Karya: Stefie Eqidelina & Aisyah Nurul Azkiya
Kopma UIN Jakarta
Malam turun membawa kabar pilu,
di rel kereta, waktu seakan berhenti.
Doa tercekat dalam dada yang sendu,
menyebut nama yang tak dapat kembali.
Lampu stasiun menatap jalanan basah,
menyimpan tangis di sudut sunyi kota.
Roda kereta menyisakan kisah,
tentang kehilangan yang membekas di dada.
Gerbong terakhir membisu dalam kelam,
di sana tawa perempuan mendadak senyap.
Terenggut paksa ke dalam peluk malam,
meninggalkan mimpi yang kini menetap.
Sirine menderu membelah keheningan,
petugas bergegas di antara puing baja.
Mencari sisa-sisa jejak kehidupan,
di bawah lampu temaram yang bersahaja.
Untuk mereka yang pergi di perjalanan,
semoga langit memberi ruang abadi.
Bagi yang tinggal memeluk kenangan,
semoga tabah menemani hari.
Kini rel itu kembali sunyi dan dingin,
namun luka ini takkan mudah terhapus.
Biarlah doa terbang bersama angin,
menjaga mereka yang kasihnya tak terputus
Ciputat, 28 April 2026

