JurnalPost.com – Natanael Ivan, seorang mahasiswa Ilmu Komunikasi dari Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, bersama dengan Enryco Budi Sayogo dan Linke, berbagi pengalaman luar biasa mereka dalam memerangi cemaran mikroplastik dari produk plastik sekali pakai. Pengalaman ini terjadi saat mereka melakukan kegiatan membersihkan Sungai Dor di Desa Turipinggir, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang. Sungai ini adalah anak sungai yang berhubungan dengan Kali Brantas. Mereka bergabung dengan organisasi BRUIN dalam kegiatan mingguan untuk melakukan audit merek dan sampah plastik sebagai bagian dari Program MBKM Proyek Kemanusiaan di ECOTON Foundation, pada tanggal 11 September 2023.
Natanael dan timnya tidak hanya ikut serta dalam audit merek, tetapi juga turut serta membersihkan sungai Dor bersama mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo dan universitas lainnya. Mereka bergabung dengan beberapa perwakilan nelayan setempat, termasuk Pak Priyo, dalam upaya bersama untuk mengatasi masalah pembuangan sampah sembarangan di Sungai Dor. Bagi mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945, tugas melakukan audit merek yang meliputi pemilahan jenis sampah, perhitungan plastik, styrofoam, bahkan hingga popok sekali pakai yang masih baru, menjadi pengalaman yang amat berkesan dan tak terlupakan.
Dalam rangkaian program MBKM Proyek Kemanusiaan di Ecoton Foundation, saya diberi kesempatan untuk mengikuti berbagai pelatihan yang sangat berharga. Saya terlibat dalam kampanye aksi, kegiatan edukasi di Kampung Siba Classic, serta diberi tanggung jawab untuk memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi organisasi Ecoton. Salah satunya, saya berhasil memperbaiki lampu solar panel yang sebelumnya rusak karena komponen yang buruk. Melalui perbaikan ini, saya berhasil mengganti baterai dan sekarang 11 lampu telah dapat menyala secara normal kembali, memberikan kontribusi yang signifikan bagi Ecoton Foundation dalam melakukan brand audit ketika larut malam. Lampu-lampu ini sangat penting setelah aktivitas pembersihan sampah atau penelusuran Sungai Brantas di malam hari, serta untuk memberikan edukasi tentang pemanfaatan solar panel dalam pertanian hidroponik di Kampung Siba yang terletak di Gresik.
Program kemanusiaan Ecoton ini memberikan manfaat yang besar bagi kami. Selain menyadarkan kami terhadap masalah serius sampah plastik, kami juga belajar bagaimana menyampaikan orasi dan memberikan edukasi langsung kepada masyarakat. Pengalaman ini akan menjadi modal berharga di masa depan saat kami melamar pekerjaan, sehingga kami dapat menjadi agen perubahan yang lebih peduli terhadap dampak dari pembuangan sampah ke sungai, demi mewujudkan Indonesia yang lebih baik.
Penulis: Natanael Ivan
Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Moh. Dey Prayogo, S.I.Kom., M.I.Kom
Mitra Yayasan Ecoton Foundations




