
JurnalPost.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang memperkenalkan olahan limbah pertanian jerami yang diolah melalui fermentasi dan dimanfaatkan sebagai pakan sapi kepada warga Desa Sukorejo, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen. Hal tersebut dikarenakan mayoritas warga Dusun Sukorejo memiliki mata pencaharian sebagai petani dan peternak. Oleh karena itu, mahasiswa KKNT Undip menawarkan solusi untuk memanfaatkan jerami padi sebagai pakan fermentasi sapi.
Ketua pelaksana program KKN Tematik 2023 Undip Desa Sukorejo, Kecamatan Sambirejo, Dr. Ir. Cahya Setya Utama S.Pt., M.Si., IPM mengatakan, KKNT Undip Desa Sukorejo mengangkat tema Zero Waste Integrated Farming System. Dari hasil pemetaan potensi di Desa tersebut dia menyimpulkan bahwa Desa Sukorejo memiliki potensi yang bisa diangkat melalui limbah pertanian.
Dengan memanfaatkan jerami yang difermentasi ini akan sangat membantu sebagai pakan ternak. Menurutnya pakan yang difermentasi dapat membantu pencernaan, sehingga ternak tidak perlu mengeluarkan energi yang lebih besar untuk memprosesnya. Fermentasi juga dapat meningkatkan nutrisi pakan agar tetap terjga meskipun sudah tidak segar lagi.
“Jerami yang terdapat di Desa Sukorejo banyak yang terbuang akibat terlalu lama penyimpanan atau hanya menumpuk di pematang sawah. Hal itu sangat disayangkan karena jerami memiliki potensi lain yakni sebagai pakan fermentasi untuk sapi,” ungkap Cahya.
Cahya menambahkan, bahan dasar fermentasi tersebut adalah jerami padi. Hal ini dilatar belakangi oleh kegiatan masyarakat di Desa Sukorejo yang merupakan masyarakat petani pada sektor pertanian padi. Sehingga diharapkan melalui fermentasi tersebut tidak hanya terjadi peningkatan kualitas peternakan melainkan juga mampu mengurangi limbah pertanian menjadi lebih bermanfaat.
Pembuatan fermentasi cukuplah mudah, “Pertama, persiapkan terlebih dahulu jerami padi yang kering atau jerami sega yang telah diangin-anginkan sehingga kadar airnya berkurang hingga di bawah 40%. Starter berupa Starbio atau Biofad dengan jumlah 0,6% dari jerami padi yang digunakan. Lalu persiapkan Urea dengan jumlah 0,6% dari jerami yang digunakan. Terakhir ialah air sebesar 20% dari total jerami kering yang digunakan,”
Cahya Setya Utama kemudian menjelaskan tatacara pembuatan fermentasi jerami padi. Pertama lakukan penimbangan jerami padi sebanyak 100 kg, sediakan air sebanyak 20 liter. Kemudian, timbang starter (probion atau biofad) dan urea masing-masing 0,6 kg lalu campurkan hingga menjadi homogen antara keduanya.

Jerami yang telah ditimbah kemudian dipotong potong dengan panjang kurang lebih 25 cm. Lalu tumpuk jerami sejajar di atas terpal secara sejajar (ukuran dasar panjang 1,5 dan lebar 1,5) dengan ketebalan sekitar 25 cm secara berlapis. Berikutnya, siram air di atas lapisan hingga merata apabila jerami yang digunakan adalah jerami kering. Apabila yang digunakan merupakan jerami basah maka tidak perlu disiram air. Campuran starter dan urea ditaburkan hingga merata setelah penyiraman air.
Jerami kemudian ditumpuk selapis demi selapis dengan ketebalan 25 cm dan diinjak-injak untuk memadatkan. Ulangi penyiraman air ke jerami setiap menambah lapisan hingga merata. Hal tersebut berlaku dengan starter dan urea yang telah dicampurkan. Setelah semua jerami yang dipersiapkan telah selesai ditumpuk dan dipadatkan, bagian atas ditutup dengan terpal yang telah dipersiapkan sebelumnya. Kemudian dibiarkan selama 1-3 minggu minimal. Setelah melewati masa fermentasi, jerami padi fermentasi siap untuk diberikan kepada ternak, namun perlu diangin-anginkan terlebih dahulu sebelum diberikan.
Pada pertemuan kedua, 18 Agustus 2023 diperuntukkan untuk membuka dan mengevaluasi hasil dari pembuatan fermentasi Jerami Padi yang dilakukan sebelumnya.
Keberhasilan fermentasi dapat dilihat dari bau yang harum dan warna jerami masih tampak terlihat. “Tekstur jerami hasil fermentasi pun lemas (tidak kaku) dan tidak busuk atau terdapat jamur pada hasilnya,” pungkas Cahya Setya Utama
Penulis : Ashif Dzihni Yudhistira
Dosen Pembimbing Lapangan : Dr. Ir. Cahya Setya Utama, S. PT., M. Si., IPM




