
JurnalPost.com Yogyakarta, 6 November 2023 – Saya dan teman kampus Universitas Muhammadiyah Tangerang mengunjungi candi Prambanan yang ada di Jl.Raya Solo-Yogyakarta.
Candi Prambanan adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 masehi. Candi ini dipersembahkan untuk Trimurti, tiga dewa utama Hindu yaitu Brahma sebagai dewa pencipta, Wishnu sebagai dewa pemelihara, dan Siwa sebagai dewa pemusnah. Berdasarkan prasati Siwagrha nama asli kompleks candi ini adalah Siwagrha (bahsa Sansekerta yang bermakna ‘Rumah Siwa’) , dan memang di garbagriha (ruang utama) .
Relief-relief di candi Prambanan menceritakan epos kuno dari India yaitu Ramayana dan kresnayana.Sebagai Situs warisan Dunia,candi Prambanan mewakili sebuah mahakarya manusia yang jenius dan kreatif,serta contoh arsitektur,lanskap dan teknologi yang menggambarkan satu tahap yang sangat penting dalam sejarah manusia.
Candi Prambanan tersebut banyak yang rusak akibat gempa bumi berkuatan 5,9 SR.Namun selain faktor alam,dipicu juga dari faktor luar yang dominan dari kunjungan massal sebelum Covid-19.
•Sejarah Singkat Candi Prambanan
Nama Prambanan, berasal dari nama desa tempat candi ini berdiri, diyakini merupakan variasi dari nama dialek Jawa dari istilah teologi Hindu Para Brahman yang berarti “Brahman agung”, yaitu Brahman atau Brahman. . realitas abadi yang tidak dapat digambarkan, yang sering disamakan dengan konsep Tuhan dalam agama Hindu. Pendapat lain adalah bahwa para Brahmana dapat merujuk pada zaman keemasan kuil ini adalah para Brahmana.
Nama “Prambanan” berasal dari kata bahasa Jawa mban yang berarti memikul atau melaksanakan suatu tugas, merujuk pada dewa-dewa Hindu yang bertugas mengatur dan mencapai keberhasilan keselarasan di alam semesta. Nama lain Prambanan yang bisa berarti 5 (lima) gunung dalam bahasa Khmer/Kamboja 5 (lima) adalah Pram dan banam adalah gunung (ប្រាំ ភ្នំ). Ini menggambarkan 5 puncak Himalaya di India. Ingat baik dalam kronik Khmer bahwa orang Jawa telah menjajah Khmer selama 200 tahun dan bahwa Jayawarman kedua berada di Jawa sebagai pahlawan yang membebaskan Khmer dari kekuasaan Jawa.
Penulis: Putry Octavia Maharani




