Nama : Pramita Yun Saputri
Prodi : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Asal : Universitas Tidar Magelang
Topik : Pendidikan
JurnalPost.com – Pendidikan karakter tercantum dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 mengenai Sistem Pendidikan Nasional, bertujuan untuk membentuk kepribadian tangguh sesuai dengan identitas bangsa Indonesia. Pendidikan karakter diintegrasikan dalam kurikulum untuk menciptakan suasana belajar yang melibatkan peserta didik secara aktif untuk melatih peserta didik dan mahasiswa dalam bersikap, berperilaku, dan bermoral berdasarkan nilai-nilai kepribadian masing-masing. Melalui pendidikan karakter, kita dapat membentuk pribadi yang memiliki integritas, empati, kejujuran, rasa tanggung jawab, dan bukan hanya tentang mempelajari pengetahuan akademis.
Terdapat empat alasan kuat mengapa harus menerapkan pendidikan karakter dalam sistem pendidikan yaitu, pendidikan karakter membantu membentuk individu yang lebih baik, pendidikan karakter juga mendukung pembentukan masyarakat yang lebih baik ketika individu-individu memiliki nilai moral yang kuat, mereka cenderung berkontribusi positif kepada masyarakat, memperkuat persatuan, dan mengurangi konflik sosial, pendidikan karakter menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif dengan menciptakan mahasiswa yang memiliki pendidikan karakter yang baik, mampu mengelola emosi, berinteraksi dengan baik dengan teman-teman mereka, dan fokus pada pembelajaran, dan terakhir pendidikan karakter juga dipersiapkan agar generasi muda dapat menghadapi masa depan yang penuh tantangan.
Pendidikan karakter tidak lepas dari sejumlah isu dan permasalahan, seperti melibatkan degradasi nilai-nilai moral, kurangnya disiplin, kurangnya keterlibatan orang tua, tenaga pendidik, serta perilaku perundungan. Permasalahan dalam pendidikan karakter secara umum sering terjadi terhadap mahasiswa, dengan adanya isu-isu dan permasalahan perlunya melakukan observasi penelitian untuk mengetahui kondisi karakter mahasiswa yang berbeda-beda, berikut hasil pengamatan yang terjadi yaitu, melihat sekeliling pribadi yang tidak suka membaca, seharusnya sebagai mahasiswa merupakan hal yang wajib dan pokok untuk mendapatkan ilmu, mahasiswa yang aktif dalam berorganisasi membuat pikiran mereka terbagi-bagi menyebabkan terciptanya minset sebuah karakter dari diri sendiri, tekanan akademik yang tinggi, persaingan yang ketat, dan dorongan untuk meraih nilai atau prestasi yang tinggi, sehingga menimbulkan tekanan mental yang stress dan kurangnya keseimbangan dalam perkembangan karakter. Solusi permasalahan pendidikan karakter bisa melalui upaya yaitu, pihak keluarga, perguruan tinggi, teman sebaya, dan masyarakat lingkungan sekitar.
Strategi menanamkan pendidikan karakter bagi mahasiswa dengan cara memperbarui metode pembelajaran yang digunakan, karena untuk meningkatkan pendidikan karakter dalam membentuk sikap dan nilai-nilai pancasila, melakukan diskusi kelompok yang mendalam, peran dosen untuk mencapai suatu tujuan agar terciptanya pendidikan karakter terhadap mahasiswa dengan memberikan contoh perilaku yang baik didalam kelas, dan melaksanakan pelatihan pendidikan karakter untuk membentuk mahasiswa yang memiliki integritas, empati,tanggung jawab dalam masyarakat, memahami nilai-nilai moral, etika, dan sikap positif yang menjadi dasar karakter yang kuat.
Setelah strategi dirasa cukup untuk diimplementasikan, evaluasi dari proses penerapan pendidikan karakter merupakan langkah penting untuk memastikan keberhasilan program-program karakter di lingkungan pendidikan. Dalam proses evaluasi ini, kita dapat menilai efektivitas metode pengajaran, kurikulum, kebijakan yang telah diimplementasikan, melibatkan pemantauan perilaku dan sikap mahasiswa didalam maupun diluar lingkungan masyarakat. Kesimpulan dari strategi implementasi pendidikan karakter terhadap mahasiswa, merupakan langkah penting dalam membentuk individu yang memiliki karakter yang kuat, integritas, nilai-nilai moral yang tinggi, melalui upaya-upaya tersebut kita berharap kepada mahasiswa dapat mengembangkan sikap empati, kejujuran, rasa tanggung jawab, dan kemampuan berkomunikasi yang etis, serta dengan karakter yang kuat, mereka akan menjadi calon pendidik yang berintegritas, cerdas secara emosional, dan memiliki dampak positif pada masyarakat serta dalam pengajaran bahasa dan sastra. Harapan nyata dari penerapan pendidikan karakter ini adalah menciptakan generasi mahasiswa yang bukan hanya kompeten dalam bidang studi mereka, tetapi juga menjadi individu yang baik, berkontribusi positif dalam masyarakat, dan menjunjung tinggi nilai-nilai moral dalam setiap aspek kehidupan mereka. Dengan demikian, penerapan pendidikan karakter akan menjadi investasi berharga dalam menciptakan pendidik yang berkualitas dan berintegritas untuk masa depan.


