
JurnalPost.com – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang menjalani Pengabdian Masyarakat Oleh Mahasiswa (PMM) seorang diri di Desa Tunggulwulung, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jumat (5/2/24).
Berbekal kepedulian dan kepercayaan diri Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang menjalani Pengabdian Masyarakat Oleh Mahasiswa (PMM) seorang diri. Pengabdian ini dilaksanakan oleh Moch Yosi Nur Arafi mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa Indonesia yang didampingi oleh dosen Havidz Ageng Prakoso, S.IP., M.A.
Branding UMKM.
Awalnya kegiatan Pengabdian Masyarakat Oleh Mahasiswa (PMM) ini dilaksanakan oleh 5 orang mahasiswa dengan berbagai Jurusan. Hasil Diskusi menyepakati untuk menjalankan program branding UMKM. Hal ini berlatar belakang banyaknya industri maupun usaha rumahan yang kurang laku atau ramai di pasaran. Lokasi Pengabdian Masyarakat Oleh Mahasiswa (PMM) ini bertempat di Dusun Bawang tepat di belakang kampus Universitas Muhammadiyah Malang. Lokasi yang strategis ini dimanfaatkan oleh warga setempat untuk menjalankan usaha kuliner, produksi kue dan sebagainya. Namun kurangnya edukasi mengenai branding banyak para pengusaha yang gulung tikar atau tidak maksimal dalam memperoleh keuntungannya.
Diharapkan dengan adanya kegiatan ini warga setempat sebagai pelaku usaha bisa meningkatkan kualitas dan kuantitas, juga dengan meningkatkan semangat dan kreatifitasnya.
“Mau tidak mau, karena sudah ada perizinan dan ini juga daerah tempat saya tinggal kegiatan ini harus terlaksana. Ini saya usahakan juga sebagai salah satu bentuk kepedulian saya pada lingkungan saya tinggal” Ungkap Yosi.
“Ya walaupun saya laksanakan sendiri, untungnya antusias warga dan para pemuda yang mau membantu berjalannya program ini alhamdulillah kegiatan ini lancar dan selesai” ujarnya.
Pada akhirnya Moch Yosi menjalankan kegiatan Pengabdian Masyarakat Oleh Mahasiswa (PMM) ini sendiri karena anggota yang lain berhalangan untuk menyelesaikannya.
Kegiatan Santai tapi Berisi
Agar sama-sama menikmatinya kegiatan ini dilakukan dengan situasi yang tenang dan santai mengingat para pesertanya tidak hanya dari golongan ibu-ibu atau bapak-bapak, tapi dari anak muda setempat yang semangat membangun bisnisnya.
“Kegiatan ini saya lakukan dengan beberapa sesi supaya maksimal dan tidak repot juga, kondisional saja,” jelasnya
Kegiatan ini di buka dengan sambutan ketua RT dan RW, mahasiswa sebagai pengisi kegiatan, terdapat sesi tanya jawab, praktik branding atau pengiklanan melalui media sosial, dan evaluasi.
“supaya lebih seru, saya tambahkan game-game berhadiah juga biar mereka semangat” pungkasnya
Tantangan dan Evaluasi
Kegiatan Pengabdian Masyarakat Oleh Mahasiswa (PMM) tentunya mengalami tantangan tersendiri, apalagi dilaksanakan seorang diri.
“Banyak ibu-ibu yang protes kesusahan memakai ponselnya, bapak-bapak yang tidak bisa edit foto video, yang tidak kudet cuman anak muda tapi kurang berani supaya lebih kreatif saja” tuturnya
“Ya namanya sekarang eranya lebih maju, yang diandalkan teknologi, apalagi rata-rata kenal media sosial. Ya harusnya dimaksimalkan disitu, saya bantu supaya lebih kreatif saja” pesannya.
Diharapkan kegiatan ini dapat terus ditingkatkan, mengingat semakin banyaknya pelaku usaha dan bisnis maka para peserta pelatihan harus semangat dan mengasah kreatifitas.
“Alhamdulillah, karena ini merupakan lingkungan saya sendiri tentunya harapan saya bisa saya pantau. Apabila ada yang membutuhkan pertolongan pun saya usahakan untuk saya bantu. Pengabdian Masyarakat ini saya harapkan bukan sekedar kegiatan wajib dari kampus saja, tapi terus mengalir manfaatnya” pungkasnya.
Penulis : Moch Yosi Nur Arafi




