
Oleh : Nabil Bakran Sudarjat (Mahasiswa Prodi Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB University)
JurnalPost.com – Sempat ditolak visa berkali-kali untuk menggapai mimpinya berkuliah di luar negeri inilah yang membuat pemuda asal Bogor ini pantang menyerah untuk meraih asa nya. Kisah Inspiratif meraih beasiswa di Italia juga dialami oleh seorang pemuda Indonesia bernama Ilham Maulana, yang saat ini sedang menempuh Pendidikan S1 di Università della Calabria. Ilham Maulana atau yang kerap disapa Ilham merupakan pria asal Bogor yang berhasil mendapatkan beasiswa dan menapaki kakinya di Negara Pizza yaitu Italia.
Ilham merupakan lulusan MAN 2 Kota Bogor lulusan tahun 2020 yang memiliki hobi dalam bidang fotografi dan videografi. Kisahnya mengungkapkan narasi tentang tekad, tantangan, dan keberhasilan saat dia menjelajahi berbagai rintangan untuk berkuliah di luar negeri. Berkat tekad tersebutlah yang mengantarkan Ilham dapat berkuliah di Universitas Calabria atau dalam bahasa Italianya ialah Università della Calabria Jurusan Komunikasi dan Kesenian.
Awal mula perjalanan berkuliah ke luar negeri
Perjalanan awal Ilham untuk meraih asanya keluar negeri diawali dari sebuah kegagalan dirinya untuk menjadi delegasi Indonesia ke Turki. Pasalnya ia telah diterima dari sekian banyaknya siswa serta mahasiswa yang mengikuti program pertukaran pelajaran tersebut. Namun, dikarenakan adanya kendala biaya sehingga mengharuskan Ilham merelakan program tersebut.
Niat Ilham untuk menapaki kakinya ke luar negeri sudah terpikirkan sejak ia duduk di bangku sekolah. Namun Ilham belum menemukan cara untuk bagaimana melanjutkan kuliah di luar negeri. Meskipun sekarang berkuliah di Italia, namun awal tujuan Ilham untuk berkuliah di luar negeri bukanlah ke Negara Italia, melainkan ke beberapa negara seperti Turki, Korea, Australia, dan Jepang.
Perjalanan Ilham dalam meraih beasiswa ke luar negeri tidak semudah yang dibayangkan. Ilham sempat untuk mencoba tes masuk perguruan tinggi negeri di Indonesia dan sempat diterima jalur prestasi Universitas Padjajaran dan tertarik berkuliah di Institut Kesenian Jakarta, namun kendala finansial yang harus membuat Ilham mengikhlaskan kesempatannya berkuliah di perguruan tinggi negeri. Sehingga hal tersebut yang membuat Ilham terpaksa harus bekerja dan mengurungkan niatnya berkuliah pada tahun ia lulus sekolah.
Perjuangan Ilham untuk dapat meraih beasiswa tidaklah mudah, banyak proses yang Ilham lewat saat fase gap year, mulai dari menjadi barista, fotografer, videografer, wedding organizer, bahkan sampai harus berjualan es buah. Hal tersebut ia lakukan karena ia yakin bahwa rezeki akan datang dari mana saja ketika ada usaha. Terbukti bahwa rezeki tak terduga datang dari sekolahnya, ia mendapatkan dana sebesar 15 juta rupiah untuk persiapan beasiswanya.
Tekadnya yang kuat tidak menghentikan niatnya untuk berkuliah ke luar negeri, setelah selang setahun kemudian, Ilham kembali mencoba mencari peluang beasiswa ke luar negeri. Mencoba berbagai kesempatan dan mengalami beberapa kegagalan salah satunya gagal pada tahap interview untuk beasiswa kuliah di Turki membuat ia tidak patah semangat untuk terus meraih mimpinya.
Sampai akhirnya Ilham ditemukan dengan beasiswa untuk berkuliah di Italia, ia akhirnya mencoba beasiswa tersebut yang bernama Beasiswa DSU (Diritto allo Studio Universitario). Berkat kegigihannya Ilham berhasil mendapatkan beasiswa tersebut, namun tantangan kembali muncul ketika visanya ditolak sehingga ia mengharuskan untuk gap year kembali. Tak putus asa, ia terus mencoba apply beasiswa tersebut namun masih terkendala pada visanya sehingga ia harus gapyear kembali. Asa Ilham masih terus berlanjut dan terus mencoba beasiswa tersebut sehingga pada percobaannya yang ketiga, ia berhasil diterima dan dapat berkuliah di Universitas Calabria, Italia pada Desember 2023.
Tantangan Ilham dalam menapaki jejaknya ke luar negeri tidak hanya tentang beasiswa saja, tetapi restu orang tua yang tidak menyetujui ia untuk berkuliah di luar negeri. Penolakan orang tua Ilham dikarenakan jaraknya yang sangat jauh ditambah kekhawatirannya pada gaya hidup dan kebutuhan di luar negeri. Tekad yang kuat pada diri Ilham akhirnya dapat meluluhkan kedua orang tuanya untuk memberikan dukungan pada Ilham melanjutkan studinya ke luar negeri.
Persiapan untuk mencapai petualangan ke luar negeri
Menurut Ilham, persiapan untuk belajar di luar negeri membutuhkan perhatian detail yang cermat, terutama dalam mengumpulkan dan melegalisasi dokumen penting. Dari catatan keluarga hingga transkrip akademik, Ilham dengan teliti menerjemahkan dan melegalisasi setiap dokumen untuk memenuhi persyaratan ketat untuk visa.
Persiapan dokumen- dokumen menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi Ilham, karena banyak dokumen berbahasa Italia yang harus diartikan ke dalam bahasa Inggris. Terlebih lagi kelengkapan dokumen sangat diperhatikan karena nantinya akan berpengaruh kepada visa.
Banyak persiapan yang dibutuhkan Ilham untuk meraih citanya mendapatkan beasiswa ke luar negeri, karena beasiswa yang diraih Ilham sendiri terjamin untuk mendukung kehidupannya di Italia, mulai dari makan serta tempat tinggal. Terlebih lagi dana beasiswa tersebut akan turun per semesternya.
Culture pendidikan yang berbeda antara Italia dengan Indonesia
Belajar di Italia memberikan Ilham perspektif unik tentang pendidikan. Berbeda dengan di Indonesia, di Italia kehadiran tidak ketat ditegakkan. Di indonesia terkait absen sangat diperhatikan karena akan berpengaruh pada penilaian maupun ujian. Sedangkan di Italia kehadiran tidak diwajibkan sepenuhnya.
Ujian di Italia lebih fokus pada penilaian lisan dan esai yang dimana sata ujian nantinya akan one on one bersama dosen yang menguji untuk di test secara lisan sehingga hal tersebutlah yang sangat berbeda dari Indonesia, karena di Indonesia biasanya hanya menjawab soal-soal yang diberikan saja. Pendekatan ini mendorong keterlibatan yang lebih dalam dengan materi kursus dan keterampilan berpikir kritis.
Harapan dan motivasi untuk karir Ilham
Walaupun saat ini Ilham menempuh pendidikannya di negara Italia, namun harapan dan motivasi Ilham kedepannya bukan untuk berkarir di Italia. Ia ingin merasakan bekerja di Paris ataupun di Swiss.
Kedepannya pemahaman serta pengalaman Ilham pada bidang komunikasi dan kesenian harapannya dapat terus menjadi visinya untuk dapat bekerja pada bidang tersebut. Tak hanya berhenti disana, menjadi content creator yang dapat menjelajahi penjuru dunia juga menjadi harapan karir kedepannya.Walaupun begitu Ilham hanya fokus menyelesaikan perkuliahannya terlebih dahulu sebelum nantinya mencari informasi terkait pekerjaan yang sesuai dengan bidangnya.
Pesan motivasi untuk pemuda Indonesia
Perjalanan Ilham menjadi bukti akan kekuatan ketekunan dan tekad dalam mencapai tujuan seseorang. Bagi para siswa atau mahasiswa yang bercita-cita belajar di luar negeri, ia memberikan pesan bahwa untuk berkuliah di luar negeri tidaklah sulit asalkan ada kemauan yang kuat.
“Ketika kamu punya kemauan dan kamu tidak takut pada proses, tidak takut pada keputusan yang diambil. Karena keputusan yang diambil akan menjadi jawaban apakah itu salah atau benar tapi setidaknya kamu sudah ambil resiko untuk berani mengambil Keputusan dan kita tidak akan pernah tau jawaban dari keputusan dan dari keputusan kita dapat belajar banyak.” Ucap Ilham.
Menurut Ilham, kemauan adalah hal yang paling kecil untuk menentukan kita dapat keluar negeri atau tidak. Ilham menyampaikan bahwa untuk ke luar negeri jangan hanya ingin gengsinya saja, tetapi harus ditentukan apa tujuan, motivasi, serta kontribusi untuk negeri.




