
Oleh : Zaidan Halifz Bainuri Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media SV IPB
JurnalPost.com – Literasi merupakan keterampilan yang sangat penting untuk dimiliki setiap orang. Menguasai keterampilan literasi dapat meningkatkan kemampuan penalaran dan kemampuan berpikir kritis, sehingga seseorang dapat mengambil langkah-langkah bijak untuk menanggapi suatu topik atau fenomena. Keterampilan ini sangat dibutuhkan di era digital saat ini, dimana segala macam bentuk informasi dapat bertebaran di dunia maya. Oleh karena itu, setiap orang memerlukan keterampilan literasi untuk dapat menyaring informasi tersebut.
Namun, faktanya saat ini Indonesia merupakan salah satu negara dengan indeks literasi yang paling rendah menurut survey yang dilakukan oleh PISA (Programme for International Student Assessment) pada tahun 2022. PISA menyebutkan bahwa Indonesia menduduki posisi ke-70 dari 81 negara yang di survey. Hal ini menunjukkan bahwa indeks literasi masyarakat Indonesia masih sangat rendah.
Rendahnya tingkat literasi di Indonesia dapat disebabkan oleh beberapa faktor internal dan eksternal, seperti rendahnya motivasi belajar, rendahnya intelejensi, keterbatasan sarana dan prasarana, dan perkembangan teknologi digital yang pesat. Tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan teknologi dan media digital yang pesat merupakan faktor utama penyebab rendahnya literasi di Indonesia. Pasalnya, kehadiran teknologi digital memungkinkan para penggunanya untuk memperoleh segala sesuatu dengan instan, sehingga masyarakat terbiasa untuk memperoleh informasi dengan instan dan singkat. Hal ini berbanding terbalik dengan kebiasaan membaca yang memerlukan lebih banyak waktu untuk memahami suatu informasi secara mendalam.
Kebiasaan masyarakat Indonesia untuk mengakses informasi secara instan dan singkat diperburuk dengan hadirnya berbagai aplikasi yang menyediakan informasi berbentuk video dengan durasi pendek, serta menggunakan fitur scrolling. Permasalahan ini menyebabkan penurunan daya fokus, sehingga tingkat konsentrasi untuk melakukan aktivitas yang memerlukan fokus secara mendalam seperti membaca telah menurun.
Menyadari bahwa tingkat literasi masyarakat Indonesia masih sangat rendah, tentunya perlu dilakukan langkah-langkah konkret untuk meningkatkan indeks literasi masyarakat Indonesia, dimulai dari menumbuhkan minat membaca masyarakat sejak usia dini. Menumbukan kesadaran akan pentingnya literasi pada anak-anak usia dini dapat menjadi langkah awal untuk
memotivasi mereka untuk terus membaca. Tentunya perlu strategi komunikasi yang efektif dalam menyampaikan pesan literasi agar tidak terkesan monoton dan membosankan. Langkah selanjutnya adalah mempermudah akses masyarakat dalam mengakses sumber literasi. Hal ini dapat diwujudkan dengan melakukan revitalisasi lokasi-lokasi yang dapat dijadikan sebagai sumber literasi masyarakat, seperti contohnya melakukan revitalisasi terhadap perpustakaan nasional yang dilengkapi dengan kampanye di media digital. Dalam melakukan kampanye di media digital diperlukan strategi komunikasi yang efektif. Komunikasi yang efektif dan persuasif serta dibalut dengan visualisasi yang menarik dapat menumbuhkan minat masyarakat untuk berkunjung ke perpustakaan nasional sekaligus menambah minat membaca.
Tidak hanya itu, perlu dilakukan sosialisasi secara berkala mengenai budaya literasi dengan memanfaatkan teknologi dan media digital dengan melibatkan unsur komunikasi yang interaktif, efektif, serta visualisasi yang menarik. Semua unsur tersebut penting untuk dilakukan karena komunikasi yang baik dapat menyampaikan pesan pembangunan dan pihak yang menjadi sasaran dapat memahami, menerima dan berpartisipasi dalam pembangunan.
Apabila masyarakat Indonesia sudah terbiasa untuk berpikir kritis akibat dari budaya literasi, pastinya kualitas SDM bangsa Indonesia menjadi lebih unggul dan berkompeten. Maka, kasus- kasus yang marak terjadi akibat minimnya literasi pun akan semakin menurun seperti penipuan, penyebaran berita palsu, dll. Dengan kata lain, literasi menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas SDM dan menjawab tantangan maupun permasalahan di dunia modern.
Literasi sangatlah penting karena dengan literasi kita dapat menambah wawasan, menambah daua ingat dan fokus, memperbanyak kosakata, dll. Namun yang terpenting adalah literasi dapat membuat seseorang untuk terbiasa berpikir kritis dan bijak dalam pengambilan kesimpulan maupun keputusan. Dengan literasi, kualitas SDM di Indonesia menjadi lebih unggul dan berkompeten. Tentunya perlu pembangunan infrastruktur dan sosialiasasi dengan melibatkan strategi yang efektif dan komunikatif untuk menyampaikan pesan pembangunan agar pihak yang menjadi sasaran dapat memahami, menerima dan berpartisipasi dalam pembangunan.




