Oleh: Masriana
Pendahuluan
Donor darah adalah proses pengambilan darah dari seseorang secara sukarela untuk disimpan di bank darah yang digunakan untuk keperluan transfusi darah. Darah yang dipindahkan dapat berupa darah lengkap dan komponen darah. Biasanya hal ini sering dilakukan di kalangan remaja sampai kalangan dewasa, perlunya keinginan pendonor dimulai dari usia remaja akhir agar terwujud suatu kebiasaan, dan jiwa sosial karena darah diperoleh dari sumbangan darah para donor darah sukarela maupun donor darah pengganti. Donor darah sukarela merupakan seseorang yang menyumbangkan darahnya secara sukarela untuk kepentingan masyarakat yang membutuhkan tanpa mengetahui untuk siapa. Berdasarkan data yang diperoleh, untuk menekankan pentingnya persediaan darah hasil sumbangan, Palang Merah di Amerika Serikat, menyampaikan bahwa 97% orang kenal orang lain yang pernah membutuhkan donor darah.
Menurut Palang Merah Australia, 80% orang Australia akan membutuhkan donor darah suatu saat pada hidup mereka, tetapi hanya 3% yang menyumbang darah setiap tahun. Dan menurut survei di Kanada, 52% orang Kanada pernah mendapatkan transfusi darah atau kenal orang yang pernah membtuhkan transfusi darah (WHO, 2010). Indonesia seharusnya mempunyai stok darah 4,5 juta sampai 4,8 juta kantong darah per tahun, sedangkan PMI baru bisa mencukupi sekitar 2 juta kantong darah, 2 yang 64 persenya diolah menjadi komponen darah sebanyak 3 juta komponen darah yang mampu memenuhi 70 persen dari kebutuhan darah penduduk Indonesia di 520 Kota/Kabupaten. Hal yang menyebabkan kurangnya persedian darah di Indonesia adalah kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya mendonorkan darah dan hal ini menyebabkan kurangnya persediaan darah di Indonesia.
Originalitas Ide
Dari beberapa (bahkan banyak) masyarakat, donor darah masih menjadi salah satu hal yang sudah biasa dilakukan bagi kalangan masyarakat baik para orang tua bahkan remaja maupun orang dewasa melakukan sukarela untuk donor darah. Karna sudah diketahui bahwa donor darah itu baik bagi diri sendiri karena baik bagi kesehatan jantung.
Keunggulan dari donor darah adalah sebagai berikut:
1. Dapat menyelamatkan nyawa
2. Merupakan tindakan kemanusiaan
3. Mencegah penularan penyakit melalui transfusi darah
4. Mengurangi kekuranga darah
Konteks Sosial
Ide yang dikemukakan oleh penulis dapat dipraktekkan oleh orang tua, remaja bahkan kalangan orang dewasa. Dikarenakan donor darah sangat penting untuk dilakukan dan dicoba bagi setiap individu, karna sudah diketahui begitu banyak keunggulan dari donor darah.
Perangkat Yang Dibutuhkan Untuk Melakukan Inovasi
a. Penelitian terhadap donor darah berupa artikel atau media lainnya
b. Bergabung dengan organisasi Palang Merah Remaja/Indonesia
Ide Turunan dan Konteks Sosialnya
a. Peluang Keterwujudan
Manfaat yang pertama dari kegiatan donor darah adalah dapat menurunkan resiko kanker. Hal ini dikarenakan zat besi yang berlebihan di dalam tubuh dapat menimbulkan radikal bebas yang lebih tinggi. Dapat mencegah penyakit jantung, Dapat menurunkan berat badan, Dapat membantu mendetejsi suatu penyakit, Dapat menurunkan berat badan dan Dapat membantu meningkatkan produksi sel darah merah.
b. Nilai-Nilai Inovasi
Dapat mengubah pola hidup sehat dengan sering melakukan donor darah
c. Perkiraan Dampak
Donor darah ini memiliki dampak yang baik, aman dan dapat memberikan banyak manfaat layaknya meningkatkan produksi sel darah merah, meminimalisir resiko jantung, dan menjaga stabilitas aliran darah.
Kesimpulan dan Saran
Donor darah adalah proses pengambilan darah dari seseorang secara sukarela untuk disimpan di bank darah yang digunakan untuk keperluan transfusi darah (Daradjatun, 2008). Biasanya hal ini sering dilakukan di kalangan remaja sampai kalangan dewasa, perlunya keinginan pendonor dimulai dari usia remaja akhir agar terwujud suatu kebiasaan, dan jiwa sosial karena darah diperoleh dari sumbangan darah para donor darah sukarela maupun donor darah pengganti.
Indonesia seharusnya mempunyai stok darah 4,5 juta sampai 4,8 juta kantong darah per tahun, sedangkan PMI baru bisa mencukupi sekitar 2 juta kantong darah, 2 yang 64 persenya diolah menjadi komponen darah sebanyak 3 juta komponen darah yang mampu memenuhi 70 persen dari kebutuhan darah penduduk Indonesia di 520 Kota/Kabupaten.
Perangkat Yang Dibutuhkan Untuk Melakukan Inovasi Penelitian terhadap donor darah berupa artikel atau media lainnya. Bergabung dengan organisasi Palang Merah Remaja/Indonesia Ide Turunan dan Konteks Sosialnya. Peluang Keterwujudan Manfaat yang pertama dari kegiatan donor darah adalah dapat menurunkan resiko kanker. Nilai-Nilai Inovasi Dapat mengubah pola hidup sehat dengan sering melakukan donor darah. Perkiraan Dampak Donor darah ini memiliki dampak yang baik, aman dan dapat memberikan banyak manfaat layaknya meningkatkan produksi sel darah merah, meminimalisir resiko jantung, dan menjaga stabilitas aliran darah.
Saran
Dengan adanya program donor darah diharapkan bagi kita untuk memanfaat kan suatu yang ada, dikarenakan memiliki dampak dan nilai yang baik bagi diri sendiri.
Daftar Pustaka
Achnes, Syofia. 2006. Analisis Kualitas Pelayanan Pada Unit Donor Darah Palang Merah Indonesis Kota Pekanbaru. Pekanbaru
Anonimity, 2010. Pengertian Donor darah: Universitas Sumatra Utara. Diakses tanggal 23 Oktober 2015
Anonimity, 2011. Klasifikasi Pendonor Darah: Universitas Sumatra Utara. Diakses tanggal 23 Oktober 2015
Arikunto, S. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta
Depkes RI, 2009 Manfaat Donor Darah: Universitas Sumatra Utara. Diakses tanggal 23
Oktober 2015 Depdinkes, 2007.Pengertian Donor Darah: Universitas Sumatra Utara. Diakses tanggal 23 Oktober 2015
Stroke. Yogyakarta: Media Pressindo Masser, 2008 Faktor-faktor Yang Mempengaruhi
Pendonor Darah Sukarela: Universitas Sumatra Utara. Diakses tanggal 23 Oktober 2015




