• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Mengutamakan Kepedulian Daripada Stigma: Melindungi Nilai Kemanusiaan Di Tengah HantaVirus

Editor Redaksi
9 Juni 2026
in Artikel

Oleh:
1. Cahaya Aradhiva S
2. Rizky Wulandari
3. Septi Nurinsyiroh

JurnalPost.com – Bagi banyak orang, dunia saat ini menjadi tempat yang terasa semakin tidak aman, dipenuhi dengan ancaman dari berbagai sisi, mulai dari krisis berkepanjangan, konflik kekerasan, bencana alam, kemiskinan, epidemi, hingga ancaman kesehatan global. Kemunculan kasus hantavirus belakangan ini kembali menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Namun, dibalik pembahasan mengenai virus dan ancaman kesehatan, terdapat sisi kemanusiaan yang sering luput dari perhatian. Ketika seseorang terinfeksi atau diduga mengidap penyakit menular, tidak jarang mereka langsung dijauhi, dicurigai, bahkan dipandang sebagai ancaman. Padahal, mereka juga korban dari situasi yang tidak mereka inginkan.

Hantavirus sendiri umumnya menyebar melalui paparan urine, air liur, atau kotoran tikus yang terinfeksi. Spesialis penyakit infeksi dari Vanderbilt University Medical Center, William Schaffner menjelaskan bahwa penularannya membutuhkan kontak yang sangat dekat dan berlangsung lama. Artinya, risiko penularan tidak terjadi hanya karena berpapasan dengan pasien di tempat umum. Dalam situasi seperti ini, penting untuk melihat pasien sebagai manusia yang tetap memiliki hak untuk diperlakukan dengan hormat, aman, dan tanpa stigma sosial. Fenomena ini memperlihatkan bahwa wabah penyakit bukan hanya persoalan medis, tetapi juga persoalan sosial dan kemanusiaan. Ketika rasa takut lebih besar dibanding empati, masyarakat bisa dengan mudah membentuk stigma terhadap individu yang sedang sakit.

Di media sosial sendiri mulai bermunculan berbagai komentar yang mengaitkan penderita dengan lingkungan kotor atau sesuatu yang harus dijauhi. Padahal, WHO menjelaskan bahwa sebagian besar hantavirus tidak mudah menular antar manusia. Ketakutan terhadap penyakit memang merupakan hal yang wajar, tetapi rasa takut tidak seharusnya menghilangkan nilai-nilai kemanusiaan. Individu yang sedang sakit membutuhkan dukungan, bukan penghakiman. Mereka tetap punya hak untuk mendapatkan perlakuan yang adil, akses kesehatan yang layak, serta rasa aman di lingkungan sosialnya.

Persoalan ini dapat dilihat melalui perspektif human security atau keamanan manusia. Konsep human security menekankan bahwa keamanan tidak hanya dipahami sebagai perlindungan negara dari ancaman militer, tetapi juga perlindungan individu dari berbagai ancaman yang dapat mengganggu kehidupan dan kesejahteraannya, termasuk ancaman kesehatan. Dalam konteks penyebaran Hantavirus, ancaman yang dihadapi seseorang bukan hanya risiko penyakit secara fisik, tetapi juga ancaman sosial berupa stigma, diskriminasi, pengucilan, dan hilangnya rasa aman di lingkungan sekitar. Pendekatan human security hadir sebagai kerangka yang menempatkan manusia sebagai fokus utama, sehingga respons terhadap wabah seharusnya tidak hanya berorientasi pada penanganan penyakit, tetapi juga memperhatikan aspek kemanusiaan, perlindungan hak individu, serta terciptanya rasa aman dan empati di tengah masyarakat.

https://www.who.int/health-topics/hantavirus
https://kesehatan.liputan6.com/info-sehat/read/6410425/hantavirus-disebut-bisa-menular-antar-manusia-benarkah-semudah-itu

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI SOSIALISASI PEMILAHAN LIMBAH DOMESTIK DESA KEMLOKO

OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI SOSIALISASI PEMILAHAN LIMBAH DOMESTIK DESA KEMLOKO

Editor Redaksi
27 September 2026
0

Optimizing Waste Management Through Domestic Waste Separation Socialization in Kemloko Village 1Melinda Dewi Astuti, M. T, 2Mario Ega Saputra, 3Asyifa...

thumb

Analisis Yuridis Putusan MK Nomor 90/PUU-XXI/2023 tentang Batas Usia Calon Presiden dan Wakil Presiden RI

Editor Nadia
23 September 2026
0

Fine Putry, 231010200393 [email protected] ABSTRACT This study examines the Constitutional Court Decision Number 90/PUU-XXI/2023 regarding the minimum age requirement for...

GERAK BERSERI :  Pemanfaatan Ember Cat Bekas dan  Aksi Gotong Royong Pembuatan Bak Sampah Permanen dari Herbel Bersama Masyarakat Desa Latak

GERAK BERSERI :  Pemanfaatan Ember Cat Bekas dan  Aksi Gotong Royong Pembuatan Bak Sampah Permanen dari Herbel Bersama Masyarakat Desa Latak

Editor Redaksi
21 September 2026
0

GERAK BERSERI: Transforming Used Paint Buckets and Collaborative Construction of Permanent Waste Bins from Hebel Blocks with the Community of...

Pemberdayaan Masyarakat Desa Glapan melalui Peningkatan Kesadaran Kesehatan dan Pendampingan Pendidikan bagi Anak Sekolah

Pemberdayaan Masyarakat Desa Glapan melalui Peningkatan Kesadaran Kesehatan dan Pendampingan Pendidikan bagi Anak Sekolah

Editor Redaksi
17 September 2026
0

Community Empowerment in Glapan Village through Increased Health Awareness and Educational Assistance for School-Aged Children Andhika Setyo P.1, Iqbal Maulana...

Analisis Yuridis Mekanisme Perampasan Aset dalam Sistem Hukum Indonesia

Analisis Yuridis Mekanisme Perampasan Aset dalam Sistem Hukum Indonesia

Editor Redaksi
9 September 2026
0

JURNAL HUKUM Volume 1, September 2026 Agra Maulana Fakultas Hukum Universitas Terbuka Bandung 24.1 [email protected] Abstrak Perampasan aset ialah alat...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.