
Oleh: Finna Yolanda Lasa
Malang, JurnalPost.com – Tahun baru islam atau tanggal 1 Muharram merupakan hari pertama pada tahun Hijriah bagi seluruh umat muslim. Setiap daerah memiliki cara yang unik untuk merayakan tahun baru Hijriyah, tidak terkecuali Desa Bakalan, Kab. Malang. Desa Bakalan memiliki serangkaian acara yang rutin diselenggarakan untuk memperingati 1 Muharram, salah satunya kirab tumpeng. Kirab tumpeng adalah bentuk perwujudan rasa syukur dan pengharapan atas keberkahan dari datangnya bulan Hijriah.
Tahun baru islam 2023 jatuh pada hari Rabu, 19 Juli. Jelang tibanya perayaan tersebut terdapat rangkaian acara yang juga dilaksanakan, seperti kerja bakti, kirab tumpeng, tasyakuran, dan pawai budaya. Masyarakat Desa Bakalan serta Tim Mahasiswa Membangun Desa (MMD) melaksanakan kerja bakti pada hari Minggu, 16 Juli 2023. Kerja bakti dilakukan dengan membersihkan rumput liar hingga mengecat pendopo, untuk menghormati para leluhur yang turut andil dalam pendirian Desa Bakalan. Achmad Galih Wicaksana Putra selaku Koordinator Kelompok 82 Desa Bakalan menyatakan, “Kerja bakti ini dapat mempererat keakraban antara warga desa dengan mahasiswa. Selain itu, mahasiswa juga dapat mengenal lebih jauh kebiasaan masyarakat Desa Bakalan.”
Rangkaian acara dilanjutkan dengan pembuatan tumpeng. Tim MMD juga ikut serta dalam pembuatan tumpeng sayur dan buah yang dilaksanakan pada hari Selasa, 18 Juli 2023 di Balai Desa Bakalan. Tim MMD dan perangkat desa bekerja sama dari pembuatan kerangka hingga tersusun menjadi tumpeng buah dan sayur yang siap untuk dibawa pada acara kirab nantinya. Saat hari menjelang malam, Tim MMD mengikuti latihan menari di rumah salah satu warga. Iringan musik yang merdu menemani mahasiswa MMD untuk mengikuti gerakan yang dipandu oleh Ibu Alifah selaku pemandu tari. Salah satu anggota Tim MMD terpilih menjadi pemeran dalam tarian tersebut, sementara itu mahasiswa lainnya sebagai penari pengiring. “Melihat teman-teman yang semangat berjoget membuat saya semakin percaya diri untuk tampil sebagai pemeran dalam cerita pada tarian ini,” ujar M. Hilal Al-Syaibani S, salah satu anggota Tim MMD.
Tim MMD semangat menyambut hari pelaksanaan kirab tumpeng dengan berkumpul di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda pukul 07.00 pagi. Setelah kirab dimulai Tim MMD berbaris rapi di belakang ibu-ibu Karang Werda Desa Bakalan dan dengan antusias menari mengikuti alunan musik. Nisrina Naila, salah satu anggota tim mengungkapkan kegembiraannya pada acara tahunan ini, “Akhirnya acara yang ditunggu-tunggu datang juga. Senang rasanya bisa ikut meramaikan acara kirab dan menari bersama teman-teman MMD.” Rute kirab tumpeng ini akan berakhir di pendopo yang telah dibersihkan sebelumnya. Ketika peserta mencapai garis akhir, tumpeng akan dibawa menuju pendopo. Tumpeng dengan aneka isi tersebut nantinya akan dibacakan doa sebelum diperebutkan oleh warga yang hadir.

Sudah di penghujung acara, Tim MMD dan warga Desa Bakalan menyantap tumpeng nasi yang telah disiapkan. Tim MMD dan panitia pelaksana kirab tumpeng juga melakukan pembersihan area setelah acara berakhir. Kekompakan dan kerja sama yang baik membuat pembersihan area dapat terselesaikan dengan cepat. “Lelah sih, tapi karena acaranya seru rasa lelah itu tergantikan dengan pengalaman yang berharga,” ujar Adhifa Cahaya Shaskia, salah satu anggota tim.
Acara ini tidak hanya memberikan pengalaman baru dan kegembiraan bagi Tim MMD, melainkan juga kepada seluruh masyarakat Desa Bakalan. Bapak Sandi Cahyadi selaku staf desa bagian pelayanan umum sekaligus pembina Tim MMD dari Desa Bakalan terlihat senang menyaksikan antusias kelompok. Terlebih lagi saat menyaksikan mahasiswa MMD yang tidak canggung untuk berinteraksi dan menari bersama warga Desa Bakalan. Tim MMD dapat merasakan kehangatan bersama warga Desa Bakalan yang selalu kompak untuk memeriahkan acara.
Mahasiswa Membangun Desa Universitas Brawijaya




