JurnalPost.com – Purbalingga, 27 Juni 2023 – Dalam rangka memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT) telah menjalin komunikasi untuk kerjasama dengan Kecamatan Bojongsari, Kabupaten Purbalingga. Kegiatan ini bertujuan untuk menjalankan hilirisasi hasil penelitian, memetakan potensi wilayah yang mendorong pembangunan nasional yang berkelanjutan.
Penjajakan kerjasama yang dilakukan pada tanggal 26-27 Juni 2023 ini merupakan langkah strategis yang dilakukan oleh UPNVJT. Dosen Administrasi Publik, Arimurti Kriswibowo, SIP., M.Si adalah delegasi yang ditugaskan dalam penjajakan ini.
Pertemuan tersebut memberikan kesempatan bagi Intiah, S.Sos., M.Si selaku Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Desa untuk menjelaskan tentang pentingnya koordinasi antara desa dan kecamatan dalam mengelola anggaran pembangunan. Intiah menyambut baik penjajakan kerjasama ini, “Kehadiran UPNVJT memberikan angin segar bagi kami dalam memetakan potensi desa kami. Dengan kerjasama ini, kami berharap dapat merencanakan langkah-langkah pembangunan yang berdasarkan data dan analisis yang lebih komprehensif, sehingga mampu menghasilkan hasil yang optimal.”
Dalam suasana yang penuh semangat, Kriswibowo menyatakan, “Kerjasama ini merupakan langkah nyata dalam mendukung pembangunan nasional di Desa Bojongsari. Melalui pemetaan potensi kecamatan, kami berharap dapat mengidentifikasi sektor-sektor yang memiliki peluang untuk dikembangkan sehingga mampu memberikan dampak yang signifikan bagi kemajuan wilayah.” Melalui MBKM, peluang implementasi tridharma pendidikan tinggi dapat dilaksanakan. Dosen dan mahasiswa UPNVJT bisa terlibat aktif pada kegiatan pemetaan potensi di Kecamatan Bojongsari, Kabupaten Purbalingga.

Setidaknya pemetaan potensi wilayah kecamatan, terdapat beberapa model teoritis yang dapat digunakan sebagai dasar analisis seperti:
1. Model Pembangunan Berbasis Sumber Daya Alam: Model ini berfokus pada identifikasi dan pemanfaatan potensi sumber daya alam yang ada di wilayah kecamatan. Dalam analisis ini, dilakukan pengumpulan data mengenai jenis-jenis sumber daya alam yang terdapat di wilayah tersebut, seperti pertanian, perkebunan, kehutanan, pertambangan, dan lain sebagainya. Data ini kemudian dianalisis untuk menentukan potensi ekonomi yang dapat dikembangkan melalui pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.
2. Model Pembangunan Berbasis Infrastruktur: Model ini melihat potensi wilayah kecamatan dari segi infrastruktur yang ada, seperti jaringan transportasi, telekomunikasi, pasokan listrik, air bersih, dan lain sebagainya. Dalam analisis ini, dilakukan identifikasi dan evaluasi terhadap infrastruktur yang ada untuk menentukan potensi pengembangan sektor-sektor ekonomi yang terkait dengan infrastruktur tersebut, seperti sektor perdagangan, pariwisata, industri, dan lain sebagainya.
3. Model Pembangunan Berbasis Manusia: Model ini menitikberatkan pada potensi manusia yang ada di wilayah kecamatan, seperti pendidikan, keterampilan, tenaga kerja, dan kesehatan. Dalam analisis ini, dilakukan pengumpulan data mengenai kualitas dan kuantitas sumber daya manusia di wilayah tersebut. Data ini kemudian dianalisis untuk menentukan potensi pengembangan sektor-sektor ekonomi yang bergantung pada faktor manusia, seperti sektor jasa, pendidikan, kesehatan, dan lain sebagainya.
4. Model Pembangunan Berbasis Kewilayahan: Model ini melihat potensi wilayah kecamatan berdasarkan lokasinya dan faktor-faktor kewilayahan yang mempengaruhi perkembangan ekonomi. Faktor-faktor tersebut meliputi aksesibilitas, keterhubungan dengan wilayah lain, potensi pasar, dan sebagainya. Dalam analisis ini, dilakukan evaluasi terhadap faktor-faktor kewilayahan yang ada untuk menentukan potensi pengembangan sektor-sektor ekonomi yang dapat dimanfaatkan secara optimal.
Sedangkan pemetaan potensi wilayah berdasarkan model kerjasama interorganisasional melibatkan kerja sama antara berbagai organisasi atau lembaga dalam mengidentifikasi dan mengoptimalkan potensi wilayah tertentu. Model ini didasarkan pada asumsi bahwa kerja sama antarorganisasi dapat menghasilkan sinergi, sumber daya yang lebih banyak, dan pemahaman yang lebih mendalam tentang potensi wilayah yang sedang dipetakan.
Kegiatan ini menjadi bukti konkret bahwa Program Studi Administrasi Publik UPNVJT memiliki peran aktif dalam pengabdian kepada masyarakat dan usaha hilirisasi hasil penelitian. Sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat pembangunan nasional dan daerah secara holistik.
Program Studi Administrasi Publik UPNVJT telah menegaskan komitmennya dalam menghadirkan perubahan positif melalui keikutsertaan berbagai kegiatan MBKM baik melalui KKN Tematik (4 bulan), magang selama satu semester, kolaborasi pengabdian kepada masyarakat, dosen berkegiatan di luar kampus dan desa binaan. Diharapkan kerjasama ini dapat menjadi model inspiratif bagi perguruan tinggi lainnya dalam menjalin kemitraan yang saling menguntungkan demi pembangunan nasional.




