
Oleh: Tsabita Salsabila Fitrania
Mahasiswa Ilmu Komunikasi, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
JurnalPost.com – Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat memperoleh dan menyampaikan informasi. Saat ini, video menjadi salah satu media komunikasi yang paling banyak digunakan karena mampu menggabungkan unsur gambar, suara, teks, dan gerakan dalam satu sajian yang menarik. Tidak hanya sebagai sarana hiburan, video juga memiliki potensi besar sebagai media pembelajaran yang efektif, khususnya bagi generasi muda yang tumbuh di era digital. Kondisi ini mendorong berbagai pihak, termasuk kalangan akademisi, untuk mengintegrasikan keterampilan media visual ke dalam proses pendidikan.
Dalam dunia pendidikan, kemampuan memahami dan mengolah media visual menjadi keterampilan yang semakin penting. Salah satu keterampilan yang mendukung hal tersebut adalah pengeditan video. Melalui proses editing, seseorang dapat menyusun informasi secara lebih terstruktur, menarik, dan mudah dipahami oleh audiens. Keterampilan ini tidak hanya bermanfaat dalam kegiatan akademik, tetapi juga menjadi bekal yang relevan untuk menghadapi perkembangan dunia kerja yang semakin erat dengan teknologi digital.
Pengeditan video juga dapat menjadi sarana untuk mengembangkan kreativitas siswa. Dalam prosesnya, siswa belajar memilih informasi yang penting, menyusun alur cerita, menambahkan teks dan audio, serta menggunakan berbagai elemen visual untuk menyampaikan pesan secara efektif. Kemampuan tersebut merupakan bagian dari komunikasi visual yang kini banyak diterapkan dalam berbagai bidang pekerjaan maupun industri kreatif. Dengan demikian, penguasaan keterampilan ini sejak dini dapat menjadi keunggulan kompetitif bagi para siswa di masa depan.
Melihat pentingnya keterampilan tersebut, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya, Tsabita Salsabila Fitrania, melaksanakan kegiatan pelatihan dasar pengeditan video bagi siswa SMPN 41 Surabaya pada 9 Juni 2026. Kegiatan ini dilaksanakan melalui Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Kampus Mengajar dan bertujuan memperkenalkan konsep komunikasi visual sekaligus memberikan pemahaman mengenai teknik dasar pengeditan video kepada para siswa. Program ini merupakan wujud kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.

Dalam pelaksanaannya, siswa diberikan materi mengenai pengertian komunikasi visual, fungsi editing video, teknik dasar pengeditan, serta penggunaan transisi yang tepat dalam pembuatan video. Materi disampaikan secara interaktif agar siswa dapat memahami bagaimana sebuah video sederhana dapat menjadi lebih menarik dan komunikatif melalui proses editing. Sesi tanya jawab juga membuka ruang bagi siswa untuk berdiskusi aktif dan menyampaikan pandangan mereka mengenai relevansi keterampilan ini di masa depan.
Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Pada sesi diskusi, para siswa aktif mengajukan pertanyaan seputar pentingnya kemampuan pengeditan video di masa depan. Salah seorang siswi kelas 8A SMPN 41 Surabaya, Feriza, mengungkapkan pandangannya mengenai relevansi keterampilan tersebut dalam dunia kerja.
“Menurut saya, pengeditan video sangat penting untuk masa depan karena sekarang hampir semua orang menonton konten video. Kemampuan ini pasti akan dibutuhkan dalam pekerjaan nantinya,” ujar Feriza.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa siswa mulai memahami pentingnya literasi digital dan komunikasi visual dalam kehidupan sehari-hari. Kesadaran ini menjadi langkah awal yang baik dalam membekali generasi muda dengan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan zaman. Selain itu, kemampuan mengolah konten digital secara bertanggung jawab juga menjadi salah satu nilai yang ditanamkan dalam pelatihan ini.
Kun Muhammad Adi, S.I.Kom., M.I.Kom., selaku dosen pembimbing Program MBKM Kampus Mengajar, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi peluang bagi mahasiswa untuk memberikan dampak secara langsung kepada masyarakat, khususnya siswa SMPN 41 Surabaya.
“Mahasiswa dapat mengimplementasikan ilmu komunikasi melalui berbagai kegiatan, seperti fotografi, editing video, pengelolaan media sosial, dan keterampilan komunikasi lainnya. Harapannya, kegiatan ini dapat memperkuat sinergi antara UNTAG Surabaya dan masyarakat secara luas,” ujarnya.
Melalui pelatihan ini, siswa SMPN 41 Surabaya diharapkan tidak hanya mampu memahami teknik dasar pengeditan video, tetapi juga mampu memanfaatkan media digital secara kreatif, produktif, dan bertanggung jawab. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dapat memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Ke depannya, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dikembangkan guna mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan di era digital yang terus berkembang.




