopi memang langsung dibuang begitu saja setelah dipisahkan dari bijinya.” Ujar salah satu warga Desa Giripurno.
Pada kegiatan sosialisasi di balai desa Giripurno, kelompok 4 memaparkan fungsi dari briket dan bagaimana cara pembuatannya melalui foto yang mudah dimengerti sehingga mudah untuk dipraktikkan oleh warga Desa Giripurno.
Bahan yang diperlukan untuk membuat Briket dari limbah kulit kopi antara lain : kulit kopi (3 sendok makan), serbuk gergaji kayu (7 sendok makan), tepung tapioka, air yang digunakan untuk melarutkan tepung tapioka.
Adapun Langkah-langkah dalam pembuatan briket dari kulit kopi sebagai berikut:
1. Menjemur kulit kopi hingga mongering.
2. Menyangrai kulit kopi dan serbuk gergaji kayu agar kadar air yang ada di dalam kulit kopi dan serbuk gergaji kayu bisa menghilang.
3. Menghaluskan kulit kopi dan serbuk gergaji kayu.
4. Melarutkan 5 sendok makan tepung tapioka dengan menggunakan air secukupnya kemudian dipanaskan menggunakan kompor hingga tepung tapioka mengental.
5. Mencampurkan larutan tepung tapioka dengan kulit kopi dan serbuk kayu yang sudah disangrai. Larutan tepung tapioka yang dicampurkan secukupnya saja hanya sampai adonan briket merekat.
6. Mencetak menggunakan cetakan briket kemudian dijemur di bawah sinar matahari hingga briket mongering.
7. Setelah briket kering, melakukan uji nyala pada briket untuk memastikan bahwa briket sudah dapat digunakan.
https://www.upnjatim.ac.id/
https://lppm.upnjatim.ac.id/
https://ft.upnjatim.ac.id/
https://tekkimia.upnjatim.ac.id/




